Muslimah dan Kesehatan

WASPADAI GEJALA MUNTABER

Posted on: 21/06/2010

Ada beragam gangguan pencernaan yang perlu kita ketahui supaya kita lebih waspada dan bisa melakukan usaha-usaha pencegahan. Salah satu gangguan pada pencernaan yang cukup berbahaya jika dibiarkan berlanjut adalah muntaber. Muntaber merupakan gangguan pencernaan yang menyebabkan seseorang mengalami muntah dan berak secara bersamaan atau terpisah. Jika gangguan pencernaan yang satu ini tidak segera diatasi maka bisa dengan cepat membawa seseorang pada kondisi yang membahayakan jiwanya.

Apa Penyebabnya?

Muntaber bisa disebabkan oleh  kuman, bakteri, atau virus. Muntaber juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi saluran nafas atau radang tenggorokan, infeksi saluran kemih (kencing) dan penyakit tifus. Akan tetapi, yang paling sering menyebabkan muntaber adalah bakteri Eschericia coli (E.coli) yang menyerang usus. Biasanya muntaber terjadi karena seseorang mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar dengan bakteri E.coli dan saat itu daya tahan tubuhnya sedang turun (tidak fit).

Bagaimana Gejalanya?

Bakteri yang masuk ke dalam saluran cerna lewat makanan yang telah tercemar akan menimbulkan radang pada saluran cerna sehingga muncul gejala seperti sakit perut, kembung, mual dan muntah-muntah. Muntaber juga dapat disertai dengan gejala demam tinggi (mencapai 38°C atau lebih), kepala pusing, tidak nafsu makan, lemas, dan elastisitas kulit menurun. Beberapa anak bahkan mengalami halusinasi jika sudah mencapai taraf kekurangan cairan elektrolit dalam tubuh.

Mengapa Kita Perlu Mewaspadai Muntaber?

Bahaya utama dari penyakit muntaber adalah kehilangan cairan yang terlalu cepat, terutama pada anak-anak. Kehilangan cairan yeng berlebihan dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan) dan bisa berakibat fatal jika tidak segera diatasi. Muntaber ini jauh lebih berbahaya dibanding jika seseorang hanya menderita diare (mencret) saja atau muntah saja. Apalagi jika muntah dan berak yang dialami lebih dari empat kali dalam sehari dan disertai dengan demam tinggi. Jika tidak segera ditangani, penderita muntaber dapat mengalami syok bahkan kematian.

Bagaimana Mengenali Tanda Dehidrasi?

Ada 3 jenis dehidrasi yang perlu kita ketahui supaya kita tahu sampai sejauh mana tingkat keparahan akibat kekurangan cairan dan supaya cepat mendapat penanganan. Penilaian derajat dehidrasi dilakukan sesuai dengan kriteria berikut ini :

  1. Tidak dehidrasi : keadaan umum baik (masih bisa beraktifitas biasa), rasa hausnya masih normal, air kencing normal, ada air mata, mata tidak cekung, mulut/lidah basah, nafas normal, jika kulit dicubit akan kembali dengan cepat, denyut nadi normal, ubun-ubun normal/tidak cekung (pada anak).
  2. Dehidrasi tidak berat : tampak sakit, mengantuk, lesu, gelisah, rasa hausnya berlebih, air kencing sedikit gelap (keruh), air mata kurang, mata cekung, mulut/lidah kering, nafas agak cepat, jika kulit dicubit akan kembali dengan lambat, denyut nadi agak cepat, ubun-ubun cekung (pada anak).
  3. Dehidrasi berat : sangat mengantuk, tidak sadar, lemah, tidak dapat minum, tidak ada air kencing dalam waktu 6 jam, air mata tidak keluar, mata  kering dan sangat cekung, mulut/lidah sangat kering, nafas cepat dan dalam, jika kulit dicubit akan kembali dengan sangat lambat (lebih dari dua detik), denyut nadi sangat cepat, lemah, dan tidak teraba, ubun-ubun sangat cekung (pada anak).

Bagaimana Cara Mengatasi Dehidrasi?

Usaha pertama untuk menolong penderita adalah dengan memberinya sebanyak mungkin cairan, sebelum dibawa berobat ke dokter atau Rumah Sakit. Selama penderita masih sadar dan dapat minum, berikanlah cairan melalui mulutnya. Selain air, perlu pula dikembalikan garam-garam mineral yang ikut hilang. Untuk itu, penderita sebaiknya juga diberi larutan oralit. Disamping pemberian oralit, makanan dan minuman lain (cairan rumah tangga) harus tetap diberikan. Jika yang terkena muntaber adalah bayi yang masih menyusu ibunya maka ASI (Air Susu Ibu) terus diberikan. Segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat jika sudah muncul tanda-tanda dehidrasi.

Bagaimana Cara Memberikan Oralit?

  1. Pilihlah oralit yang sudah dikemas dalam bungkus (sachet) yang dijual di apotik atau toko obat karena selain praktis, komposisinya sudah tepat dibanding jika Anda membuat sendiri larutan air garam dicampur gula.
  2. Baca aturan pakai dan ikuti instruksi yang tertulis dalam kemasan supaya tidak terjadi kesalahan dalam mencampur serbuk oralit dengan air sehingga jumlahnya berlebihan atau justru kurang.
  3. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika Anda ragu-ragu dalam memberikan oralit.
  4. Oralit diberikan sedikit-sedikit tapi sering supaya tidak semakin merangsang terjadinya muntah.
  5. Jika Anda hendak memberikan oralit pada anak-anak sebaiknya menggunakan sendok dan jangan dengan botol.
  6. Jika terjadi muntah saat pemberian oralit, tunggu dulu 10 menit kemudian lanjutkan pemberian oralit perlahan-lahan.

Bagaimana Cara Mencegah Muntaber?

Ada banyak cara untuk mencegah muntaber, antara lain:

  1. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan dalam jumlah yang cukup
  2. Penggunaan air bersih untuk minum
  3. Mencuci tangan sesudah buang air besar dan sebelum makan
  4. Membuang tinja, termasuk tinja bayi pada tempatnya
  5. Menjaga kebersihan jamban keluarga
  6. Menjaga kebersihan rumah, terutama kamar mandi, WC dan dapur
  7. Menjaga kebersihan peralatan makan
  8. Mencuci sayuran, buah, dan bahan makanan sebelum dimasak
  9. Memisahkan perangkat anggota keluarga yang terkena muntaber supaya tidak menular pada yang lain
  10. Jika Anda mempunyai bayi maka berikan ASI eksklusif sampai dengan 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun pertama kehidupan serta sebisa mungkin menghindari penggunaan susu botol.

Penutup

Muntaber merupakan salah satu penyakit yang perlu kita waspadai karena disamping bisa menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) dengan cepat juga bisa sampai menimbulkan syok dan bahkan kematian jika tidak segera diatasi. Bersikaplah tenang ketika ada anggota keluarga yang mengalami muntaber. Tetap berpikir rasional dan serahkan semuanya pada Allah. Lakukan pertolongan pertama dengan memberikan oralit sebelum dibawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Upaya-upaya pencegahan sudah seyogyanya kita upayakan supaya keluarga kita terhindar dari bahaya muntaber dan yang tidak kalah penting, usahakan selalu ada persediaan oralit di kotak obat Anda.

Penulis: dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi 08/XII/1429H/2008M)

Sumber :

  1. Komite Medik RSUP Dr. Sardjito, Standar Pelayanan Medis, Medika, FK UGM Yogyakarta
  2. dr. Karel, SpA, Menjadi Dokter Anak di Rumah, Penerbit Puspa Sehat

Ada beragam gangguan pencernaan yang perlu kita ketahui supaya kita lebih waspada dan bisa melakukan usaha-usaha pencegahan. Salah satu gangguan pada pencernaan yang cukup berbahaya jika dibiarkan berlanjut adalah muntaber. Muntaber merupakan gangguan pencernaan yang menyebabkan seseorang mengalami muntah dan berak secara bersamaan atau terpisah. Jika gangguan pencernaan yang satu ini tidak segera diatasi maka bisa dengan cepat membawa seseorang pada kondisi yang membahayakan jiwanya.

Apa Penyebabnya?

Muntaber bisa disebabkan oleh  kuman, bakteri, atau virus. Muntaber juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi saluran nafas atau radang tenggorokan, infeksi saluran kemih (kencing) dan penyakit tifus. Akan tetapi, yang paling sering menyebabkan muntaber adalah bakteri Eschericia coli (E.coli) yang menyerang usus. Biasanya muntaber terjadi karena seseorang mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar dengan bakteri E.coli dan saat itu daya tahan tubuhnya sedang turun (tidak fit).

Bagaimana Gejalanya?

Bakteri yang masuk ke dalam saluran cerna lewat makanan yang telah tercemar akan menimbulkan radang pada saluran cerna sehingga muncul gejala seperti sakit perut, kembung, mual dan muntah-muntah. Muntaber juga dapat disertai dengan gejala demam tinggi (mencapai 38°C atau lebih), kepala pusing, tidak nafsu makan, lemas, dan elastisitas kulit menurun. Beberapa anak bahkan mengalami halusinasi jika sudah mencapai taraf kekurangan cairan elektrolit dalam tubuh.

Mengapa Kita Perlu Mewaspadai Muntaber?

Bahaya utama dari penyakit muntaber adalah kehilangan cairan yang terlalu cepat, terutama pada anak-anak. Kehilangan cairan yeng berlebihan dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan) dan bisa berakibat fatal jika tidak segera diatasi. Muntaber ini jauh lebih berbahaya dibanding jika seseorang hanya menderita diare (mencret) saja atau muntah saja. Apalagi jika muntah dan berak yang dialami lebih dari empat kali dalam sehari dan disertai dengan demam tinggi. Jika tidak segera ditangani, penderita muntaber dapat mengalami syok bahkan kematian.

Bagaimana Mengenali Tanda Dehidrasi?

Ada 3 jenis dehidrasi yang perlu kita ketahui supaya kita tahu sampai sejauh mana tingkat keparahan akibat kekurangan cairan dan supaya cepat mendapat penanganan. Penilaian derajat dehidrasi dilakukan sesuai dengan kriteria berikut ini :

  1. Tidak dehidrasi : keadaan umum baik (masih bisa beraktifitas biasa), rasa hausnya masih normal, air kencing normal, ada air mata, mata tidak cekung, mulut/lidah basah, nafas normal, jika kulit dicubit akan kembali dengan cepat, denyut nadi normal, ubun-ubun normal/tidak cekung (pada anak).
  2. Dehidrasi tidak berat : tampak sakit, mengantuk, lesu, gelisah, rasa hausnya berlebih, air kencing sedikit gelap (keruh), air mata kurang, mata cekung, mulut/lidah kering, nafas agak cepat, jika kulit dicubit akan kembali dengan lambat, denyut nadi agak cepat, ubun-ubun cekung (pada anak).
  3. Dehidrasi berat : sangat mengantuk, tidak sadar, lemah, tidak dapat minum, tidak ada air kencing dalam waktu 6 jam, air mata tidak keluar, mata  kering dan sangat cekung, mulut/lidah sangat kering, nafas cepat dan dalam, jika kulit dicubit akan kembali dengan sangat lambat (lebih dari dua detik), denyut nadi sangat cepat, lemah, dan tidak teraba, ubun-ubun sangat cekung (pada anak).

Bagaimana Cara Mengatasi Dehidrasi?

Usaha pertama untuk menolong penderita adalah dengan memberinya sebanyak mungkin cairan, sebelum dibawa berobat ke dokter atau Rumah Sakit. Selama penderita masih sadar dan dapat minum, berikanlah cairan melalui mulutnya. Selain air, perlu pula dikembalikan garam-garam mineral yang ikut hilang. Untuk itu, penderita sebaiknya juga diberi larutan oralit. Disamping pemberian oralit, makanan dan minuman lain (cairan rumah tangga) harus tetap diberikan. Jika yang terkena muntaber adalah bayi yang masih menyusu ibunya maka ASI (Air Susu Ibu) terus diberikan. Segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat jika sudah muncul tanda-tanda dehidrasi.

Bagaimana Cara Memberikan Oralit?

v Pilihlah oralit yang sudah dikemas dalam bungkus (sachet) yang dijual di apotik atau toko obat karena selain praktis, komposisinya sudah tepat dibanding jika Anda membuat sendiri larutan air garam dicampur gula.

v Baca aturan pakai dan ikuti instruksi yang tertulis dalam kemasan supaya tidak terjadi kesalahan dalam mencampur serbuk oralit dengan air sehingga jumlahnya berlebihan atau justru kurang.

v Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika Anda ragu-ragu dalam memberikan oralit.

v Oralit diberikan sedikit-sedikit tapi sering supaya tidak semakin merangsang terjadinya muntah.

v Jika Anda hendak memberikan oralit pada anak-anak sebaiknya menggunakan sendok dan jangan dengan botol.

v Jika terjadi muntah saat pemberian oralit, tunggu dulu 10 menit kemudian lanjutkan pemberian oralit perlahan-lahan.

Bagaimana Cara Mencegah Muntaber?

Ada banyak cara untuk mencegah muntaber, antara lain :

v Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan dalam jumlah yang cukup

v Penggunaan air bersih untuk minum

v Mencuci tangan sesudah buang air besar dan sebelum makan

v Membuang tinja, termasuk tinja bayi pada tempatnya

v Menjaga kebersihan jamban keluarga

v Menjaga kebersihan rumah, terutama kamar mandi, WC dan dapur

v Menjaga kebersihan peralatan makan

v Mencuci sayuran, buah, dan bahan makanan sebelum dimasak

v Memisahkan perangkat anggota keluarga yang terkena muntaber supaya tidak menular pada yang lain

v Jika Anda mempunyai bayi maka berikan ASI eksklusif sampai dengan 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun pertama kehidupan serta sebisa mungkin menghindari penggunaan susu botol.

Penutup

Muntaber merupakan salah satu penyakit yang perlu kita waspadai karena disamping bisa menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) dengan cepat juga bisa sampai menimbulkan syok dan bahkan kematian jika tidak segera diatasi. Bersikaplah tenang ketika ada anggota keluarga yang mengalami muntaber. Tetap berpikir rasional dan serahkan semuanya pada Allah. Lakukan pertolongan pertama dengan memberikan oralit sebelum dibawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Upaya-upaya pencegahan sudah seyogyanya kita upayakan supaya keluarga kita terhindar dari bahaya muntaber dan yang tidak kalah penting, usahakan selalu ada persediaan oralit di kotak obat Anda. (dr. Avie Andriyani)

Sumber :

  1. Komite Medik RSUP Dr. Sardjito, Standar Pelayanan Medis, Medika, FK UGM Yogyakarta
  2. dr. Karel, SpA, Menjadi Dokter Anak di Rumah, Penerbit Puspa Sehat
About these ads

60 Tanggapan to "WASPADAI GEJALA MUNTABER"

ass.saya mau tya anakknya umur 20bulan sudh 3hri prtnya kembung sy bw brobt diksh omedon,puyer.badanya tidak pnas cm dia diare.pupnya 3kli mf pupnya air.kdang jg muntah tp dia tetp beraktvts sprti biasa cm tidk mau mkan.minum susu,asi,air putihnya bnyk apa ank sya sudh tergolng muntaber.
Wass.mhn pnjlsnya

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Seseorang dikategorikan muntaber jika kejadian diare hampir selalu diiringi dengan muntah, sehingga cairan yang keluar tidak hanya lewat BAB tapi juga dari muntahan. Oleh karena itu, muntaber lebih sering dan lebih cepat mengakibatkan dehidrasi dibanding hanya diare saja. Dari penuturan anti, sepertinya anak anti hanya diare biasa, karena muntahnya hanya kadang-kadang saja, dan kalaupun mengalami dehidrasi, termasuk yang tidak berat karena bisa beraktivitas biasa (tidak lemas). Untuk BAB yang seperti air, ada kemungkinan anak mengalami jenis diare osmotik, dan biasanya memang kadang disertai mual bahkan muntah (tapi jarang).

asss ..

bu ummushofiyya .

Bagaimana cara mencegah penyakit diare osmotik ini .

saya 3 minggu kemarin sempat kena penyakit itu .
lalu sembuh . dan lalu 2 minggu kemudian timbul lagi gejalanya .

saya minta tips untuk mencegah penyakit tersebut.

aslm.saya sudah 2 hari ini diare, dan blom sembuh2 juga, pdhl sy sdh minum diapet sm enterostop. di hr kedua, sy juga muntah2..mual banget gitu.
BAB nya cair banget.
apa itu juga trmasuk muntaber?

Wa’alaykumussalam. Bisa saja masuk kategori muntaber, jika frekuensi diarenya sering (lebih dari 3x sehari) dan selalu diiringi muntah, sehingga lebih mudah mengalami kondisi dehidrasi. Sayang sekali anti tidak menyebutkan secara detail, apakah BABnya cair seperti air, atau masih ada ampasnya, apakah mirip air cucian beras, apakah ada lendir darahnya, apakah disertai nyeri perut melilit, apakah BABnya bau amis, dan lain-lain. Karena beda penyeba, beda pula jenis diare dan penanganannya. Obat pemampat diare sebenarnya tidak dianjurkan karena tidak menyelesaikan masalah. kebanyakan diare disebabkan oleh rotavirus yang insyaAllah bisa sembuh sendiri. Yang perlu diwaspadai justru dehidrasi yang bisa muncul akibat diare dan muntah tersebut. Untuk itu, yang terpenting adalah memastikan asupan cairan cukup sehingga tidak terjadi dehidrasi.

Asslm,
mau konsul,sy ini terkena diare biasa ato muntaber.gejala yg z alami; BAB sy berair tp msih ad ampasx trus urine sy berwrn kuning agak kmerahan,BAB pertama disrtai muntah trus BAB kedua tidak.
Apakah z dikategorikan terkena muntaber ato hnya diare biasa.?

Wa’alaikumussalam..

Kemungkinan besar hanya diare biasa. Tapi perlu diperhatikan masalah air seni kuning kemerahan, mungkin maksudnya keruh, apalagi jika jumlahnya sedikit dan jarang buang air kecil, bisa jadi pertanda dehidrasi

Ass.. anak saya berusia 20 bulan, 2 hari yang lalu muntah2 bahkan saat tidur, kemudian keesokan harinya berak2 sampai 2x, kemudian hari ini badannya panas, malas beraktifitas, bibir merah, malas makan dan nyusu (susu kaleng), mohon penjelasannya..

Wa’alaikumussalam…sebaiknya salam jangan disingkat “Ass”,

Jika tidak ada lendir dan atau darah pada tinja, berarti penyebabnya bukan bakteri, jadi tidak perlu antibiotik. Berikan penurun panas untuk demamnya dan berikan cairan yang cukup agar tidak dehidrasi, sebab kekurangan cairan bisa jadi pemicu demam.

assalaamu’alaikum… lg bingung krn anak diare, uda masuk hari ke-dua ini, ternyata ada artikel ini…
mau nanya dong, anak saya hari pertama (pagi) muntah2, masih pup berupa cairan keruh seperti air cucian beras namun siangnya sudah berampas, kemudian berulang hanya mules2 saja,
namun masuk ke hari kedua, muntah sudah stop, tapi pup-nya kembali berupa cairan keruh dan sedikit berbusa..
saya jadi bingung, apa ini diare osmotik, kira2 apa langkah yg bisa saya ambil untuk menanganinya ya??
terima kasih banyak.. wassalaam.
reiny

Wa’alaikumussalam warahmatullah…

Jika diarenya seperti air nyemprot dan banyak gasnya memang biasanya cirri khas diare osmotic. Kadang juga disertai mulas-mulas, mual-mual dan muntah. Yang penting usahakan agar anak tidak dehidrasi dan memberinya cairan yang cukup sebagai pengganti cairan yang hilang.

Asslmlkm wr.wb
Dok.. anak saya umur 7 th pagi tadi diare bab-nya cair sekali, bbrp menit kemudian muntah. disekolah juga beberapa kali BAB jam 11-an di rumah muntah lg, muntahnya air aja
anaknya masih beraktifitas seperti biasa.. apakah termasuk muntaber? bagaimana solusinya sambil menunggu ke dokter.. krn blm ada dokter buka trims
Wasslkmslm ww

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Dikatakan muntaber, jika muntahnya cukup sering dengan frekuensi yang sama seringnya seperti buang air besarnya. Pada kasus muntaber, lebih mudah menimbulkan dampak dehidrasi. Sementara anak anti masih bisa beraktivitas seperti biasa. Karenanya, berikan cairan yang cukup untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

assalamu’alaikum. saya pnya anak usia 2 tahun, tapi satu hari ini, ia muntah2 dan berak. sdh ke dokter umum dan diberi obat. bagaimana kalo obat yang diberikan dokter juga dimuntahkan oleh anak.

Wa’alaikumussalam warahmatullah,

Jika yakin semua obat dimuntahkan lagi (anak langsung memuntahkan begitu obat masuk) boleh diulang diberikan lagi. Tapi jika sudah ada jeda waktu, tidak perlu diulang. Pemberiannya juga perlahan-lahan, bisa dibantu dengan menggunakan pipet.

Tips dan pengenalan ttg penyakit serta tindakan awal sy kira baik dan cukup mudah di mengerti u umum. Ditunggu u ulasan penyakit yg lain terutama u anak balitam

Assalaamu’alaykum.
Dok, klo buang air besar yg cair berkali2,, kdg masi ada ampasnya, tapi lama klamaan hnya cairan aja, trus diiringi mual2, kdg pusing. Ini gejala apa ya?
Cra bedain antara diare disentri, sama muntaber apa, dok?
jazaakilaah khoyroo

Gejala tambahan: dsertai sakit perut, kdng sgt sakit spt melilit

#Unaees

Wa’alaikumussalam warahmatullah,
Selama tidak ada lendir dan darah pada tinja, maka kemungkinan besar hanya diare biasa yang disebabkan oleh virus> Klo disentri disebabkan oleh bakteri dan pada tinjanya terdapat lendir dan atau darah.

Anak saya umur 10 bln….kena muntaber sdh 2 hari disertai badannya hangat
Sudah saya bawa ke bidan, dr bidan diberikan puyer untuk mencret dan demamnya, serta diberikan miratrim untuk muntahnya.
Sekarang muntahnya sdh berhenti, suhu badannya jg sdh turun tapi mencret2nya masih ada…bawaanya ngantuk terus, klu sebelumnya bawaanya rewel terus aja….sudah tepatkah penangananya Dok ?? Trims.

#Sri Susanti
Saying sekali anti tidak menjelaskan sesering apa diare dan muntahnya, lalu apaka ada lender dan atau darah pada tinjanya. Kami tidak bisa memastikan apakah penanganannya udah tepat, karena obat yang diberikan bidan dalam bentuk puyer, sehingga tidak bisa diketahui apakah itu obat anti diare, antibiotic, atau hanya penurun panas saja. Terlepas dari obat apa yang diberikan, prinsip penanganan diare yang sangat penting adalah pemberian cairan. Ngantuk dan malas minum bisa menjadi pertanda dehidrasi.

assalamu’alaikum
maaf dok,sy ingn bertanya,apakah muntaber dpt menular pd byi berumur 1 bln?langkh terbaik apa yg hrus dilakukan jika salah satu anggota keluarga terkena muntaber,agar by tdk terkena muntaber?
makasi dok sblumnya..
wassalam

#Shana
wa’alaikumussalam
Muntaber bisa menular pada anak usia berapa pun, terlebih lagi pada bayi dan anak, karena system imunnya belum sempurna. Namun demikian, peru diperhatikan, bahwa pada bayi yang masih ASI eksklusif biasanya memang BABnya lebih sering, dan ini tidak bisa dikategorikan sebagai diare. Cara mencegah supaya tidak tertular adalah dengan menjaga kebersihan, terutama ibu bayi harus selalu cici tangan setelah menangani tinja dan ketika an menyusui. Terus berikan ASI, karena terbukti bayi yang minum ASI, lebih jarang mengalami diare dari bayi yang minum sufor.

assalamualaikum…
dokter mau tanya, keponakan saya usia 16 tahun,ini masuk hari ketiga BAB lebih dari 25 kali sehari, muntah hanya pd hari pertama. tapi BAB blm ada perbaikan, konsistensinya encer spt air dan ada darah….tes darah normal, tes fesesnya katanya hanya ada darah. oleh dokter diberi antibiotik(cilo….?),anti jamur, smecta, invomit,plus infus(sdh 2 hr dirs) dokter tidak menjelaskan diagnosanya apa,jd orgtuanya bingung,terlebih kok blm ada perbaikan…mohon pencerahan …maturnuwun

#Ade
wa’alaikumussalam
Dilihat dari gejala dan obat-obat yang diberikan di RS, kemungkinan diagnosis adalah disentri amoeba. Saran kami, banyak-banyaklah berkonsultasi dengan dokter yang menangani anak tersebut di RS, karena pasien punya hak untuk mendapatkan informasi tentang penyakitnya.

assalamu’alaykum..
mohon pencerahannya bu..

anak laki-laki ku sakit sejak Ahad 8 Januari lalu..
gejala: panas, muntah2, dan berak2..
tapi sejak selasa pagi, panasnya sudah mulai stabil bu..
muntah dan berak2nya masih..

makannya pun susah, minum sufor jg nda mau, kalau minum oralit harus dicampur air biasa..

ciri2 muntah: sering berupa lendir saja (mungkin karena kurang asupan makanan)

ciri2 pup nya: sempat cair (benar2 air, warna kuning keruh)..sekarang sudah mulai kental..

anaknya lemas bu..

saya takut sekali..

oya Ahad sorenya sudah sy bw ke DSA, tapi sepertinya belum ada perubahan yang signifikan

syukron bu

anakku umurnya 21 bulan bu

#Ineteni
Wa’alaikumussalam..Selama tidak ada lender dan darah pada tinja, kemungkinan besar diarenya karena infeksi virus. Terus berikan cairan rumah tangga (kuah sayur, dll), makan seperti biasa, dan minum oralit. Sebagai tambahan, cara membuat oralit (serbuk dalam kemasan sachet) memang dengan dilarutkan air biasa, bukan dicampurkan pada sufor (susu formula).

ohya bu..anakku umurnya 21 bulan

Assalamuallaikum…

Dokter mau tanya. Anak saya baru berumur 5 bulan 15 hari sedang mengalami buang2 air/pub yg lumayan sering, jg kadang muntah jk setelah diberikan susu sudah 1 hari ini & semalam baru ke dokter. Kebetulan sejak 4 bulan sudah tidak ASI eksklusif hanya mengandalkan susu Formula & ditambah MPASI buah & biskuit bayi.

Yg saya mau tanyakan Dok..:
1. Apakah gejala tsb dapat dikatakan sudah muntaber?
2. Jika ya, bagaimana metode yg tepat untuk bayi se usia anak saya?
3. Apa saja langkah langkah yg harus dilakukan saya sebagai ayah dalam kondisi anak saya seperti ini?
4. Sampai berapa lama gejala ini sembuh ke keadaan sediakala?
5. Langkah apa saja untuk menghindari gejala tsb ?
6. Jika pd saat diberikan obat anak saya dimuntahkan kembali, bagaimanakah cara untuk hal tsb diatasinya?

Demikian kiranya dok..yg saya mau tanyakan & mohon doanya untuk kesembuhan putra saya, atas jawaban & penjelasan dokter sy ucapkan banyak terimakasih.

Wallaikumsalam….

#Rachmadi
Jika tiap kali BAB selalu disertai muntah yang hebat, maka bisa dikategorikan muntaber, selama tidak ada lender dan atau darah, maka tidak diperlukan antibiotic. Langkah yang harus segera diambil adalah pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, terus berikan ASI dan lanjutkan MPASI. Untuk mencegah, bisa dengan menjaga kebersihan, terutama ibu bayi harus sering mencuci tangan setelah menangani tinja dan sebelum menyusui. Perhatikan juga kebersihan dalam pembuatan sufor (botol, dll). Jika anak angsung memuntahkan obat segera setelah diberikan, maka bisa diulang kembali. Tapi jika dimunta,hkan setelah 10 menit, maka tidak perlu diulangi kembali.

sangat berguna

fadilah sering keluar dari rumah saat hujan .Kemudian ,hari senin penyakit muntaber perut kembung saat muntah cairan.

Assalamuallaikum…
Putri saya berumur 1 tahun 8 bulan, 2 minggu yg lalu putri saya demam dan muntah slama 2 hari, kita tidak beri obat apapun hy istirahat yg cukup, kmudian dia sudah kembali normal..lalu minggu berikutnya (tepatnya seminggu yg lalu) dia muntah dan berak2 disertai dgn panas tinggi…kemudian saya sarankan ke istri utk dibawa ke dokter (karna kebetulan saya kerja di luar kota), dan dilakukan test darah, hasilnya negatif, tidak ada masalah..oleh dokter hy diberi obat, stlh 2 hari panasnya menurun, dan dia bs beraktivitas normal…tapi kemaren dia mulai demam dan muntah2 (muntah2nya udh 2 hari) semua makanan dan obat dimuntahkan,dan malam tadi panasnya 39 derajat dan tidak turun sampai jam 11 siang ini, sudah dibawa ke dokter dan disarankan utk rawat inap, yg ingin saya tanyakan gejala penyakit apakah ini dok?apakah berbahaya?dan adakah korelasi antara sakit 2 minggu yg lalu, seminggu yg lalu dgn hari ini? dan bagaimana penanggulangan yg tepat?..
mohon infromasinya dok, saya kuatir bgt
syukron bu dokter

Regards,
Erick

Aslkum, Dok..4hr sdh kondisi saya drop,hr prtama sy mengalami pusing & muntah2 setiap kl makan..hr kedua sdh tdk mual nmun stiap kl kencing jg kluar BAB cair berampas & berbusa..hingga hr ke 4 skrg,nmun sjak hr ke 3 bdan saya demam tinggi. Hr ke empat ini pnas sy sdh turun…hnya perut & punggung serta Bab disertai kencing msh brjlan.apakah itu muntaber?

Saya perut sakit perih melilit, mual, berak cair dan setelah berak ingin muntah, apakah saya muntaber juga?

assalamualaikum. anak saya umur 7.5 thn perutnya sakit sm eneg, kemudian muntah sm berak. semalam ini muntahnya 3x banyak sekali, beraknya 2x cair dan banyak seperti lg pipis. apakah ini berbahaya? bgm penanganan yg tpt?

Assalamualaikum,,
dok,, apakah benar sekarang ada vaksin untuk muntaber pd bayi?? vaksin apakah itu dan di berikan pd bayi usia berapa? apakah vaksin ini wajib ato hanya pelengkap imunisasi saja,, terima kasih.

assalamualaikum, anak saya umur 2 th sudah tiga hari ini muntah dan berak setelah di ksh obat 2 hr belakangan frekuensi muntah dan berak berkurang paling 2 kali dalam sehari, saya takut anak saya kena dehidrasi karena makan ngak mau munum juga sedikit, trus klau susu formula boleh dikasih nngak krna sdh ngak minum asi
mohon solusinya

assalamualaikum dok, anak saya umur 2 th sudah 3 hri ni muntah dan bab tapi frekuensi 2 hari terakhir sdh berkurang paling 1-2 kali dalam sehari, tapi makannya susah minum mau sekali-kali tapi tdk terlalu banyak saya tkut anak saya dehidrasi dan saya dah berusaha selalu ngasih minum, dan udah saya bawa k bidan hari pertama gejala, syukron bu dokter, saya khawatir banget klau anak saya dehidrasi setelah membaca artikel di atas(anaknya msh lemas,aktifitas juga berkurang hanya tiduran dan gendongan) syukron bu dokter, mohon solusinya

jam 01.30 malam sy browse n baca WP ini krn anak sy sedang terserang muntaber selama 2 hari…dsini sangat jelas infonya…terimakasih

assalamualaikum..
anak saya baru 7 bln,3 minggu yang lalu terkena diare akut dan dehidrasi berat, setelah seminggu dirawat dRS diarenya sembuh. empat hari kemudian anak saya kembali muntah2 dan BABnya sering sekali, BABnya sangat cair,bahkn terkadang sprti buang air kecil, sudah ke DSA tapi tdk kunjung mmbaik, skrg mulai tidak mau makan dan susah minum susu (sufor) juga sering mengantuk.
apakh anak saya muntaber dn bagaimana cara menanganinya?

Assalamu`alaikum
Saat ini saya sedang mengalami sakit muntah-muntah yg sering frekwensinya sampai habis isi perut ini.Terus perut terasa kembung, terasa penuh tak mau makan.Dan saya juga mengalami diare yg parah. Perlu diketahui penyakit ini timbul saat saya merenovasi kamar mandi saya sendiri.Kemarin saat kejadian saya cuma sarapan mie instan, toilet yg pastinya jorok.Terus saya punya history penyakit gejala typus (pernah opname di RS).Umur saya 36 tahun, karyawan swasta.Kira-kira apa yg menjadi pemicu sakit saya ini, agar saya bisa mencegahnya nantinya.Thanks, ats batuannya.

Ass.
Ma’af dok,saya mau tanya.
Anak saya bru berumur 2bln,
dan sekarang dia sedang sakit batuk dan waktu saya bwa k bidan,suhu badannya 36,2.
Tapi saat batuk,kadang sampai muntah.
Dan kalau mengejan waktu BAB biasanya smpai batuk2 dan kadang muntah.
Muntahnya itu mgkin krna batuknya itu dok.
Yg demikian apa bisa disebut sebagai gejala muntaber?
Terimakasih.

ass.. mau tanya dok .. anak saya umur 5 bulan mengalami berak cair sering hampit tiap jam kira2 kenapa yah..??? tp tidak muntah.. erima kasih dok mohon solusinya

assalamualaikum. . usia saya 20thun.
sudah 6hri ini saya diare.
sudh mnum diapet + entrostop.kdang diare brhenti.tpi kmudian dtang lgi.
pgi ini sya bab spt air tp msh ad ampas nya.
setelah itu saya muntah.
lemas dan prt saya skt dan tegang.
mhon pnjelasan. .syukron

anak saya 2 tahun 10 bulan,kena muntahber sdh 3 hari minum obat dari dokter umum,antibiotik,turunpanas dan obat mencret..panasnya adh ga,mencretnya jg sdh berkurang,tapi badannya masih lemas bgt,dan ga mau makn apa2..sya ksh sdkit dmi sdkit dia mau,tapi badannya ttp aja lemes,tdk ceria,mdj ngntuk,dan dia jg msh Asi,hnya saja Asi sya sdh sdkit..duh gmna ya?..makann apa yg cocok utk seusia dia,yg sekiranya dia mau memakannya..tlg ya.sy jdi khawatir bgt nih..mksh dok.

Salam…
Dok saya mau tanya anak saya kemarin tengah malam muntah2.. paginya setiap dikasih minum baik susu maupun air tidak lama dimuntahkan lagi dan berak 2 kali… kemudian saya bawa ke dokter dan sudah dikasih resep tp waktu diminumkan dimuntahkan lagi dan skr kondisinya pucat,lemas dan mengantuk… kira2 kenapa ya dok?
Oya sudah saya kasih oralit tp cuma diminum sedikit sekali thx

assalamualaikum dok.
3hr yg lalu saya muntah ama berak, dah gt perut melilit jg. udah saya bwa k dokter dan skrg ga berak ama muntah, cuman perut masi mual. obatnya apaan ya dok biar ga mual lg ? makasih dok.

lengkap sekali yaah info yang diberikan disinih,,
kita harus waspada/mencegah nya,, daripada harus mngobatinya :D

Bagi saring nya dong,bayi aku umur 10 bulan setengah beberapa hari ini dia batuk yg kadang2 ampe muntah , tapi 2 hari t’akir ini klo pup feses ya cair tp masih ada ampasnya , GMT ya naga tadinya ? Apa termasuk muntaber ?

asalamualaikum dok,
perkenalkan nama saya Ari Zenal, Usia 25 tahun, laki2
alhamdulillah saya menemukan blog dokter tentang muntaber
dok sy bab cair, ceritanya gini:
pada akhir2 ini cuaca hujan terus, seminggu sebelum terjadi bab cair ini, saya seperti biasa:
- pada hari sabtu tgl 27/01/2012 fitness dan minum susu l-man tapi yg sudah lama di simpan di kulkas liat dus nya blom kadaluarsa,
-terus wkt hari senin tgl 29/01/2012 sy ada panggilan test kerja di koprasi hari pertama test saya belum makan dari jam 8- 4 sore lo makan. ke esokan harinya terasa perih seperti kena magh lalau minum obat magh
-terus hari selasa tgl 30/01/2012 sy test ke 2 dan pd wkt itu saya makan pagi2 dan pulang jam 2 dan magh ga terasa lagi
-terus thari rabu tgl 31 test lagi dan sy blom makan lagi berangkat jam 8 pagi lom makan dan pulang test jam 10an lalu makan bubur dari bangun pagi sudah terasa ga enak lagi perut seperti magh gitu.
-terus setelah seminggu berlalu makan normal dan keluhan magh tidak ada lagi, namun pada hari senin tgl 4/02/2012 sy puasa, salahnya saya wkt mau maghrib ujan2an ke pasar beli es campur buat buka puasa.
- hari selasanya tgl 5/02/2012 sy kumpul2 di kmpus sama temen dan makan normal pagi2 tidak telat dan pas jam makan siang jam 12an kami pergi cari makan namun salahnya kami makan di emperan tepi jalan makan mie ayam yg harganya murah, wkt makan sy juga ragu2 dan pas minum tehnya terasa bau gt ga enak, namun karena lapar banget saya lahap saja, terus dari mie ayam kami ke mall beli minuman botol kemasan Minute Maid Pulpy Indonesia ada rasa baru anggur dan lidah buaya, saya beli dan langsung sy minum namun sesudah minum itu perasaan perut saya seperti kembung, kemudian setelah dari mall kami beli lagi kelapa ijo muda, dan sya habiskan lagi itu kelapa, nah sejak makan kelapa saya sudah terasa perut penuh dan pengen BAB dan didukung cuaca sudah mendung dan angin dingin saya buru2 pulang pada waktu itu jam 4 sore. sepulang dari itu saya berak cair tapi ada bukurnya, dan saya berak 2x pd hari itu.
- keesokan harinya bangun pagi2 pada hari rabu tgl 1/02/2012 perut saya kembung dan pengen BAB dan BAB nya cair lagi ada bukurnya sama kentut gitu, dan terus diisi makan perut terasa penuh dan seperti mau kentut tapi BAB cair lagi, dan kencing kuning sedikit lagi. dan pencegahannya sy banyak minum air teh pait anget.
-kemudian hari kamis-jumat tgl 2-3/ 02/2012, perut serasa normal namun BAB masih cari dan bebrukur/ ada ampasnya.
-pada hari sabtu, saya beli pocary sweet dan makan yg banyak namun terasa lagi perut kembung dan BAB lagi ada 4x dan saya langsung di kerokin punggung kata uwa saya masuk angin dan saya langsung ke dokter dan minum air teh pait anget tetap dilakukan.

kerasa mau BAB seperti ini:
- kalau sudah di isi makan perut bunyi kekerebekan kaya cacing lapar gt
-terus perut kembung dan kaya mau kentut tapi tidak kentut malahan BAB dulu BAB cair (cair warna kuning dan ampasnya hari selasa-jumat dan sabtu cuma BAB cair saja ga ada ampasnya)
-kentut kadang2 ada bau banget kaya yg masuk angin.
-kalau minum banyak, kencing jg banyak dan warna air kencing putih sekarang
-tidak ada rasa mules,
-tidak lemes/ lesu
-keringat ada, dingin
- mata cekung
-bibir geunteul/ hitam kaya yg dingin
-saya hanya makan bubur polos, roti tawar dan itu juga dikit2 karena perut suka bunyi kekerebekan dan suka kembung, dan setelah makan obat dari dokter perut ga terlalu kembung tapi bunyi kekerebekan masih ada tapi jauh/ dikit.

pertanyaan:
-penyakit itu disebabkan karena apa? apakah magh, virus/ bakteri e-colli/ apa?
-pencegahannya bagaimana seharusnya?
-makanan nya sebaiknya apa?

mohon di kirim ke email saya terima kasih: arz3n.indoneisa@hotmail.com

wasalam dok, makasih sebelumnnya

Wa’alaikumussalam, selama tidak ada lendir dan atau darah pada tinja, kemungkinan penyebabnya adalah virus. Yang terpenting adalah meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi. pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan makanan/minuman yang masuk ke tubuh kita dan sering mencuci tangan. Ketika mengalami diare dan muntaber, asupan cairan (termasuk kuah sayur, oralit) harus mencukupi, sedangkan makanan tetap harus diberikan seperti biasa. Hindari makanan pedas atau asam yang bisa mengiritasi pencernaan dan makanan yang menimbulkan mual.

assalamu’alaikum.,
saya punya adik yg umurnya 7 bulan..adik saya itu beberapa hari ini muntah dan juga diare.,setelah saya baca” di internet.,ternyata gejala yg dialami adik saya itu mengarah pada muntaber.
saya shock ketika membaca artikel akibat muntaber yg bisa menyebabkan kematian..
saya mau tanya apakah muntaber itu sangat berbahaya dan dapat meninggal??
saya takut dok., :’(

Wa’alaikumussalam. Yang paling berbahaya dari kasus diare dan muntaber adalah dampak berupa dehidrasi atau kekurangan cairan yang tidak tertangani. Selama penderita mendapatkan asupan cairan yang mencukupi, Anda tidak perlu khawatir. Untuk kasus dehidrasi yang tidak berat bisa dirawat di rumah dan tidak harus mondok di RS.

ass, dok sy mw tnya, sy pny anak umur 2th berak2 muntah trs udh 4hr, udh berobat tp gk kunjung baik jg, gmn solusinya dok?

Wa’alaikumussalam, solusi terbaik yang bisa dilakukan orangtua adalah dengan telaten melakukan rehidrasi (memberikan cairan untuk mengganti cairan tubuh yang keluar lewat feses/tinja dan muntahan) supaya kondisi anak membaik dan tidak mengalai dehidrasi/kekurangan cairan.

ass. wr.wb. saya berusia 28th.. sedang mengalami bab yang hanya keluar air..
sblm nya bbrp hari yg lalu hampir 1 minggu pusing2 trs terkadang timbul amat pusing dan membuat berat terasa kepalanya.. terkadang pusing itu hilang … setelah bbrp hari pusing.. saya muntah.. lalu d urut dan setelah d urut 3 hr yg lalu sampai sekarang BAB semakin sering dan hanya air yg keluar.. makan pun tak selera,, punggung terasa sakit dan perut pun sakit.. lemas dan yang di tanyakan apa gejala atau penyakit yg saya alami ya,, terima kasih sebelum nya wss.

asalamuallaikum
saya mauu tanya
penderita diare yg bru smbuh perlu ap…..?

ass. dok. ibu saya berusia 79 tahun.
perutnya kembung terus disertai diare dengan feses yang sedikit2.
terkadang munculnya lendir berwarna kuning.
sbelumnya ibu saya didiagnosis menderita flek paru dan jantung koroner.
obat flek paru sudah habis dan ibu saya sudah tidak batuk. sesak di dada juga sudah tidak ada. obat jantung chloropedogrel yg ada efek samping perut kembung sudah dihentikan.
tp perut ibu saya tetap kembung dan bab nya sedikit2..
periksa k salah satu dokter rumah sakit swasta dianya seperti bingung dan mengatakan ini bukan disentri meski feses ada sedikit darah, dan dalam tes darah ada kekurangan protein.
skr ibu saya dah d rumah dan kondisinya blm membaik.
mhn solusinya dok..
terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bedah Buku

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: