Muslimah dan Kesehatan

Benjolan pada Payudara, Berbahayakah?

Posted on: 20/05/2011

Salah satu gangguan pada organ payudara yang sangat mengganggu adalah adanya benjolan. Setiap wanita, terutama yang sudah baligh, biasanya akan menyadari ketika ada sesuatu yang tidak wajar pada payudaranya. Namun demikian, apakah adanya benjolan selalu menandakan adanya sesuatu yang tidak beres dan perlu diwaspadai? Pada kesempatan ini, akan dikupas tentang benjolan pada payudara dan apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang wanita ketika mendapati adanya benjolan pada payudaranya.


Apa Saja Kemungkinannya?

Adanya perubahan dalam jaringan payudara yang membuatnya terasa berbeda dengan jaringan di sekitarnya, terkadang membuat kaum wanita bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada payudaranya. Perubahan tersebut bisa berupa adanya satu atau lebih gumpalan di payudara yang bisa teraba sakit atau tidak. Beberapa kemungkinan ketika seorang wanita mendapati benjolan pada payudaranya, yaitu:

  • Kista

Benjolan payudara yang muncul di akhir siklus haid, umumnya kista yang tidak berbahaya. Setelah masa haid, jenis benjolan ini biasanya menghilang. Kista payudara adalah kantong berisi cairan yang cenderung membesar di akhir siklus haid, ketika tubuh menahan lebih banyak cairan. Ukuran kista ada yang kecil, dan ada yang besar sampai sebesar telur. Jika dipijat, kista bisa sedikit berubah bentuk dan sebagian besar bisa bergerak di bawah kulit. Adanya penyumbatan atau melebarnya saluran pada jaringan payudara yang mendasarinya bisa menjadi penyebab terjadinya kista. Kista biasanya muncul di usia 40 tahunan, yaitu beberapa tahun sebelum memasuki masa menopause. Karena biasanya kista akan menghilang setelah menopause, maka kemungkinan perubahan hormon pada ovariumlah yang menyebabkan perubahan ukuran pada kista.

  • Payudara Fibrosistik

Payudara fibrosistik lebih sering terjadi pada wanita usia 20-30 tahunan. Kondisi ini juga disebut perubahan fibrosistik, mastitis sistik kronis atau penyakit payudara jinak. Dalam kondisi ini, pertumbuhan atau proliferasi jaringan penghubung fibrosa dan salurannya, dikombinasi dengan pertumbuhan kista, membuat jaringan kelenjar payudara menebal. Penebalan jaringan ini biasanya lebih terasa di bagian atas, dan wilayah luar payudara. Kondisi ini juga terkait dengan adanya variasi kadar hormonal selama siklus haid dan bisa terasa sakit.

  • Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah gumpalan payudara yang bukan kista maupun kanker (adenomakarsinoma). Tumor jinak ini paling sering berkembang pada tahun-tahun pertengahan usia produktif (usia subur/masih bisa melahirkan). Fibroadenoma terasa seperti massa padat, licin, kuat, dan elastis, dengan bentuk yang jelas. Fibroadenoma juga bisa digerak-gerakkan di bawah kulit. Fibroadenoma berkembang ketika jaringan ikut bertumbuh di dalam kelenjar atau lobule payudara.

Selain ketiga jenis benjolan payudara di atas, ada yang disebabkan oleh karena infeksi atau perdarahan akibat cedera atau disebut juga hematoma. Selain itu, ada pula benjolan yang disebabkan tumor atau jaringan berlemak yang disebut lipoma. Bisa juga karena adanya papiloma intraductal (tumor kecil yang bukan kanker/jinak yang tumbuh dalam saluran susu di payudara di dekat puting), terutama jika ini menyumbat saluran, sehingga menimbulkan kista. Semua kondisi tersebut tidak bersifat kanker, sehingga sifatnya tidak ganas.

Berbahayakah Benjolan Pada Payudara?

Kebanyakan benjolan pada payudara tidak bersifat ganas (kanker). Benjolan jinak biasanya tidak membahayakan, hanya terkadang terasa tidak nyaman saja. Namun, bagaimanapun juga semua benjolan harus dianggap serius sampai benar-benar dinyatakan itu bukan kanker. Beberapa benjolan payudara, seperti fibroadenoma yang kompleks misalnya, bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Menurut hasil penelitian terakhir, sebagian besar payudara fibrosistik tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Meskipun demikian, pada wanita dengan payudara berbenjol-benjol (banyak gumpalan) lebih sulit mendeteksi adanya tumor ganas/kanker. Oleh karena itu, hendaknya tetap memeriksakan diri ke dokter setiap ada perubahan atau penebalan ketika melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) setiap bulannya. Meskipun kebanyakan gumpalan pada payudara tidak berbahaya. Namun karena ada juga yang berbahaya, maka penting untuk tetap memeriksakannya ke dokter.

Bagaimana Cara Melakukan Sadari?

Kebanyakan kasus kanker payudara dapat diketahui sejak dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Mulai usia 20 tahun, setiap wanita dianjurkan untuk memeriksa payudaranya sendiri sebulan sekali untuk mendeteksi adanya benjolan mencurigakan pada payudara. Jika belum mengalami menopause, waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan adalah beberapa hari setelah berakhirnya haid, karena pada waktu itu payudara sudah tidak begitu peka lagi atau membengkak. Namun bagi yang sudah menopause/tidak haid lagi, tentukan saja satu tanggal dan lakukan pemeriksaan secara teratur di tanggal tersebut setiap bulannya. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Berdiri dengan telanjang dada di depan cermin. Dengan kedua lengan di samping, perhatikan apa ada bagian yang menjadi cekung atau bagian yang tertarik ke dalam, atau adanya perubahan ukuran, ataupun bentuk. Pastikan bahwa puting tidak masuk ke dalam, kecuali kalau memang sejak dulu puting payudara masuk ke dalam (bawaan lahir). Letakkan kedua tangan pada pinggul, kemudian letakkan di belakang kepala. Periksa kalau ada tanda-tanda yang sama di setiap sisi.
  2. Berikutnya, masuklah ke kamar mandi, basahi, dan sabuni payudara. Letakkan tangan kiri di belakang kepala, dan periksalah payudara kiri dengan tangan kanan. Anggaplah permukaan payudara seperti sebuah jam, dan letakkan tangan kanan pada posisi pukul 12, pada bagian atas payudara kurang lebih 1 cm di bawah tulang selangka (clavicula). Datarkan telapak tangan, kemudian dengan ujung-ujung jari secara bersama menekan disertai dengan penekanan oleh telapak 3 jari yaitu jari tengah, jari manis, dan telunjuk (bukan ujung jari), lakukan gerakan melingkar kecil, dan rasakan apakah teraba benjolan. Pada setiap posisi lakukan sedikit penekanan ringan, sedang dan tekanan yang dalam. Selanjutnya, gerakkan tangan menuju pukul 1, pukul 2, dan seterusnya. Ketika kembali ke posisi pukul 12, geser ujung jari ke dekat puting payudara (sekitar 1 cm) dan ulangi gerakan yang sama. Lakukan putaran di dalam lingkaran pertama, kemudian buat lingkaran yang lebih kecil lagi. Lanjutkan dengan menggunakan pola yang sama, hingga setiap bagian payudara termasuk puting sudah diperiksa.
  3. Untuk memeriksa cairan yang keluar dari puting, buatlah bentuk V dengan ibu jari dan jari telunjuk, lalu letakkan di bagian kiri dan kanan puting payudara. Tekan ke areola (bagian gelap melingkar di sekitar puting) dan perlahan-lahan tari ke atas. Kemudian ubahlah posisi V tadi, sehingga ibu jari dan telunjuk masing-masing terletak pada areola di atas dan di bawah puting susu. Tekan dan perlahan-lahan tarik ke atas. Kemudian ubahlah posisi V tadi, sehingga ibu jari dan telunjuk masing-masing terletak pada areola di atas dan di bawah puting susu. Tekan dan perlahan-lahan tarik ke atas. (Prinsipnya lakukan pemencetan puting secara berhati-hati dan perhatikan apakah ada cairan atau darah yang keluar dari puting itu).
  4. Akhiri dengan memeriksa wilayah terdekat dengan payudara, yaitu di bawah ketiak, karena disitu juga terdapat jaringan payudara dan kelenjar getah bening yang menyalurkan cairan getah bening ke dalam jaringan payudara.
  5. Ulangi seluruh prosedur dengan menggunakan tangan kiri di payudara kanan.
  6. Setelah selesai mandi, tidurlah telentang dan periksalah payudara sekali lagi. Untuk memeriksa payudara kanan, letakkan bantal kecil di bawah bahu kanan dan tempatkan tangan kanan di bawah kepala, dan lakukan penekanan dalam gerakan melingkar seperti yang telah disebutkan di atas. Untuk memeriksa payudara kiri, letakkan bantal kecil di bawah bahu kiri dan sekali lagi secara merat meraba seluruh payudara untuk mencari kalau-kalau ada benjolan.
  7. Jika payudara yang biasanya berbenjol karena perubahan fibrosistik, catatlah berapa banyak benjolan yang ada, dimana lokasinya, dan ukurannya. Setiap bulan, periksalah untuk mengetahui adanya perubahan. Jika sudah mengenali dengan baik bagaimana payudara Anda, maka jika suatu saat merasa ada benjolan baru, atau benjolan bertahan selama 2 atau 3 siklus haid, atau yang ukurannya semakin membesar, maka segeralah periksa ke dokter.

Perawatan Sendiri

Selain tindakan yang dilakukan oleh dokter terkait dengan adanya benjolan pada payudara, tindakan merawat diri sendiri ternyata juga cukup bermanfaat, seperti misalnya:

  • Gunakan BH dengan ukuran yang sesuai dengan payudara untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Hentikan kebiasaan merokok dan kurangi konsumsi kafein (seperti yang terdapat pada kopi dan teh). Meskipun belum terbukti jelas, beberapa wanita melaporkan bahwa benjolan mereka mengecil setelah mereka menghentikan kebiasaan merokok dan mengurangi konsumsi kafein.
  • Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E karena berkhasiat sebagai anti oksidan. Antioksidan ini dapat dijumpai pada bahan makanan alami maupun suplemen. Vitamin A banyak terdapat pada kuning telur, hati, susu, mentega, sayuran warna hijau, tomat, kol, dan selada. Vitamin C dapat diperoleh dengan mengonsumsi buah segar berwarna kuning atau merah, seperti jambu biji, jeruk, tomat, dan anggur serta sayuran hijau seperti brokoli dan bayam. Vitamin E banyak terdapat pada kacang-kacangan, sayur dan buah.
  • Mengurangi pajanan radikal bebas (polusi udara, asap rokok, radiasi TV dan komputer, bahan-bahan kimia serta kesibukan hidup yang tinggi).
  • Olahraga secara teratur dan pertahankan berat badan yang ideal.

Biasakan Hidup Sehat

Bagi seorang wanita, apalagi yang sudah menikah dan mempunyai anak, tentu saja banyak sekali pekerjaan dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Kesibukan yang tinggi dan banyaknya pajanan radikal bebas dalam kehidupan sehari-hari membawa dampak yang cukup besar bagi kesehatan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi seorang wanita untuk menyempatkan berolahraga dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Seorang wanita juga dituntut untuk bisa memanajemen perasaan dan emosinya karena kondisi psikologis (kejiwaan) yang tenang dan bebas stres juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Semoga penjelasan yang telah disampaikan dapat bermanfaat, terutama bagi kaum wanita.

Penulis: dr. Avie Andriyani

Referensi:

  1. Scott C. Litin, M.D (editor), Berbagai Gangguan Pada Payudara, Buku Mayo Clinic, Family Health Book Edisi kelima, Tahun 2009, Penerbit PT Intisari Mediatama, Jakarta.
  2. Dr. Toni Smith, dr. Sue Davidson, Masalah-Masalah Payudara, Buku Dokter di Rumah Anda, Tahun 2009, Penerbit Dian Rakyat.

© 2011. Artikel http://ummushofiyya.wordpress.com

About these ads

33 Tanggapan to "Benjolan pada Payudara, Berbahayakah?"

I Like It. . ..
:-)

istri saya sedang menyusui..sudah 1 bulan ini terdapat gumpalan diatas puting,terasa sakit bila di tekan..solusi nya bagaimana ya? apakah berbahaya?

#Miftah
Gumpalan pada payudara ibu menyusui yang nyeri jika ditekan, biasanya akibat bendungan/kumpulan ASI yang tertahan dalam saluran susu. Untuk mengatasinya, ibu bisa memijat lembut bagian yang menggumpal dan melakukan kompres hangat dan dingin secara bergantian. Selain itu, hindari penggunaan BH yang terlalu ketat, jangan menekan payudara dengan jari selama menyusui, dan usahakan mengosongkan payudara tiap kali menyusui atau mengeluarkan ASI tiap selesai menyusui jika payudara masih terasa penuh.

ini sangat bermanfaat sekali :)
terimakasih banyak :)

Assalamu’alaikum,um…saya wnta usia 22 th,lagi menyusui…6 bulan habis melahirkan diketahui ada benjolan di payudara kiri bagian atas, setelah di USG hsil’y kista mammae sinistra.apakah kista ini berbahaya, lalu apakah saya masih boleh memberikan ASI? Syukron

wa’alaikumussalam, kebanyakan kista pada payudara tidak berbahaya bu. Untuk lebih jelasnya bisa dikonsultasikan lagi pada dokter yang melakukan USG, seperti berapa ukuran kista dan apakah letaknya menekan saluran susu. Jika ASI keluar dengan lancar dan bayi kuat menyusu, insyaAllah tidak apa tetap menyusui

as…sy wanita 27 tahun,lagi menyusui (sudah 9 bulan). dlam beberapa bulan terakhir ni sy sering demam,tp slalu di ikuti dengan adanya benjolan kecil dibawah ketiak kiri.jika diraba pelan tidak terasa,tp harus ditekan kuat barulah terasa.kalo ditekan benjolannya emang terasa agak sakit.lo sakit pada benjolan hilang,demam sy jg ilang.
pertanyaan sy berbahayakah benjolan itu? bagaimana dengan asi sy?
syukron atas balasannya

benjolan kecil di bawah ketiak merupakan limfonodi atau kelenjar getah bening, yang memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh seseorang ketika terjadi infeksi. Pada beberapa orang, limfonodi bisa dengan jelas teraba ketika sedang mengalami infeksi, sakit, atau kecapekan. Hal ini tidak berbahaya dan merupakan suatu hal yang alami dan tidak perlu khawatir untuk tetap menyusui.

ass. ibu saya mempunyai benjolan di payudaranya mula2 seperti bisul tetapi skrng malah prcah dan berdarah bagai mana solusinya?

wa’alaikumussalam, jika benjolannya terletak di luar permukaan kulit payudara dan saat ini sudah pecah, kemungkinan itu furunkel atau bisul biasa. Keluarkan nanah dan darahnya sampai bersih kemudian oles dengan salep antibiotik. Namun, jika Anda ragu, sebaiknya dibawa ke dokter untuk diperiksa secara langsung.

assalamualaikum, saya perempuan berusia 23 tahun dan belum menikah. sekitar 6 bulan yang lalu saya menemukan benjolan di daerah payudara kiri saya (dekat ketiak). cukup nyeri saat haid. setelah memeriksakan diri ke 2 dokter dinyatakan tidak ganas dan alhamdulillah sudah tidak nyeri saat haid. saat ini saya mengkonsumsi suplemen vit c dan e setiap hari. perawatan lagi seperti apakah untuk menjaga kesehatan payudara saya ? terima kasih

wa’alaikumussalam, yang penting Anda menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan SADARI

assalmmu’alaikum

saya ika umur 23 blm menikah,sdh 1 mnggu ini bagian bawah payudara sblah kiri trdpt benjolan keras segede kacang…apakah brbahaya?trimakasi sblmnya,wassalam.

wa’alaikumusaalam. Berbahaya atau tidaknya harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, untuk itu saya sarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan muslimah di kota Anda

Saya wanita berusia 37 thn,di sekeliling puting terdpt benjolan lembut sebesar jerawat,tp tidak ada kel apa2,apakah berbahaya? Trmksh

Mungkin maksud Anda di daerah areolla ya (lingkaran hitam seputar puting), Insyaallah tidak mengapa.

Saya lisa,
Mau tanya, bentuk puting saya dua2nya masuk kedalam dan ditengah putingnya terdapat benjolan kecil di kedua puting saya, tp tidak terasa sakit, apakah itu termasuk gejala kangker?

Benjolan saja tidak kemudian berarti kanker, sebaiknya diperiksakan ke dokter kandungan muslimah di kota Anda. Kemungkinan benjolan itu tonjolan kelenjar dari payudara saja

saya ibu umur 22 tahun sblm melahirkan dipayudara saya ngga ada benjolan tapi setelah melahirkan benjolan itu muncul tapi tidak terasa sakit…. apa ini berbahaya dan merupakan kanker

sudah diperiksakan belum bu? soalnya saya mengalami nasib yang sama.

bemanfaat sekali ini infonyaa..
saya suka takut klo ada benjolan didaerah payudara.
thx for your info umi :D

saya mau bertanya… ada benjolan dipayudara kanan saya, benjolannya itu sebesar telur puyuh kira-kira, itu keras dan jika diraba/ dipegang dia akan pindah,, itu apa yah..tolong dibls

Untuk memastikan bisa dengan USG payudara ke dokter kandungan muslimah di kota Anda

assalamualaikun..
Nama sy elly,brumur 23 blm menikah, payudara saya besar sebelh,y9 besar yg kanan,sdangkan diataz payudara sya kalau dipegan9 trasa skit,yg sy mau tnyakn,apakh brbhya dn9n bsar sblh pyudara sya? Dan apa penyebabnya?

Besar sebelah merupakan hal yang dialami sebagian wanita. Ada yang karena aktivitas, karena menyusui (bayi lebih suka yang sebelah), atau karena memang bentuk antaomis bawaan. Namun jika Anda mengalami nyeri yang mengganggu, sebaiknya diperiksakan ke dokter muslimah

saya sriani,apa yang terjadi jika pnyakit kelenjar payudara di biarkan saja atau tdk segera di obati………………….???

Jika penyakitnya ganas tentu saja bisa berbahaya, semisal kanker payudara yang jika dibiarkan saja akan mengalami metastase dan menjalar ke organ lainnya

ad benjolan dibawah ktiak seblah kiri kdang trasa sakt klo branya terlalu sempit i2 benjolan apa y.? dan kalo dlepas branya udh ngk sakit ??

Lakukan “SADARI” secara teratur, dan jika ternyata benjolan tersebut tidak mengecil dan bahkan terasa nyeri dan mengganggu, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Benjolan pada payudara tidak selalu ganas (Anda bisa membaca kembali artikel “Benjolan pada payudara”), jadi jangan terlalu khawatir.

aku mau tanya dong ibu saya mau operasi besok.karena ada benjolan di payudara,kira2 berbahaya g yaa.terus untuk tindakannya melakukan operasi kecil atau besar yaaa.trims

Operasi untuk mengangkat benjolan pada payudara merupakan operasi besar, maksudnya adalah mengguanakan anestesi/bius total. Berbahaya atau tidaknya akan dipastikan dengan memeriksa jaringan yang diangkat dengan pemeriksaan PA (Patologi anatomi) di laboratorium.

aslkm, nama saya halimah. umur 25th blm menkh. saya br sadar ketika usia 18th payudara saya lbh bsr yg kiri n trdpt benjolan dike2nya. sudah di medical chek up oleh dokter dgn dilht dan dipegang tp tdk terdeteksi. apakah itu hanya kelenjar susu. jzklh

wa’alaikumussalam. Jika memang sudah dicek oleh dokter dan dinyatakan normal, maka kemungkinan memang hanya kelenjar yang membesar pada saat tertentu seperti ketika menjelang haid. Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan rutin melakukan “SADARI” dan memeriksakannya kembali ke dokter jika ditemukan gejala benjolan makin membesar, bertambah jumlahnya, atau sangat nyeri dan mengganggu. Untuk masalah payudara yang besar sebelah hendaknya tidak terlalu dirisaukan karena hal itu terkadang dialami oleh sebagian wanita dan merupakan masalah anatomis biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buah Pena-ku

Panduan Kesehatan Wanita
Roses_new pink

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: