<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muslimah dan Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://ummushofiyya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummushofiyya.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 14:11:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ummushofiyya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f4322ec090a6e02cf4e03b791c06f28b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Muslimah dan Kesehatan</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ummushofiyya.wordpress.com/osd.xml" title="Muslimah dan Kesehatan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ummushofiyya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI)</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2012/01/23/mpasi/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2012/01/23/mpasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 02:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan dan Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[Seperti telah kita ketahui bersama, ASI atau Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bagi bayi. Dianjurkan untuk menyusui ASI eksklusif yaitu ASI saja tanpa makanan tambahan lain selama 6 bulan. Setelah 6 bulan, ibu bisa memberikan tambahan berupa makanan pendamping ASI (MPASI) dengan tetap memberikan ASI hingga anak genap berusia 2 tahun. Pada kesempatan kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=560&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2012/01/mpasi.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-561" title="mpasi" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2012/01/mpasi.jpeg?w=480" alt=""   /></a>Seperti telah kita ketahui bersama, ASI atau Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bagi bayi. Dianjurkan untuk menyusui ASI eksklusif yaitu ASI saja tanpa makanan tambahan lain selama 6 bulan. Setelah 6 bulan, ibu bisa memberikan tambahan berupa makanan pendamping ASI (MPASI) dengan tetap memberikan ASI hingga anak genap berusia 2 tahun. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai beberapa hal penting seputar makanan pendamping ASI supaya kita bisa memberikan yang terbaik bagi buah hati kita.<span id="more-560"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Kebutuhan Bayi Makin Meningkat </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seiring dengan semakin bertambahnya usia, keterampilan dan perilaku bayi semakin beragam. Tentu saja, kita sebagai orangtua akan bahagia dengan kemajuan tersebut. Namun demikian, jangan lupa bahwa kebutuhan bayi juga makin meningkat. ASI hanya memenuhi kebutuhan gizi bayi sebanyak 60% pada bayi usia 6-12 bulan. Sisanya harus dipenuhi dengan makanan lain yang cukup jumlahnya dan baik gizinya. Apalagi, kemajuan perkembangan indera perasa bayi sangat pesat setelah berusia 6 bulan, sehingga mereka bisa merekam aneka rasa bahan makanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai orangtua, kita perlu mengetahui bahwa usia bayi 6-12 bulan merupakan dasar bagi kemampuannya mengonsumsi berbagai jenis makanan untuk periode usia selanjutnya. Pemberian makan pada bayi harus bertahap, disesuaikan dengan perkembangan keterampilan makan bayi. Hal ini bertujuan supaya tidak muncul masalah kesulitan makan di kemudian hari.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Saat yang Tepat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada usia 6 bulan, rongga mulut mulai terbentuk dan bayi mulai melakukan gerakan seperti mengunyah, menggerakkan lidah dari depan ke belakang, dan mulai menunjukkan ketertarikan pada makanan. Pada usia ini, sangat tepat untuk mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI. Saluran pencernaan bayi pada usia ini juga sudah mulai berfungsi dengan baik dan siap menerima makanan lain selain air susu ibunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanda bayi telah siap menerima makanan tambahan antara lain bayi sudah bisa menegakkan kepalanya sendiri tanpa bantuan dan bayi sudah tidak punya reflek  mengeluarkan makanan yang masuk ke mulutnya. Pertanda lainnya adalah ketertarikan bayi pada makanan yang ditunjukkan dengan memasukkan apa saja menggunakan tangannya ke dalam mulut dan bayi masih lapar walaupun sudah minum ASI.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengapa Perlu Diberikan Makanan Pendamping Asi?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menginjak usia 6 bulan, sudah perlu diberikan makanan pendamping ASI. Hal ini memiliki beberapa tujuan, antara lain:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Melengkapi zat-zat gizi yang kurang dalam ASI. Kebutuhan anak makin meningkat sehingga setelah usia 6 bulan tidak cukup hanya diberi ASI saja.</li>
<li>Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan tekstur.</li>
<li>Mengembangkan kemampuan bayi mengunyah dan menelan.</li>
<li>Beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan makanan yang mengandung kadar energi tinggi.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa yang Perlu Diperhatikan? </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita bisa merujuk pada beberapa pedoman dan catatan berikut ini supaya pemberian makanan pendamping ASI bisa berjalan dengan baik:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Berikan makanan pendamping ASI secara hati-hati, bertahap, sedikit demi sedikit, mulai dari bentuk yang encer secara berangsur-angsur kemudian baru ke makanan yang lebih kental. Awali dengan bubur susu, setelah itu jus buah, dilanjutkan dengan tim saring, kemudian tim cincang, baru kemudian makanan lain yang lebih padat.</li>
<li>Perkenalkan makanan satu persatu, dengan memperhatikan bahwa makanan benar-benar bisa diterima dengan baik. Jangan dulu mencampur dua atau lebih makanan dalam sekali penyajian, tapi berikan dulu satu jenis bahan makanan selama tiga sampai empat hari berturut-turut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah bayi alergi terhadap bahan makanan tersebut. Apalagi jika memang ada riwayat alergi makanan pada orangtua atau anggota keluarga yang lain. Disamping itu, bila pemberian berbagai jenis makanan diberikan sekaligus bersamaan, maka memori rasa tiap jenis makanan tidak akan terlatih. Kelak, si kecil akan sulit mengonsumsi makanan yang beraneka ragam. Setelah bayi mulai terlatih, kita boleh mencampur aneka macam makanan pendamping ASI.</li>
<li>Mulailah dengan memberikan sereal berbahan dasar beras, karena kemungkinan alerginya paling kecil. Baru kemudian berikan sayur dan buah-buahan. Usahakan memberikan sayuran dulu baru buah karena jika anak sudah mengenal dan menyukai rasa manis buah, anak akan cenderung menolak ketika diberi sayuran yang biasanya agak langu.</li>
<li>Makanan yang memiliki kemungkinan menimbulkan alergi, biasanya protein hewani, sebaiknya tidak diberikan terlalu dini. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca kembali tentang ”Alergi Makanan” pada majalah As-Sunnah edisi 02/ tahun XI/1428 H/2007M.</li>
<li>Cara memberikan makanan pada bayi mempengaruhi perkembangan emosional dan kejiwaannya. Oleh karena itu, jangan dipaksakan tapi hendaknya kita memberikan makanan saat bayi benar-benar lapar.</li>
<li>Jika bayi sangat menyenangi makanan tertentu, jangan berikan makanan tersebut terus-menerus. Berikan sebagai variasi sehari sekali meskipun makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang baik. Jika kita ikuti kemauan bayi, dikhawatirkan pemberian makanan yang sama secara terus-menerus akan menimbulkan kebosanan. Disamping itu, bayi menjadi pemilih makanan dan tidak mengenal variasi makanan yang lain.</li>
<li>Kalau bayi menolak makanan tertentu, ganti dengan yang lain dengan tetap memperhatikan penganekaragaman jenis bahan makanan. Jika sudah berjalan beberapa lama, coba lagi berikan makanan yang ditolak anak, tentu saja dengan hati-hati dan tidak memaksa. Jika tetap tidak mau, ganti makanan tersebut dengan makanan lain dengan kandungan gizi yang sama atau mendekati.</li>
<li>Jika si kecil sudah mengatupkan mulutnya rapat-rapat atau memalingkan wajahnya dari sendok, itu pertanda sudah kenyang maka sebaiknya kita berhenti menyuapi anak dan tidak memaksanya makan.</li>
<li>Ibu perlu bersabar dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Biasakan anak untuk duduk dengan tenang sambil menikmati makanannya.</li>
<li>Jika anak sulit makan, cari tahu sebabnya dan segera atasi. Jangan sepelekan kesulitan makan pada anak karena bisa menyebabkan asupan gizi menjadi kurang yang pada akhirnya akan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Untuk lebih jelasnya, bisa disimak kembali pembahasan tentang ”Sulit Makan pada Anak” di majalah As-Sunnah edisi 03/ tahun XI/1428 H/2007M.</li>
<li>Berikan makanan pendamping ASI dengan menyendokinya. Jangan menggunakan botol susu karena bisa mendorong bayi jadi makan berlebihan dan menyebabkan bayi tersedak.</li>
<li>Jangan menambahkan garam pada makanan bayi karena ginjal bayi belum siap menerima dan mengolah garam.</li>
<li>Jangan menambahkan penyedap rasa (vetsin, MSG/monosodium glutamat) pada makanan bayi.</li>
<li>Usahakan tidak menambahkan gula ke dalam makanan bayi. Jika terpaksa, pilihlah jenis gula fruktosa dibanding gula sukrosa. Fruktosa merupakan gula sederhana yang secara alami terdapat di dalam buah.</li>
<li>Jangan lupa untuk selalu mencuci peralatan makan bayi dan bahan-bahan makanan (sayur, buah, dan lain-lain) yang akan diberikan pada bayi.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Pilih yang Alami dan Berkualitas</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hendaknya kita memilih bahan-bahan untuk makanan pendamping ASI dari sumber yang alami. Daripada membeli makanan instan, akan lebih baik jika kita meracik dan memasak sendiri makanan untuk buah hati kita. Dengan begitu, akan lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya karena tanpa tambahan bahan pengawet, penyedap rasa, bahan pewarna, dan bahan tambahan lainnya. Perhatikan juga variasi dan kelengkapan kandungan gizinya, karena akan berpengaruh pada pertumbuhan dan kecerdasannya. Oleh karena itu, luangkan waktu sejenak untuk menyiapkan makanan bergizi bagi anak kita. Tidak perlu ragu untuk bertanya pada dokter, ahli gizi, atau ibu lain yang berpengalaman. Bisa juga dengan banyak membaca buku tentang gizi dan kesehatan anak. Dengan begitu, insyaAllah kita akan mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan tentang gizi anak. Selamat mencoba, semoga Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> senantiasa melimpahkan nikmat kesehatan pada keluarga kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis: dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi 01/Thn XIII/Rabiul Tsani 1430H/April 2009M)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber:</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>dr. Zulfito M, Ayu Bulan, SKM, <em>Buku Pintar Menu Bayi</em>, Penerbit PT. Wahyu Media, Jakarta.</li>
<li>Tuti Soenardi, <em>Variasi Makanan Bayi</em>, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">© 2011. Artikel <a href="../2011/12/03/">http://ummushofiyya.wordpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=560&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2012/01/23/mpasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2012/01/mpasi.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">mpasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Sembarangan Minum Antibiotik</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/12/03/jangan-sembarangan-minum-antibiotik/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/12/03/jangan-sembarangan-minum-antibiotik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 10:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Beragamnya penyakit infeksi membuat kebanyakan orang segera berobat ke dokter meski hanya penyakit ringan. Rasanya tidak puas jika dokter tidak memberi obat apapun dan hanya memberikan penjelasan tentang penyakit dan perawatan sendiri di rumah. Tidak peduli apakah penyebabnya virus atau bakteri, kebanyakan orang akan lebih tenang ketika dokter meresepkan antibiotik. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=552&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/12/antibiotic_resistance.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-554" title="Antibiotic_resistance" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/12/antibiotic_resistance.gif?w=185&#038;h=300" alt="" width="185" height="300" /></a>Beragamnya penyakit infeksi membuat kebanyakan orang segera berobat ke dokter meski hanya penyakit ringan. Rasanya tidak puas jika dokter tidak memberi obat apapun dan hanya memberikan penjelasan tentang penyakit dan perawatan sendiri di rumah. Tidak peduli apakah penyebabnya virus atau bakteri, kebanyakan orang akan lebih tenang ketika dokter meresepkan antibiotik. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak tepat bukan hanya menghamburkan uang, namun juga akan berdampak buruk pada kesehatan. Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, kita dituntut untuk pro aktif dan kritis dengan pengobatan yang diberikan dokter, salah satunya adalah ketika dokter meresepkan antibiotik.<span id="more-552"></span></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Mengenal Antibiotik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Antibiotik merupakan substansi yang dihasilkan oleh mikroorganisme, yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lain. Antibiotik adalah obat yang digunakan dalam penanganan pasien yang terbukti atau diduga mengalami infeksi bakteri dan terkadang juga digunakan untuk mencegah infeksi bakteri pada keadaan khusus. Penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, karena penggunaan yang tidak sesuai indikasi justru akan menyebabkan resistensi (kebal) obat.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>Seperti Apakah Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pemakaian antibiotik yang tidak berdasarkan ketentuan (petunjuk dokter) menyebabkan tidak efektifnya obat tersebut sehingga kemampuan membunuh kuman berkurang atau bahkan menimbulkan resistensi. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik terjadi dalam situasi klinis yang sangat bervariasi, meliputi :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Pemberian antibiotik pada keadaan tanpa adanya infeksi bakteri.</li>
<li>Pemilihan antibiotik yang salah atau tidak sesuai diagnosis.</li>
<li>Dosis yang tidak tepat atau berlebihan.</li>
<li>Lama penggunaan antibiotik yang tidak tepat (menghentikan pengobatan sebelum waktunya karena merasa sudah sembuh)</li>
<li>Penggunaan obat antibiotik suntik yang berlebihan pada penyakit yang dapat disembuhkan dengan obat yang ditelan (oral).</li>
<li>Pengobatan sendiri oleh pasien dengan cara mengonsumsi antibiotik yang seharusnya diresepkan oleh dokter.</li>
<li>Penggunaan antibiotik berlebih untuk profilaksis (pencegahan) pada pembedahan bersih, khususnya pemberian antibiotik yang berlangsung lebih lama dari waktu yang direkomendasikan (kurang dari 24 jam pasca operasi).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"> Keadaan ini antara lain disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengetahuan dokter yang kurang, pengalaman masa lalu atau contoh dari kolega senior, harapan dan permintaan pasien, promosi industri farmasi, dan mudahnya pasien membeli antibiotik tanpa resep dokter.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:left;"><strong>Bahaya Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Efek samping yang sering terjadi pada penggunaan antibiotik adalah gangguan beberapa organ tubuh. Terlebih lagi bila diberikan kepada bayi dan anak-anak, karena sistem tubuh dan fungsi organ pada bayi dan anak-anak masih belum tumbuh sempurna. Gangguan organ tubuh yang bisa terjadi adalah gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan sumsum tulang, gangguan darah dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibat lainnya adalah reaksi alergi karena obat. Gangguan tersebut mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir atau kelopak mata, sesak, hingga dapat mengancam jiwa atau reaksi anafilaksis.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemakaian antibiotik berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur atau disebut <em>&#8220;superinfection&#8221;</em>. Pemberian antibiotik yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut <em>&#8220;superbugs&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Penggunaan antibiotik yang irasional menyebabkan bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah menggunakan jenis antibiotik ringan akan bermutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis antibiotik yang lebih kuat. Bila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar, suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis antibiotik yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini<strong>. </strong></p>
<p><strong> </strong>                                                                                          <strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Makin Dini, Makin Berisiko</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penggunaan antibiotik pada anak memerlukan perhatian khusus. Mengapa demikian? Bayi dan anak beresiko paling sering mendapatkan antibiotik, karena daya tahan tubuhnya yang lebih rentan sehingga lebih sering sakit. Padahal, seperti halnya obat pada umumnya, antibiotik memiliki efek samping yang bisa muncul jika penggunaannya tidak tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan antibiotik yang terlalu dini pada anak (usia kurang dari 1 tahun) terutama antibiotik yang berspektrum luas, meningkatkan resiko terjadinya asma pada anak. Sehingga dianjurkan untuk tidak memberi antibiotik terutama yang bersektrum luas kepada anak usia kurang dari 1 tahun apabila tidak sangat diperlukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Kapan Kita Memerlukan Antibiotik?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Indikasi yang tepat dan benar dalam penggunaan antibiotik adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri. Menurut CDC <em>(Centers for Disease Control and Prevention)</em>, indikasi pemberian antibiotik adalah:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Batuk dan pilek yang terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam hari dan pagi hari) yang berkelanjutan selama lebih dari 10-14 hari dan disertai dengan cairan hidung mukopurulen (kuning atau hijau). Bila batuk dan pilek yang berkelanjutan terjadi hanya pada malam hari dan pagi hari (bukan sepanjang hari) biasanya berkaitan dengan alergi atau bukan lagi dalam fase infeksi, sehingga tidak perlu antibiotik.</li>
<li>Bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas &gt; 39° C dengan cairan hidung purulen (kental), nyeri, bengkak di sekitar mata dan wajah.</li>
<li>Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur (pembiakan bakteri) yang membutuhkan beberapa hari untuk observasi.</li>
<li>Infeksi saluran kemih. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur urin. Setelah beberapa hari akan diketahui bila ada infeksi bakteri, berikut jenis dan sensitivitasnya terhadap antibiotik.</li>
<li>Penyakit tifus. Selain dari anamnesis (wawancara) dan pemeriksaan fisik, untuk mengetahui penyakit tifus perlu dilakukan pemeriksaan darah Widal dan kultur darah gaal.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Gunakan Antibiotik Secara Tepat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini beberapa tips penggunaan antibiotik yang benar, diantaranya:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Menggunakan  antibiotik hanya berdasarkan resep dokter, yaitu dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep.</li>
<li>Minum antibiotik sampai habis sesuai dengan petunjuk dokter dan jangan menghentikan sebelum waktu yang dianjurkan hanya karena merasa sudah sembuh.</li>
<li>Menanyakan pada dokter, obat mana yang mengandung antibiotik.</li>
<li>Jangan menggunakan atau membeli antibiotik hanya berdasarkan copy resep sebelumnya (tanpa periksa lagi ke dokter). Karena salah menggunakan antibiotik menyebabkan obat menjadi tidak efektif lagi dan bahkan bisa menimbulkan resisten (kebal) obat.</li>
<li>Pilek, batuk, dan diare umumnya tidak memerlukan antibiotik. Usahakan banyak minum, cukup makan makanan bergizi, dan istirahat. Jika demam lebih dari 3 hari, periksakan ke dokter.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penulis : dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi 07/Thn XV/ Dzulhijja 1432H/November 2011M</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>Referensi:</strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Kementrian Kesehatan RI. Buku Panduan <em>“Gunakan Antibi</em><em>o</em><em>tik Secara Tepat Untuk Mencegah Kekebalan Obat”</em>. Tahun 2011.</li>
<li>Prof. Iwan Dwiprahasto,<em> “Evidence Based Medicine Guide to Antibiotic Use”</em>. Buku <em>Clinical Updates, Practicing Current Issues in Medicine</em>. Tahun 2010. Penerbit Cendekia Press, Yogyakarta.</li>
<li><em>Simposium and Workshop “Pediatric Update”</em>, Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan I. Bagian Ilmu Kesehatan Anak UNS/RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Tanggal 26-27 Maret 2011.</li>
<li>James Chin, MD, MPH (editor). Buku <em>“Manual Pemberantasan Penyakit Menular”</em> Edisi 17. Tahun 2000. Penerbit American Public Health Association.</li>
<li>Sumarmo S, Buk<em>u Infeksi dan Penyakit Tropis Edisi 1,</em> Tahun 2002, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.</li>
</ol>
<p>© 2011. Artikel <a href="../">http://ummushofiyya.wordpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=552&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/12/03/jangan-sembarangan-minum-antibiotik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/12/antibiotic_resistance.gif?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">Antibiotic_resistance</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjaga Stamina Saat Musim Hujan Tiba</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/11/10/menjaga-stamina-saat-musim-hujan-tiba/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/11/10/menjaga-stamina-saat-musim-hujan-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 15:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Musim hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Musim hujan identik dengan udara dingin dan banyaknya genangan air dimana-mana. Dibutuhkan persiapan khusus ketika musim hujan karena biasanya banyak bermunculan berbagai macam penyakit, mulai dari flu yang ringan hingga demam berdarah, diare (mencret), dan muntaber (muntah dan berak). Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya jika kita melakukan usaha-usaha untuk menjaga stamina saat musim hujan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=547&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/11/hujan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-548" title="HUJAN" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/11/hujan.jpg?w=300&#038;h=188" alt="" width="300" height="188" /></a>Musim hujan identik dengan udara dingin dan banyaknya genangan air dimana-mana. Dibutuhkan persiapan khusus ketika musim hujan karena biasanya banyak bermunculan berbagai macam penyakit, mulai dari flu yang ringan hingga demam berdarah, diare (mencret), dan muntaber (muntah dan berak). Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya jika kita melakukan usaha-usaha untuk menjaga stamina saat musim hujan tiba. Karena dengan stamina yang prima, insyaAllah kita tidak mudah terserang penyakit.<span id="more-547"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Makan Makanan Bergizi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kunci supaya tubuh tetap sehat adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Apa yang masuk dalam tubuh kita memang sangat menentukan kondisi kesehatan tubuh. Jika makanan yang kita makan sudah mencukupi kebutuhan dalam tubuh, maka otomatis organ-organ tubuh kita akan berfungsi secara optimal. Sudah semestinya kita memperhatikan apa yang kita konsumsi sehari-hari. Idealnya, setiap hari kita makan makanan yang cukup jumlahnya dan lengkap gizinya. Jangan lupa menyertakan sayur dan buah untuk melengkapi menu harian kita. Satu hal yang perlu diingat, di musim penghujan biasanya banyak lalat berkeliaran. Maka hendaknya kita selalu menjaga dan menutup makanan atau minuman agar tidak dihinggapi lalat yang seringkali membawa banyak kuman penyebab penyakit.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Minum Air yang Cukup</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengonsumsi air yang cukup tidak hanya perlu dilakukan ketika cuaca panas. Pada musim hujan yang dinginpun kebutuhan air kita tetap harus terpenuhi. Minum air setidaknya 8 gelas sehari sangat baik untuk kesehatan disamping juga akan menghindarkan kita dari penyakit gangguan ginjal dan terbentuknya batu ginjal. Dan hendaknya selalu memasak air sampai mendidih sebelum kita minum supaya terhindar dari penyakit diare dan muntaber.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengonsumsi Vitamin C</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Vitamin sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Selain berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas yang berasal dari polusi udara dan asap rokok, vitamin C juga dipercaya bisa meningkatkan kekebalan (daya tahan) tubuh. Vitamin C tidak diproduksi oleh tubuh kita, oleh karena itu kita membutuhkan asupan vitamin C dari makanan atau minuman yang kita konsumsi. Kita memang bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi suplemen, namun vitamin yang didapat dari sumber aslinya jelas lebih baik. Vitamin C banyak terkandung dalam buah jeruk, tomat, dan buah-buahan berwarna cerah lainnya. Madu juga merupakan salah satu sumber vitamin C yang bagus untuk dikonsumsi sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Olahraga Teratur</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Olahraga juga ikut menyumbang peran dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Orang yang biasa berolahraga biasanya lebih bugar dan jarang sakit-sakitan. Oleh karena itu, hendaknya kita tetap membiasakan untuk melakukan olahraga walaupun hanya gerakan-gerakan ringan. Manfaat kegiatan fisik seperti olah raga banyak sekali, antara lain termasuk pengendalian berat badan, memperbaiki sirkulasi (peredaran) darah, perbaikan postur, meningkatkan kelenturan, menambah ketahanan tubuh (imunitas), serta memperbaiki keseimbangan. Luangkan waktu untuk berolahraga 20-30 menit setiap harinya dan lakukan 3 kali dalam sepekan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Menjaga Kebersihan Pribadi dan Lingkungan</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Di musim penghujan, genangan air menjadi pemandangan yang biasa kita jumpai di sepanjang jalan dan bahkan di lingkungan rumah kita sendiri. Maka tidak heran jika nyamuk senang sekali bersarang di sana. Penyakit demam berdarah biasanya mulai banyak terjadi ketika musim hujan. Untuk mencegah supaya nyamuk <em>aedes aegypty</em> (nyamuk berwarna belang hitam putih pembawa virus <em>dengue</em> penyebab demam berdarah) tidak bersarang di rumah kita, kita bisa melakukan beberapa usaha seperti mengubur barang bekas yang dapat menampung air (kaleng bekas, dan lain-lain), menguras tandon air (termasuk bak kamar mandi dan tempat penyimpanan air bersih), dan jangan lupa menutup ember atau wadah penampungan air. Sedangkan untuk pemberantasan jentik, bisa kita lakukan dengan pemakaian bubuk abate (1 sendok makan atau 10 gram abate untuk 100 liter air), dan ini bisa bertahan 2-3 bulan. Selain itu, kita bisa melindungi diri dengan memakai obat nyamuk, kelambu, atau mengoleskan lotion penangkal nyamuk. Sebagai catatan, <em>fogging</em> (pengasapan) yang kadang dilakukan di lingkungan rumah kita hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Satu pekan setelah <em>fogging</em>, jentik-jentik nyamuk yang tidak ikut mati akan menetas. Oleh karena itu, kita tetap harus melakukan tindakan pencegahan walaupun sudah dilakukan <em>fogging</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain demam berdarah, penyakit diare dan muntaber biasanya juga mulai mewabah ketika musim hujan tiba. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum makan dan selalu menutup tempat makan dan minum kita supaya tidak dihinggapi lalat. Mengenai masalah diare dan muntaber bisa dibaca kembali pada majalah As-Sunnah edisi 01/Tahun XI/1428 H/2007 M dan edisi 08/Tahun XII/1429 H/November 2008M.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadang Flu Sebelum Menyerang</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Di musim hujan, influenza (flu) atau disebut juga <em>common cold</em>, tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Hampir semua orang pernah mengalami penyakit yang kelihatannya sepele namun sangat mengganggu ini. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya jika kita melakukan pencegahan sebelum flu datang menyerang, seperti :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Mengusahakan supaya udara dalam rumah kita selalu dalam keadaan bersih dan tidak lembab.</li>
<li>Menghangatkan tubuh (dengan memakai pakaian tebal atau selimut) karena hawa dingin bisa menyebabkan sembap pada lapisan lendir sehingga pembuluh darah melebar dan kuman akan mudah masuk.</li>
<li>Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum makan</li>
<li>Mencuci sayur dan buah sebelum kita konsumsi.</li>
<li>Sebaiknya tidak berdekatan dengan orang yang sedang mengalami flu supaya tidak tertular.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang perlu diingat, flu yang disebabkan oleh virus merupakan penyakit yang insyaAllah bisa sembuh sendiri jika kekebalan tubuh baik. Oleh karena itu, jangan buru-buru mengonsumsi obat-obatan bebas yang dijual di pasaran. Bagi penderita flu, supaya penyakitnya membaik maka harus makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisinya. Mengonsumsi makanan dan minuman hangat bisa cukup membantu saat hujan turun. Apalagi jika makanan dan minuman tersebut juga berkhasiat mencegah dan mengobati flu. Salah satu yang bisa kita pilih adalah dengan mengonsumsi semangkuk sup hangat dan minuman jahe hangat dicampur madu. Namun, jika flu masih tetap bertahan dan tidak membaik setelah 3 hari dan ingus juga mengental maka kemungkinan besar sudah ada infeksi bakteri sehingga perlu segera dibawa kedokter untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Tetap Semangat Saat Musim Hujan Tiba</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Musim hujan memang identik dengan hawa dingin yang membuat kita jadi malas beraktivitas. Hal seperti ini hendaknya tidak perlu terjadi. Tetap beraktivitas akan membuat tubuh kita jadi bugar dan tidak lesu. Kebiasaan membersihkan dan membereskan rumah hendaknya juga digalakkan untuk mencegah terjadinya penyakit yang banyak bermunculan ketika musim hujan tiba. Semoga bemanfaat dan semoga kita bisa menikmati musim hujan dengan kondisi tubuh sehat dan tetap bersemangat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Penulis: dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi 11/XII/Shafar1430H/Februari 2009M)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber:</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Prof. Sutaryo, SpA(K), <em>Dengue</em>, Penerbit Medika, FK UGM, Yogyakarta.</li>
<li>Sumarmo S,<em> Infeksi dan Penyakit Tropis Edisi </em>1, Ikatan Dokter Anak Indonesia.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=547&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/11/10/menjaga-stamina-saat-musim-hujan-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/11/hujan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">HUJAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merawat Bayi Prematur</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/05/31/merawat-bayi-prematur/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/05/31/merawat-bayi-prematur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 02:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi Prematur]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orangtua tentu mengharapkan kelahiran buah hatinya berjalan lancar, sehat, dan tanpa masalah. Namun, adakalanya Allah menakdirkan suatu kenyataan yang berbeda. Terkadang, ada orangtua yang harus menerima kelahiran bayinya lebih awal dari waktu yang diperkirakan, atau lebih dikenal sebagai bayi prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada umur kehamilan kurang dari 36 pekan. Kelahiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=539&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/05/inkubator_8000_von_drager.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-540" title="Inkubator_8000_von_Drager" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/05/inkubator_8000_von_drager.jpg?w=274&#038;h=268" alt="" width="274" height="268" /></a>Setiap orangtua tentu mengharapkan kelahiran buah hatinya berjalan lancar, sehat, dan tanpa masalah. Namun, adakalanya Allah menakdirkan suatu kenyataan yang berbeda. Terkadang, ada orangtua yang harus menerima kelahiran bayinya lebih awal dari waktu yang diperkirakan, atau lebih dikenal sebagai bayi prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada umur kehamilan kurang dari 36 pekan. Kelahiran yang lebih awal dari seharusnya ini tentu akan menyisakan beberapa permasalahan terkait kesiapan bayi yang belum sempurna dalam menjalani kehidupan di luar rahim ibunya. Berat badan yang rendah, organ tubuh yang belum sempurna, dan rentannya tubuh bayi prematur terhadap berbagai macam infeksi tentu membutuhkan perhatian lebih dari para orangtua.<span id="more-539"></span> Meskipun demikian, tidak semua bayi prematur harus menjalani perawatan di ruang rawat intensif. Setelah memenuhi beberapa persyaratan tertentu, pihak Rumah Sakit akan memperbolehkan orangtua bayi untuk membawanya pulang. Pada kesempatan ini, akan disampaikan pembahasan tentang perawatan khusus bayi prematur, sebagai bekal bagi orangtua ketika harus merawat bayi prematur di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Mempertahankan Suhu Normal Bayi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada bayi baru lahir dengan berat badan ˂2500 gram atau umur kehamilan ˂36 pekan, perlu penambahan kehangatan tubuh untuk mempertahankan suhu normal. Bayi tersebut dapat dengan cepat mengalami hipotermi (suhu tubuh di bawah normal) dan perlu waktu lebih lama untuk menghangatkannya kembali. Risiko komplikasi dan kematian meningkat secara bermakna bila suhu lingkungannya tidak optimal.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu cara untuk mempertahankan suhu normal bayi prematur dengan metode Kanguru Mother  Care (KMC) atau Perawatan Bayi Lekat (PBL). Metode ini bermanfaat untuk menstabilkan suhu bayi dengan berat badan ˂2500 gram, terutama direkomendasikan untuk perawatan berkelanjutan bayi dengan berat badan ˂1800 gram. KMC adalah kontak kuli di anatara ibu dan bayinya secara dini, terus menerus, dan dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif. KMC bisa dimulai segera setelah bayi lahir atau setelah bayi stabil, dan dapat dilakukan di rumah setelah bayi boleh pulang. Bayi tetap bisa dirawat dengan KMC meski belum bisa menyusu, yaitu dengan tetap memberikan ASI peras menggunakan sendok. Cara melakukan KMC adalah sebagai berikut:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Berilah bayi pakaian, popok, topi, dan kaos kaki yang sudah dihangatkan lebih dahulu (misal dengan cara disetrika)</li>
<li>Letakkan bayi di dada ibu dengan posisi tegak dan langsung kontak ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi di dada ibu. Posisikan bayi dalam “frog position” yaitu tertekuk pada siku dan tungkai, sementara kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala bayi agak mendongak.</li>
<li>Tutupi bayi dengan pakaian ibu ditambah dengan selimut yang sudah dihangatkan sebelumnya. Tidak perlu baju khusus selama baju yang dikenakan sudah cukup hangat dan nyaman selama kontak dengan kulit ibu.</li>
<li>Dapat juga menggunakan baju berukuran lebih besar dari badan ibu, kemudian bayi diletakkan di antara payudara ibu, baju ditangkupkan, dan ibu memakai selendang yang dililitkan ke perut ibu agar bayi tidak terjatuh.</li>
<li>Bila baju ibu tidak cukup menyokong bayi, dapat menggunakan kain lebar yang elastik atau kantong yang dibuat sedemikian untuk menjaga tubuh bayi (semacam gendongan).</li>
<li>Ibu tetap dapat beraktivitas biasa selama KMC. Pada waktu tidur, posisi ibu setengah duduk atau bisa juga dengan meletakkan beberapa bantal di punggung ibu.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">KMC sangat dianjurkan karena memiliki banyak manfaat, yaitu dapat meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan bayi; menstabilkan suhu tubuh, pernafasan, dan denyut jantung bayi; meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi; mengurangi stres pada ibu dan bayi; menenangkan bayi (sehingga tidak rewel).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pemberian Asi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bayi prematur perlu diberi susu lebih sering dibanding bayi cukup bulan karena mereka membakar kalori lebih cepat. Makin kecil tubuhnya, makin sering nutrisi perlu diberikan.  Umumnya refleks hisap dan menelan sudah cukup baik pada bayi prematur dengan masa kehamilan &gt; 34 minggu (berat lahir &gt; 2000 gram), sehingga bayi dapat dicoba langsung menyusu pada ibunya. Telah dibuktikan bahwa bayi prematur lebih cepat belajar menetek dibanding minum dari botol. Bila refleks mengisap bayi sudah muncul, ia dapat langsung menetek pada ibu. Bila belum, susu diberikan dengan sendok khusus. Bayi prematur, disesuaikan dengan berat badannya, akan mendapatkan nutrisi secara bertahap tergantung kondisinya. Bila ia lahir amat kecil, bayi mendapat nutrisi bertahap mulai dari selang (waktu masih di Rumah Sakit) hingga akhirnya bisa menetek pada ibu. Agar ASI tersedia, ibu harus diajarkan cara memompa atau memerah ASI secara teratur  dan yang paling penting adalah ibu tidak boleh stres, cukup istirahat dan makan. Ibu yang stres oleh karena bayi dipisahkan dari ibunya, dapat menghambat produksi ASI.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada waktu pemulangan dari rumah sakit, sebagian besar bayi prematur membutuhkan pemberian makan paling sedikit tiap tiga jam. Ibu harus menyusui tiap 1,5-2 jam dalam sehari pada 24-48 jam pertama setelah pulang dari rumah sakit untuk memastikan produksi susu yang cukup. Setelah itu, bayi normalnya disususi tiap 2-3 jam atau 8-10 kali per hari. Enam sampai 8 popok basah per 24 jam menunjukkan asupan cairan yang cukup. Bila bayi menolak disusui, ibu harus mencoba lagi dalam setengah sampai satu jam. Ibu dapat mendorong bayi untuk menyusu dengan mengeluarkan tetes-tetes susu, mendorong puting atau memposisikan bayi. Ibu yang mengalami masalah menyusui dapat berkunjung ke klinik laktasi terdekat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Waktu Istirahat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bayi prematur tidur lebih banyak daripada bayi cukup bulan. Kendati demikian, bayi prematur juga bangun lebih sering dibandingkan bayi cukup bulan. Periode tidur rata-rata bayi prematur lebih singkat daripada bayi cukup bulan. Bayi prematur juga memerlukan waktu beberapa hari atau minggu untuk dapat pindah dari lingkungan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) ke rumah. Mengurangi kebisingan dan meredupkan lampu secara bertahap terbukti dapat membantu bayi tertidur lelap. Usahakan bayi tidur telentang karena telah diketahui bahwa posisi telungkup berkaitan dengan meningkatnya resiko terjadinya <em>sudden infant death syndrome</em> (SIDS). Hindari juga kasur yang terlalu empuk dan permukaan lainnya yang dapat memerangkap udara pernapasan, karena bisa juga meningkatkan risiko terjadinya SIDS.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Konsultasi  pada Ahlinya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kelahiran bayi prematur yang lebih awal dari waktunya sering menyisakan permasalahan karena belum matangnya organ-organ tubuh. Untuk itu, orangtua dengan bayi prematur hendaknya selalu mengamati perkembangan anaknya dan sering berkonsultasi dengan ahlinya. Permasalahan yang biasanya muncul seperti masalah penglihatan dan pendengaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Strabismus (juling) lebih sering ditemukan pada bayi prematur. Karena juling dapat menjadi tanda kelainan di dalam mata, konsultasi dengan dokter mata umumnya diperlukan. Pada banyak bayi berat lahir sangat rendah, juling pada usia enam minggu menghilang saat mencapai usia 9 bulan. Juling yang timbul saat usia 9 bulan cenderung menetap. Dianjurkan melakukan pemeriksaan awal pada usia 4-6 minggu, dengan follow-up tergantung hasil pemeriksaan awal.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah pendengaran yang sering muncul pada bayi prematur adalah ketulian, hal ini disebabkan oleh beberapa keadaan seperti hiponatremia (kadar natrium dalam darah yang rendah), alkalosis metabolik dan penggunaan ventilator mekanik dalam waktu lama. Penggunaan obat golongan aminoglikosida atau furosemide merupakan faktor resiko tambahan. Orang tua harus memperhatikan adanya tanda-tanda hilangnya pendengaran pada bayi. Respons bayi terhadap suara keras dapat diperiksa oleh dokter dan kemampuan mengerti dan mengekspresikan bahasa dapat dinilai dengan alat pemeriksaan untuk mengukur perkembangan. Konsultasi dengan ahli THT dapat dilakukan jika orang tua melihat tanda-tanda hilangnya pendengaran atau jika ditemukan kelainan saat pemeriksaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dibutuhkan Kesabaran dan Ketelatenan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Memiliki seorang bayi yang terlahir prematur tentu membutuhkan perhatian khusus. Kesabaran dan ketelatenan sangat dibutuhkan untuk merawat bayi prematur, karena kondisinya yang berbeda dari bayi pada umumnya yang lahir cukup bulan. Kesulitan dan masalah seringkali muncul selama perawatan, hal ini bisa diimbangi dengan banyak mencari tahu tentang cara perawatan bayi prematur (salah satunya dengan banyak membaca buku) dan tentunya dengan banyak berkonsultasi pada ahlinya. Perhatian dan kasih sayang orangtua mutlak diperlukan agar bayi prematur dapat berkembang secara optimal. Sentuhan dan belaian bahkan terbukti secara bermakna dapat membantu mereka tumbuh normal seperti bayi lainnya. Semakin dini dilakukan stimulasi (rangsangan), maka hasil yang diperoleh juga lebih bagus. Pijat bayi bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa diterapkan oleh orangtua pada bayinya. Satu hal yang perlu diingat, hendaknya orangtua senantiasa bersyukur dengan kehadiran buah hatinya dan tidak berkecil hati meski bayi mereka terlahir prematur. Demikian penjelasan mengenai perawatan bayi prematur, semoga bisa diterapkan dalam merawat bayi prematur di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis: dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Standar Pelayanan Medis (SPM) Ilmu Kesehatan Anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Tahun 2000.</li>
<li>Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Buku Manajemen Laktasi</li>
<li>Arief Mansjoer dkk. Kapita Selekta Kedokteran UI. 1999. Media Aesculapius, UI, Jakarta.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=539&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/05/31/merawat-bayi-prematur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/05/inkubator_8000_von_drager.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Inkubator_8000_von_Drager</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benjolan pada Payudara, Berbahayakah?</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/05/20/benjolan-pada-payudara-berbahayakah/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/05/20/benjolan-pada-payudara-berbahayakah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 02:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Benjolan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu gangguan pada organ payudara yang sangat mengganggu adalah adanya benjolan. Setiap wanita, terutama yang sudah baligh, biasanya akan menyadari ketika ada sesuatu yang tidak wajar pada payudaranya. Namun demikian, apakah adanya benjolan selalu menandakan adanya sesuatu yang tidak beres dan perlu diwaspadai? Pada kesempatan ini, akan dikupas tentang benjolan pada payudara dan apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=521&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/05/fruit-basket.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-522" title="fruit basket" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/05/fruit-basket.jpg?w=245&#038;h=300" alt="" width="245" height="300" /></a>Salah satu gangguan pada organ payudara yang sangat mengganggu adalah adanya benjolan. Setiap wanita, terutama yang sudah baligh, biasanya akan menyadari ketika ada sesuatu yang tidak wajar pada payudaranya. Namun demikian, apakah adanya benjolan selalu menandakan adanya sesuatu yang tidak beres dan perlu diwaspadai? Pada kesempatan ini, akan dikupas tentang benjolan pada payudara dan apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang wanita ketika mendapati adanya benjolan pada payudaranya.<span id="more-521"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa Saja Kemungkinannya?<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Adanya perubahan dalam jaringan payudara yang membuatnya terasa berbeda dengan jaringan di sekitarnya, terkadang membuat kaum wanita bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada payudaranya. Perubahan tersebut bisa berupa adanya satu atau lebih gumpalan di payudara yang bisa teraba sakit atau tidak. Beberapa kemungkinan ketika seorang wanita mendapati benjolan pada payudaranya, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Kista</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Benjolan payudara yang muncul di akhir siklus haid, umumnya kista yang tidak berbahaya. Setelah masa haid, jenis benjolan ini biasanya menghilang. Kista payudara adalah kantong berisi cairan yang cenderung membesar di akhir siklus haid, ketika tubuh menahan lebih banyak cairan. Ukuran kista ada yang kecil, dan ada yang besar sampai sebesar telur. Jika dipijat, kista bisa sedikit berubah bentuk dan sebagian besar bisa bergerak di bawah kulit. Adanya penyumbatan atau melebarnya saluran pada jaringan payudara yang mendasarinya bisa menjadi penyebab terjadinya kista. Kista biasanya muncul di usia 40 tahunan, yaitu beberapa tahun sebelum memasuki masa menopause. Karena biasanya kista akan menghilang setelah menopause, maka kemungkinan perubahan hormon pada ovariumlah yang menyebabkan perubahan ukuran pada kista.</p>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Payudara Fibrosistik</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Payudara fibrosistik lebih sering terjadi pada wanita usia 20-30 tahunan. Kondisi ini juga disebut perubahan fibrosistik, mastitis sistik kronis atau penyakit payudara jinak. Dalam kondisi ini, pertumbuhan atau proliferasi jaringan penghubung fibrosa dan salurannya, dikombinasi dengan pertumbuhan kista, membuat jaringan kelenjar payudara menebal. Penebalan jaringan ini biasanya lebih terasa di bagian atas, dan wilayah luar payudara. Kondisi ini juga terkait dengan adanya variasi kadar hormonal selama siklus haid dan bisa terasa sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Fibroadenoma</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Fibroadenoma adalah gumpalan payudara yang bukan kista maupun kanker (adenomakarsinoma). Tumor jinak ini paling sering berkembang pada tahun-tahun pertengahan usia produktif (usia subur/masih bisa melahirkan). Fibroadenoma terasa seperti massa padat, licin, kuat, dan elastis, dengan bentuk yang jelas. Fibroadenoma juga bisa digerak-gerakkan di bawah kulit. Fibroadenoma berkembang ketika jaringan ikut bertumbuh di dalam kelenjar atau lobule payudara.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain ketiga jenis benjolan payudara di atas, ada yang disebabkan oleh karena <strong>infeksi </strong>atau perdarahan akibat cedera atau disebut juga <strong>hematoma</strong>. Selain itu, ada pula benjolan yang disebabkan tumor atau jaringan berlemak yang disebut <strong>lipoma</strong>. Bisa juga karena adanya <strong>papiloma intraductal</strong> (tumor kecil yang bukan kanker/jinak yang tumbuh dalam saluran susu di payudara di dekat puting), terutama jika ini menyumbat saluran, sehingga menimbulkan kista. Semua kondisi tersebut tidak bersifat kanker, sehingga sifatnya tidak ganas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><strong>Berbahayakah Benjolan Pada Payudara?</strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan benjolan pada payudara tidak bersifat ganas (kanker). Benjolan jinak biasanya tidak membahayakan, hanya terkadang terasa tidak nyaman saja. Namun, bagaimanapun juga semua benjolan harus dianggap serius sampai benar-benar dinyatakan itu bukan kanker. Beberapa benjolan payudara, seperti fibroadenoma yang kompleks misalnya, bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Menurut hasil penelitian terakhir, sebagian besar payudara fibrosistik tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Meskipun demikian, pada wanita dengan payudara berbenjol-benjol (banyak gumpalan) lebih sulit mendeteksi adanya tumor ganas/kanker. Oleh karena itu, hendaknya tetap memeriksakan diri ke dokter setiap ada perubahan atau penebalan ketika melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) setiap bulannya. Meskipun kebanyakan gumpalan pada payudara tidak berbahaya. Namun karena ada juga yang berbahaya, maka penting untuk tetap memeriksakannya ke dokter.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Cara Melakukan Sadari?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan kasus kanker payudara dapat diketahui sejak dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Mulai usia 20 tahun, setiap wanita dianjurkan untuk memeriksa payudaranya sendiri sebulan sekali untuk mendeteksi adanya benjolan mencurigakan pada payudara. Jika belum mengalami menopause, waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan adalah beberapa hari setelah berakhirnya haid, karena pada waktu itu payudara sudah tidak begitu peka lagi atau membengkak. Namun bagi yang sudah menopause/tidak haid lagi, tentukan saja satu tanggal dan lakukan pemeriksaan secara teratur di tanggal tersebut setiap bulannya. Caranya adalah sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Berdiri dengan telanjang dada di depan cermin. Dengan kedua lengan di samping, perhatikan apa ada bagian yang menjadi cekung atau bagian yang tertarik ke dalam, atau adanya perubahan ukuran, ataupun bentuk. Pastikan bahwa puting tidak masuk ke dalam, kecuali kalau memang sejak dulu puting payudara masuk ke dalam (bawaan lahir). Letakkan kedua tangan pada pinggul, kemudian letakkan di belakang kepala. Periksa kalau ada tanda-tanda yang sama di setiap sisi.</li>
<li>Berikutnya, masuklah ke kamar mandi, basahi, dan sabuni payudara. Letakkan tangan kiri di belakang kepala, dan periksalah payudara kiri dengan tangan kanan. Anggaplah permukaan payudara seperti sebuah jam, dan letakkan tangan kanan pada posisi pukul 12, pada bagian atas payudara kurang lebih 1 cm di bawah tulang selangka (clavicula). Datarkan telapak tangan, kemudian dengan ujung-ujung jari secara bersama menekan disertai dengan penekanan oleh telapak 3 jari yaitu jari tengah, jari manis, dan telunjuk (bukan ujung jari), lakukan gerakan melingkar kecil, dan rasakan apakah teraba benjolan. Pada setiap posisi lakukan sedikit penekanan ringan, sedang dan tekanan yang dalam. Selanjutnya, gerakkan tangan menuju pukul 1, pukul 2, dan seterusnya. Ketika kembali ke posisi pukul 12, geser ujung jari ke dekat puting payudara (sekitar 1 cm) dan ulangi gerakan yang sama. Lakukan putaran di dalam lingkaran pertama, kemudian buat lingkaran yang lebih kecil lagi. Lanjutkan dengan menggunakan pola yang sama, hingga setiap bagian payudara termasuk puting sudah diperiksa.</li>
<li>Untuk memeriksa cairan yang keluar dari puting, buatlah bentuk V dengan ibu jari dan jari telunjuk, lalu letakkan di bagian kiri dan kanan puting payudara. Tekan ke <em>areola</em> (bagian gelap melingkar di sekitar puting) dan perlahan-lahan tari ke atas. Kemudian ubahlah posisi V tadi, sehingga ibu jari dan telunjuk masing-masing terletak pada areola di atas dan di bawah puting susu. Tekan dan perlahan-lahan tarik ke atas. Kemudian ubahlah posisi V tadi, sehingga ibu jari dan telunjuk masing-masing terletak pada areola di atas dan di bawah puting susu. Tekan dan perlahan-lahan tarik ke atas. (Prinsipnya lakukan pemencetan puting secara berhati-hati dan perhatikan apakah ada cairan atau darah yang keluar dari puting itu).</li>
<li>Akhiri dengan memeriksa wilayah terdekat dengan payudara, yaitu di bawah ketiak, karena disitu juga terdapat jaringan payudara dan kelenjar getah bening yang menyalurkan cairan getah bening ke dalam jaringan payudara.</li>
<li>Ulangi seluruh prosedur dengan menggunakan tangan kiri di payudara kanan.</li>
<li>Setelah selesai mandi, tidurlah telentang dan periksalah payudara sekali lagi. Untuk memeriksa payudara kanan, letakkan bantal kecil di bawah bahu kanan dan tempatkan tangan kanan di bawah kepala, dan lakukan penekanan dalam gerakan melingkar seperti yang telah disebutkan di atas. Untuk memeriksa payudara kiri, letakkan bantal kecil di bawah bahu kiri dan sekali lagi secara merat meraba seluruh payudara untuk mencari kalau-kalau ada benjolan.</li>
<li>Jika payudara yang biasanya berbenjol karena perubahan fibrosistik, catatlah berapa banyak benjolan yang ada, dimana lokasinya, dan ukurannya. Setiap bulan, periksalah untuk mengetahui adanya perubahan. Jika sudah mengenali dengan baik bagaimana payudara Anda, maka jika suatu saat merasa ada benjolan baru, atau benjolan bertahan selama 2 atau 3 siklus haid, atau yang ukurannya semakin membesar, maka segeralah periksa ke dokter.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><strong>Perawatan Sendiri</strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selain tindakan yang dilakukan oleh dokter terkait dengan adanya benjolan pada payudara, tindakan merawat diri sendiri ternyata juga cukup bermanfaat, seperti misalnya:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Gunakan BH dengan ukuran yang sesuai dengan payudara untuk mengurangi rasa tidak nyaman.</li>
<li>Hentikan kebiasaan merokok dan kurangi konsumsi kafein (seperti yang terdapat pada kopi dan teh). Meskipun belum terbukti jelas, beberapa wanita melaporkan bahwa benjolan mereka mengecil setelah mereka menghentikan kebiasaan merokok dan mengurangi konsumsi kafein.</li>
<li>Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E karena berkhasiat sebagai anti oksidan. Antioksidan ini dapat dijumpai pada bahan makanan alami maupun suplemen. Vitamin A banyak terdapat pada kuning telur, hati, susu, mentega, sayuran warna hijau, tomat, kol, dan selada. Vitamin C dapat diperoleh dengan mengonsumsi buah segar berwarna kuning atau merah, seperti jambu biji, jeruk, tomat, dan anggur serta sayuran hijau seperti brokoli dan bayam. Vitamin E banyak terdapat pada kacang-kacangan, sayur dan buah.</li>
<li>Mengurangi pajanan radikal bebas (polusi udara, asap rokok, radiasi TV dan komputer, bahan-bahan kimia serta kesibukan hidup yang tinggi).</li>
<li>Olahraga secara teratur dan pertahankan berat badan yang ideal.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><strong>Biasakan Hidup Sehat</strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bagi seorang wanita, apalagi yang sudah menikah dan mempunyai anak, tentu saja banyak sekali pekerjaan dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Kesibukan yang tinggi dan banyaknya pajanan radikal bebas dalam kehidupan sehari-hari membawa dampak yang cukup besar bagi kesehatan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi seorang wanita untuk menyempatkan berolahraga dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Seorang wanita juga dituntut untuk bisa memanajemen perasaan dan emosinya karena kondisi psikologis (kejiwaan) yang tenang dan bebas stres juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Semoga penjelasan yang telah disampaikan dapat bermanfaat, terutama bagi kaum wanita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Penulis: dr. Avie Andriyani</span><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Referensi:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Scott C. Litin, M.D (editor), <em>Berbagai Gangguan Pada Payudara</em>, Buku Mayo Clinic, Family Health Book Edisi kelima, Tahun 2009, Penerbit PT Intisari Mediatama, Jakarta.</li>
<li>Dr. Toni Smith, dr. Sue Davidson, <em>Masalah-Masalah Payudara</em>, Buku Dokter di Rumah Anda, Tahun 2009, Penerbit Dian Rakyat.</li>
</ol>
<p>© 2011. Artikel <a href="http://ummushofiyya.wordpress.com">http://ummushofiyya.wordpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/521/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=521&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/05/20/benjolan-pada-payudara-berbahayakah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/05/fruit-basket.jpg?w=245" medium="image">
			<media:title type="html">fruit basket</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANGANI DEMAM SECARA BIJAK</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/05/02/tangani_demam_secara_bijak/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/05/02/tangani_demam_secara_bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 01:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Demam]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Demam merupakan suatu kondisi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orangtua yang khawatir ketika buah hatinya terserang demam. Tak jarang, orangtua mengambil jalan pintas dengan mengandalkan obat penurun panas tiap kali anaknya mengalami demam. Padahal, tidak setiap kondisi peningkatan suhu serta merta perlu segera ditangani dengan obat. Untuk itu, perlu kiranya kita mengenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=500&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/05/thermometer-62899.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-512" title="Thermometer-62899" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/05/thermometer-62899.jpg?w=300&#038;h=229" alt="" width="300" height="229" /></a>Demam merupakan suatu kondisi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orangtua yang khawatir ketika buah hatinya terserang demam. Tak jarang, orangtua mengambil jalan pintas dengan mengandalkan obat penurun panas tiap kali anaknya mengalami demam. Padahal, tidak setiap kondisi peningkatan suhu serta merta perlu segera ditangani dengan obat. Untuk itu, perlu kiranya kita mengenal lebih dekat tentang demam, supaya kita bisa berlaku bijak dalam menyikapinya.<span id="more-500"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Demam, Bukanlah Penyakit<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang yang masih beranggapan bahwa demam merupakan penyakit. Maka tidak heran jika orangtua merasa sudah melakukan hal yang benar ketika memberikan obat penurun panas tiap kali suhu tubuh anaknya meningkat. Padahal, demam bukanlah penyakit yang bisa langsung sembuh hanya dengan pemberian obat penurun panas. Demam hanyalah gejala yang muncul untuk menginformasikan bahwa ada sesuatu yang “tidak beres” di dalam tubuh. Oleh karena itu, demam tentu tidak bisa diatasi hanya dengan menurunkannya saja, namun harus dicari dan diatasi apa yang sebenarnya menyebabkan munculnya demam tersebut. Demam pada anak umumnya disebabkan oleh batuk, pilek, radang tengorokan, diare (mencret), infeksi telinga tengah, dan penyakit akibat infeksi bakteri, virus atau kuman lainnya. Demam juga dapat disebabkan oleh dehidrasi (kekurangan cairan), kelainan darah, atau anak berada di tempat yang sangat panas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Demam, Banyak Manfaatnya?<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demam seringkali dianggap sebagai penyakit sehingga terkesan merugikan dan menyusahkan. Padahal, sebenarnya  banyak sekali manfaat demam bagi tubuh kita. Demam merupakan respon tubuh terhadap kuman, bakteri, atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Ketika kuman, bakteri, atau virus masuk ke tubuh kita, sel-sel darah putih dalam tubuh memproduksi hormon <em>interleukin</em> yang kemudian berjalan ke otak untuk memberi perintah kepada <em>hypothalamus</em> (pusat pengatur suhu di otak) agar menaikkan suhu tubuh. Hal ini terjadi karena dengan suhu tubuh yang tinggi, sistem pertahanan tubuh akan meningkat dan lebih mampu memerangi infeksi. Demam juga bermanfaat karena dapat menurunkan kadar zat besi dalam tubuh, padahal kuman membutuhkan zat besi untuk hidup dan berkembang. Mekanisme ini dapat melemahkan kuman penyebab infeksi. Manfaat demam yang lain adalah dapat meningkatkan produksi <em>interferon </em>dan bahan antivirus lainnya dalam rangka melawan virus yang masuk ke tubuh kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Jangan Berlebihan Mengonsumsi Obat<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum, demam yang terjadi pada bayi dan anak kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus yang bisa sembuh sendiri. Sehingga biasanya obat penurun panas tidak diperlukan, kecuali jika suhu tubuhnya terus meningkat. Beberapa orangtua seringkali terlalu cepat memutuskan untuk memberikan obat pada anaknya. Baru panas sedikit saja, orangtua sudah buru-buru meminumkan obat penurun panas. Padahal, ada aturan dalam meminumkan obat penurun panas. Obat penurun panas hanya diperlukan ketika suhu tubuh memang sudah mencapai 38,5°C atau lebih. Orangtua tidak perlu khawatir ketika anak mengalami demam tapi masih aktif, lincah, dan tetap doyan makan. Adakalanya tubuh mampu mengatasi, sehingga demam bisa turun dengan sendirinya tanpa penggunaan obat sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain batasan suhu tubuh, orangtua juga harus memperhatikan waktu pemberian. Obat penurun panas seperti parasetamol misalnya, hanya boleh diberikan dengan selang waktu 6 jam. Jika sangat terpaksa, boleh memberikannya dengan selang waktu 4 jam. Seringkali, orangtua yang tidak faham, langsung saja meminumkan parasetamol lagi padahal baru 2 jam yang lalu anak sudah minum parasetamol. Akibatnya, dalam sehari anak meminum penurun panas berkali-kali hanya karena orangtua khawatir suhu tubuh buah hatinya tidak kunjung turun. Padahal, selama penyebab demamnya belum teratasi, demam akan muncul lagi begitu efek obat penurun panasnya hilang. Biasanya, parasetamol berefek 30 menit setelah pemberian sampai 2 jam kemudian. Selain parasetamol, obat penurun panas yang biasanya diberikan adalah ibuprofen. Satu hal yang perlu diingat, sebaiknya menghindari penggunaan aspirin untuk menurunkan panas pada anak, karena dikhawatirkan muncul efek samping yang berat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa yang Bisa Kita Lakukan?<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan ketika anak mengalami demam. Tindakan sederhana ini bisa dilakukan di rumah dan insya Allah bermanfaat dalam menangani demam anak kita:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Ukur suhu tubuh anak menggunakan termometer setiap 4 jam sekali. Pengukuran bisa dilakukan di ketiak, mulut, telinga, atau dubur. Jangan hanya mengandalkan rabaan telapak tangan pada permukaan tubuh anak, karena bisa jadi teraba hangat tapi sebenarnya suhu tubuh anak sudah sangat tinggi.</li>
<li>Hindarkan anak dari pakaian tebal, jaket, atau selimut, karena justru akan mempersulit hilangnya panas dari tubuh anak kita. Ganti pakaian anak dengan pakaian yang tipis, longgar, dan nyaman dipakai.</li>
<li>Berikan anak lebih banyak cairan (air minum, jus buah, kuah sayur), supaya tidak terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan. Pada bayi atau anak yang masih menyusu, berikan ASI sesering mungkin.</li>
<li>Usahakan agar anak mau makan. Suapi anak dengan makanan yang dia sukai dan tentunya pilih yang mudah dicerna.</li>
<li>Beri kesempatan anak untuk beristirahat dengan tenang. Istirahat yang cukup sangat diperlukan untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang lemah.</li>
<li>Ciptakan kondisi yang sejuk di sekitar anak, dan hindarkan udara atau hawa panas dari anak kita. Pastikan ruangan anak dalam keadaan bersih dan sirkulasi udaranya lancar. Jika perlu, ganti sprei dan sarung bantal-guling dengan yang bersih,</li>
<li>Jika suhu tubuh anak sangat panas, kompres dengan air hangat pada bagian kening, ketiak leher, dan lipatan paha. Hindarkan mengompres dengan air dingin, hal ini akan menyebabkan tubuh makin menggigil untuk menaikkan suhunya karena mengira suhu di luar tubuhnya lebih dingin. Jika kondisi anak masih memungkinkan (tidak dalam kondisi yang sangat lemah), bisa juga dengan merendam anak pada ember atau bak yang sudah diisi dengan air hangat.</li>
<li>Waspadai terjadinya kejang, apalagi jika sebelumnya anak pernah kejang ketika demam. Segera turunkan demam anak, jangan sampai peningkatan suhu tubuh tersebut memicu terjadinya kejang. Namun orangtua tidak perlu khawatir berlebihan, mengingat kejadian demam yang sampai menyebabkan kejang sangat jarang.</li>
<li>Berikan obat penurun panas jika suhu tubuh anak mencapai 38,5°C atau lebih, dan anak kelihatan rewel atau tidak nyaman. Untuk itu, perlu kiranya orangtua mempunyai persediaan obat penurun panas di kotak obat. Pemberian obat penurun panas harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Dosis obat pada anak lebih tepat jika dihitung dengan berpatokan pada berat badan (bukan usia). Oleh karena itu, tanyakan dosis obat pada dokter atau apoteker sebelum meminumkannya pada anak.</li>
</ul>
<p><strong>Tetap Tenang dan Jangan Panik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun nampaknya sepele, demam pada anak bisa membuat orangtua panik. Kurangnya pengetahuan tentang demam membuat orangtua langsung saja membawa anak ke dokter, padahal banyak hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi demam. Menolong anak sesegera mungkin ketika terjadi demam merupakan cara yang terbaik. Bahkan, seringkali penanganan yang tepat dapat mempercepat pemulihan kondisi anak. Paling tidak, orangtua bisa memantau perkembangan kondisi anak dan membuat anak merasa lebih nyaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dalam waktu 3 hari demam belum membaik atau anak kelihatan sangat lemah, segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Ceritakan kondisi anak sedetail mungkin pada dokter yang memeriksa, seperti kapan mulai demam, apakah demamnya naik turun atau demam tinggi yang hanya turun ketika diberi obat penurun panas, apakah disertai muntah atau mimisan, apakah anak diare atau justru sulit buang air besar. Informasi dari orangtua sangat bermanfaat bagi dokter dalam menegakkan diagnosis dan menentukan pilihan terapi. Semoga penjelasan tentang demam ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita dalam menjaga kesehatan keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Penulis: dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi 12/XIV/1432H/2011M)<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Sumarmo S, Buku<em> Infeksi dan Penyakit Tropis Edisi 1,</em> Tahun 2002, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.</li>
<li>Dr. Tony Smith, dr. Sue Davidson (editor). <em>Demam pada Anak-anak</em>. Buku “Dokter di Rumah Anda” (terjemahan). Tahun 2009. Penerbit Dian Rakyat, Jakarta.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">© 2011. Artikel <a href="../">http://ummushofiyya.wordpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=500&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/05/02/tangani_demam_secara_bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/05/thermometer-62899.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Thermometer-62899</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gangguan Lain yang Berhubungan dengan Haid</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/04/28/gangguan-lain-yang-berhubungan-dengan-haid/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/04/28/gangguan-lain-yang-berhubungan-dengan-haid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 04:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Haid]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Selain gangguan-gangguan yang telah disebutkan pada artikel sebelumnya, masih ada beberapa gangguan lain yang perlu pembaca ketahui. Gangguan yang terjadi sebelum dan selama haid berlangsung memang membuat wanita menjadi tidak nyaman. Padahal, mereka harus tetap beraktivitas seperti sediakala. Berikut ini akan coba kami paparkan sedikit kepada para pembaca. Pre Menstruation Syndrome (PMS) Sindrom pre-menstruasi atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=479&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/04/kembang-teratai-putih2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-480" title="Kembang-Teratai-Putih2" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/04/kembang-teratai-putih2.jpg?w=480" alt=""   /></a>Selain gangguan-gangguan yang telah disebutkan pada artikel sebelumnya, masih ada beberapa gangguan lain yang perlu pembaca ketahui.<strong> </strong>Gangguan yang terjadi sebelum dan selama haid berlangsung memang membuat wanita menjadi tidak nyaman. Padahal, mereka harus tetap beraktivitas seperti sediakala. Berikut ini akan coba kami paparkan sedikit kepada para pembaca.<span id="more-479"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="color:#ff0000;"><strong>Pre Menstruation Syndrome (PMS) </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sindrom pre-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan <em>PMS </em>(<em>pre-menstruation syndrome</em>) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan proses terjadinya siklus haid wanita. Sekitar 80% &#8211; 95% wanita pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pra-haid yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Gejala tersebut dapat diperkirakan. Acapkali terjadi secara teratur pada dua pekan periode sebelum haid. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya. Sebagian kecil dari kalangan wanita antara usia 20 hingga 35 tahun dapat mengalami sindrom pra-haid dengan sangat hebat pengaruhnya. Terkadang mengharuskan mereka beristirahat dari kesibukan rutinitias hariannya. Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan. Gejala tersebut terjadi sekitar dua pekan sebelum haid dan seringkali dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya <em>PMS</em>, antara lain:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Wanita yang pernah melahirkan (<em>PMS </em>semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksemia).</li>
<li>Status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami <em>PMS </em>dibandingkan yang belum).</li>
<li>Usia (<em>PMS </em>semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 &#8211; 45 tahun).</li>
<li>Stres (faktor stres memperberat gangguan <em>PMS</em>).</li>
<li>Diet (faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala <em>PMS</em>).</li>
<li>Kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala <em>PMS</em>.</li>
<li>Kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya <em>PMS</em>).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Ada 4 tipe PMS dan setiap tipe memiliki gejalanya sendiri:</p>
<p style="text-align:justify;">1. <strong><em>PMS </em>tipe A (<em>anxiety</em>) </strong>ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita <em>PMS </em>bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita <em>PMS </em>A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.</p>
<p style="text-align:justify;">2. <strong><em>PMS </em>tipe H (<em>hyperhydration</em>) </strong>memiliki gejala edema (pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe <em>PMS </em>lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;">3. <strong><em>PMS </em>tipe C (<em>craving</em>) </strong>ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.</p>
<p style="text-align:justify;">4. <strong><em>PMS </em>tipe D (<em>depression</em>) </strong>ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya <em>PMS </em>tipe D berlangsung bersamaan dengan <em>PMS </em>tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe <em>PMS </em>benar-benar murni tipe D.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>PMS </em></strong><strong>tipe D murni </strong>disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. <strong>Kombinasi <em>PMS </em>tipe D dan tipe A </strong>dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan <em>PMS </em>tipe D yang terjadi bersamaan dengan <em>PMS </em>tipe A.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pula <strong>kram perut </strong>pada hari pertama atau satu hari menjelang datang bulan. Banyak wanita yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk <em>PMS </em>walaupun ada kalanya bersamaan dengan gejala <em>PMS</em>. Kram pada waktu haid atau nyeri haid merupakan suatu gejala yang paling sering. Gangguan nyeri yang hebat, atau dinamakan <em>dismenorea</em>, seringkali sangat mengganggu aktivitas wanita, bahkan mengharuskan penderita beristirahat ataupun sampai meninggalkan pekerjaannya selama berjam-jam atau beberapa hari. <strong><em>Dismenorea </em>memang bukan <em>PMS</em></strong>. <em>Dismenorea </em>primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid. Nyeri perut ini juga tidak ada hubungannya dengan <em>PMS </em>yang mulai terasa 10 &#8211; 14 hari sebelum haid. Gejala malah hilang begitu haid datang. Kalau <em>dismenorea </em>membaik atau bahkan hilang sama sekali setelah seseorang melahirkan, tidak demikian dengan <em>PMS</em>. Wanita yang pernah melahirkan malah berisiko lebih tinggi menderita <em>PMS</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Dismenorea </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya wanita merasakan nyeri atau kram perut menjelang haid yang dapat berlangsung hingga 2-3 hari, dimulai sehari sebelum mulai haid. Jika Anda telah mengalami nyeri haid ini sejak pertama kali haid, hal ini disebut <strong>dismenore primer</strong>, dan merupakan hal yang normal atau fisiologis. Nyeri perut saat haid atau dismenorea yang dirasakan setiap wanita berbeda-beda, ada yang merasa sedikit terganggu namun ada yang merasa sangat terganggu hingga tidak dapat menjalankan aktivitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Nyeri perut bawah yang seringkali dirasakan menjelang haid sebenarnya wajar terjadi. Namun bagaimanapun, sensasi nyeri haid yang ada dalam beberapa kasus merupakan kemungkinan akibat adanya gangguan dari sistem reproduksi wanita yang dikenal dengan istilah <strong>dismenore sekunder. </strong>Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan keluhan serupa dengan nyeri haid diantaranya:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Endometriosis, yaitu suatu kondisi dimana jaringan yang melapisi uterus (rahim) yaitu endometrium ditemukan diluar uterus.</li>
<li>Penyakit Radang Panggul, yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dimulai dari uterus (rahim) dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya.</li>
<li>Stenosis Serviks, kondisi ini dikenal juga sebagai penyempitan leher rahim. Gangguan ini sering disebabkan oleh adanya jaringan parut.</li>
<li>Tumor (fibroids), yaitu perkembangbiakkan dari dinding dalam uterus (rahim).</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Kemudian bagaimana caranya untuk mengetahui nyeri haid yang dialami adalah tergolong nyeri haid yang <strong>normal atau bermasalah</strong>? Jika nyeri haid timbul lebih lama dari 2-3 hari dan terasa sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, patut dicurigai adanya gangguan yang mendasarinya dan sebaiknya segera memeriksakan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Untuk sensasi nyeri yang dirasakan berlangsung selama kurang dari 2-3 hari, Anda tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengurangi nyeri perut saat haid:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Minum pereda nyeri berupa obat anti inflamasi yang memiliki kandungan seperti asam mefenamat atau ibuprofen. Namun, hati-hati bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan ginjal atau lambung.</li>
<li>Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda. Minum obat sesaat setelah makan dapat mencegah nyeri lambung.</li>
<li>Tempatkan bantal hangat atau botol isi air hangat pada bagian punggung atau perut. Mandi air hangat juga dapat mengurangi rasa nyeri.</li>
<li>Istirahat jika diperlukan</li>
<li>Hindari makanan yang mengandung kafein.</li>
<li>Hindari merokok dan minum alkohol</li>
<li>Menjaga berat badan tetap normal</li>
<li>Pijat bagian punggung dan perut</li>
<li>Lakukan olah raga secara teratur</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Mastodinia atau Mastalgia </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mastodinia atau mastalgia adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid. Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi (penimbunan) air dan garam yang disertai hiperemia (kemerahan) didaerah payudara.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Keputihan </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Keadaan keputihan sering hadir bersamaan dengan kondisi haid. Namun, pada dasarnya kondisi keputihan terjadi oleh 2 kategori. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Kondisi yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti menjelang atau setelah haid, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sementara keadaan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri. Dengan demikian jelas, bahwa keluarnya cairan vagina setelah periode haid merupakan hal yang wajar ditemukan. Selama cairan tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka tidak perlu merasa khawatir.</p>
<p style="text-align:right;">Yogyakarta, 06 Maret 2011</p>
<p>Penulis: dr. Avie Andriyani</p>
<p>© 2011. Artikel <a href="../">http://ummushofiyya.wordpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/479/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=479&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/04/28/gangguan-lain-yang-berhubungan-dengan-haid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/04/kembang-teratai-putih2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kembang-Teratai-Putih2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Macam-macam Gangguan Haid</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/04/24/macam-macam-gangguan-haid/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/04/24/macam-macam-gangguan-haid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 09:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Darah Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Haid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Wanita yang telah mencapai usia baligh, secara normal akan mendapatkan haid tiap bulannya. Akan tetapi kondisinya belum tentu sama antara wanita satu dengan yang lainnya. Beberapa dari mereka mengalami kondisi yang normal, namun sebagian yang lain memiliki masalah-masalah seputar darah haid yang cukup mengganggu aktivitasnya. Ada baiknya para pembaca (khususnya wanita) mengetahui apa saja masalah-masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=464&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/04/romantic_rose_flowers.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-465" title="romantic_rose_flowers" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/04/romantic_rose_flowers.jpg?w=300&#038;h=226" alt="" width="300" height="226" /></a>Wanita yang telah mencapai usia baligh, secara normal akan mendapatkan haid tiap bulannya. Akan tetapi kondisinya belum tentu sama antara wanita satu dengan yang lainnya. Beberapa dari mereka mengalami kondisi yang normal, namun sebagian yang lain memiliki masalah-masalah seputar darah haid yang cukup mengganggu aktivitasnya. Ada baiknya para pembaca (khususnya wanita) mengetahui apa saja masalah-masalah dan gangguan-gangguan seputar darah haid. Sehingga kita bisa memiiliki pengetahuan tentangnya dan berharap bisa mencari solusinya.<span id="more-464"></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Klasifikasi </strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Gangguan haid dan siklusnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam:</p>
<p style="padding-left:30px;">1. Kelainan siklus : Amenorea, Oligomenorea, Polimenorea</p>
<p style="padding-left:30px;">2. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid: Hipermenorea atau menoragia dan Hipomenorea</p>
<p style="padding-left:30px;">3. Perdarahan di luar haid : Metroragia</p>
</blockquote>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><strong>1. Amenorea </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Definisi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Amenorea adalah keadaaan tidak terjadinya haid pada seorang wanita. Hal tersebut normal terjadi pada masa sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause. Amenorea sendiri terbagi dua, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">a. Amenorea primer, yaitu keadaan tidak terjadinya haid pada wanita</p>
<p style="text-align:justify;">usia 16 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">b. Amenorea sekunder, yaitu tidak terjadinya haid selama 3 siklus (pada</p>
<p style="text-align:justify;">kasus oligomenorea/jumlah darah haid sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus haid biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Penyebab </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penyebab tersering dari <strong>amenorea primer </strong>adalah:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Pubertas terlambat</li>
<li>Kegagalan dari fungsi indung telur</li>
<li>Agenesis uterovaginal (tidak tumbuhnya organ rahim dan vagina)</li>
<li>Gangguan pada susunan saraf pusat</li>
<li>Himen imperforata yang menyebabkan sumbatan keluarnya darah haid, dapat dipikirkan apabila wanita memiliki rahim dan vagina normal</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Penyebab terbanyak dari <strong>amenorea sekunder </strong>adalah kehamilan, setelah kehamilan, menyusui, dan penggunaan metode kontrasepsi. Jika sebab-sebab tersebut bisa disingkirkan, maka penyebab lainnya adalah:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Obat-obatan</li>
<li>Stres dan depresi</li>
<li>Nutrisi yang kurang, penurunan berat badan berlebihan, olahraga berlebihan, obesitas</li>
<li>Gangguan hipotalamus dan hipofisis</li>
<li>Gangguan indung telur</li>
<li>Penyakit kronik</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Tanda dan Gejala </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tanda amenorea adalah tidak didapatkannya haid pada usia 16 tahun, dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder (perkembangan payudara, perkembangan rambut pubis), atau kondisi dimana wanita tersebut tidak mendapatkan haid padahal sebelumnya sudah pernah mendapatkan haid. Gejala lainnya tergantung dari apa yang menyebabkan terjadinya amenorea.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><strong>2. Oligomenorea</strong></span><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Definisi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oligomenorea merupakan suatu keadaan dimana siklus haid memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Wanita yang mengalami oligomenorea akan mengalami haid yang lebih jarang daripada biasanya. Namun, jika berhentinya siklus haid berlangsung lebih dari 3 bulan, maka kondisi tersebut dikenal sebagai amenorea sekunder.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Penyebab </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oligomenorea biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Gangguan hormon tersebut menyebabkan lamanya siklus haid normal menjadi memanjang, sehingga haid menjadi lebih jarang terjadi. Oligomenorea sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Oligomenorea yang terjadi pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi antara hipotalamus, hipofisis dan ovarium pada awal terjadinya haid pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, oligomenorea dapat juga terjadi pada:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Gangguan indung telur, misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)</li>
<li>Stres dan depresi</li>
<li>Sakit kronik</li>
<li>Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)</li>
<li>Penurunan berat badan berlebihan</li>
<li>Olahraga berlebihan, misal atlit</li>
<li>Adanya tumor yang melepaskan estrogen</li>
<li>Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah haid</li>
<li>Penggunaan obat-obatan tertentu</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Umumnya oligomenorea tidak menyebabkan masalah, namun pada beberapa kasus, dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Pemeriksaan ke dokter kandungan harus dilakukan ketika oligomenorea berlangsung lebih dari 3 bulan dan mulai menimbulkan gangguan kesuburan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><strong>3. Polimenorea </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Definisi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seorang wanita mengalami siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih singkat dari 21 hari), hal ini dikenal dengan istilah polimenorea. Wanita dengan polimenorea akan mengalami haid hingga dua kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan jumlah perdarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Polimenorea harus dapat dibedakan dari <strong>metroragia</strong>. Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. Pada metroragia, haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Penyebab </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Timbulnya haid yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketidak seimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus haid normal sehingga didapatkan haid yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>3-5 tahun pertama setelah haid pertama</li>
<li>Beberapa tahun menjelang menopause</li>
<li>Gangguan indung telur</li>
<li>Stress dan depresi</li>
<li>Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)</li>
<li>Penurunan berat badan berlebihan</li>
<li>Obesitas</li>
<li>Olahraga berlebihan, misal atlit</li>
<li>Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antikoagulan, aspirin, NSAID, dll</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. Disamping itu, polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur). Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><strong>4. Menoragia atau Hipermenorea </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Definisi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menoragia atau hipermenorea adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal (lebih dari 80ml/hari) atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu haid. Siklus haid yang normal berlangsung antara 21-35 hari, selama 2-8 hari dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Gejala </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penderita menoragia dapat mengalami beberapa gejala seperti:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Perlu mengganti pembalut hampir setiap jam selama beberapa hari berturut-turut</li>
<li>Perlunya mengganti pembalut di malam hari atau pembalut ganda di malam hari</li>
<li>haid berlangsung lebih dari 7 hari</li>
<li>Darah haid dapat berupa gumpalan-gumpalan darah</li>
<li>Haid yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga memicu terjadinya anemia. Terdapat tanda-tanda anemia, seperti napas lebih pendek, mudah lelah, pucat, kurang konsentrasi, dll.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Penyebab </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya haid (menoragia) dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Adanya kelainan organik, seperti:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>infeksi saluran reporduksi</li>
<li>kelainan koagulasi (pembekuan darah), misal : akibat von willebrand disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll</li>
<li>Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">2. Kelainan hormon endokrin misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll</p>
<p style="text-align:justify;">3. Kelainan anatomi rahim seperti adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Iatrogenik : misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasi dan obat-obatan antikoagulan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><strong>5. Hipomenorea</strong></span><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Definisi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. <strong>Penyebab </strong>Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><strong>6. Metroragia </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Definisi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Metroragia adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid. Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. Pada metroragia, haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit. Metroragia tidak ada hubungannya dengan haid, namun keadaan ini sering dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun hanya berupa bercak</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Klasifikasi </strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Metroragia oleh karena adanya kehamilan, seperti abortus, kehamilan ektopik.</li>
<li>Metroragia diluar kehamilan</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Penyebab </strong></p>
<p style="text-align:justify;">1. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh, carcinoma corpus uteri, carcinoma cervicitis, peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia, endometritis haemorrhagia), hormonal.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Perdarahan fungsional:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Perdarahan Anovulatoar, disebabkan oleh psikis, neurogen, hypofiser, ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik, penyakit akut maupun kronis.</li>
<li>Perdarahan Ovulatoar, akibat korpus luteum persisten, kelainan pelepasan endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:right;">Yogyakarta, 06 MAret 2011</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Penulis: dr. Avie Andriyani</p>
<p style="text-align:justify;">© 2011. Artikel <a href="http://ummushofiyya.wordpress.com/">http://ummushofiyya.wordpress.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=464&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/04/24/macam-macam-gangguan-haid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/04/romantic_rose_flowers.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">romantic_rose_flowers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Haid</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/03/23/mengenal-haid/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/03/23/mengenal-haid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 06:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Haid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum, setiap wanita yang menginjak dewasa akan menemui &#8216;tamu bulanan&#8217; yang dinamakan haid atau menstruasi. Kaum hawa tentu harus mengenal seluk beluk tentang apa itu haid, agar ia tahu apa yang harus dilakukan jika ia mengalami haid, juga masalah seputar haid. Terlebih lagi wanita muslimah, ia harus mengenal konsekuensi-konsekuensi hukum Islam jika telah haid, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=455&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/rose-001.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-457" title="rose 001" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/rose-001.gif?w=480" alt=""   /></a>Secara umum, setiap wanita yang menginjak dewasa akan menemui &#8216;tamu bulanan&#8217; yang dinamakan haid atau menstruasi. Kaum hawa tentu harus mengenal seluk beluk tentang apa itu haid, agar ia tahu apa yang harus dilakukan jika ia mengalami haid, juga masalah seputar haid. Terlebih lagi wanita muslimah, ia harus mengenal konsekuensi-konsekuensi hukum Islam jika telah haid, seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur&#8217;an, dan lain-lain. Berikut ini kami paparkan sedikit mengenai haid dan permasalahan-permasalahan seputarnya secara umum dari tinjauan medis dan sedikit dari sudut pandang Islam.<span id="more-455"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><strong>Definisi Haid</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam buku “<strong>Darah Kebiasaan Wanita</strong>” yang ditulis oleh Syaikh Utsaimin, disebutkan mengenai pengertian haid. Menurut <strong>bahasa</strong>, <em>haid </em>berarti sesuatu yang mengalir. Dan menurut arti <strong>syara’</strong> ialah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab, dan pada waktu tertentu. Jadi haid adalah darah normal<em>, </em>bukan disebabkan oleh suatu penyakit, luka, keguguran atau kelahiran. Oleh karena haid adalah darah normal, maka darah tersebut berbeda sesuai kondisi, lingkungan dan iklimnya, sehingga terjadi perbedaan yang nyata pada setiap wanita.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara <strong>medis</strong>, keadaan haid atau menstruasi adalah proses alami yang dialami setiap wanita, yaitu terjadinya proses pendarahan yang disebabkan luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Proses ini umumnya terjadi pada saat wanita memasuki usia 10-12 tahun. Proses haid diiringi dengan keadaan keluarnya darah dari kelamin kewanitaan. Dimana proses alamiah ini terjadi rata-rata sekitar selama 2 hari sampai 8 hari. Darah yang keluar rata-rata sebanyak antara kisaran 10ml hingga 80ml per hari. Adapun siklus haid yang normal adalah rata-rata selama 21-35 hari.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Haid Pertanda Memasuki Masa Subur</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/siklusmens.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-458" title="siklusmens" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/siklusmens.jpg?w=300&#038;h=248" alt="" width="300" height="248" /></a>Haid merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita, yang dimulai dari <em>menarke</em> (mulainya haid) sampai terjadinya <em>menopause</em> (berhentinya haid). Haid terjadi pada wanita dewasa yang sehat dan tidak hamil. Haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala (tiap bulan) dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam reproduksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Haid pada wanita adalah suatu perdarahan rahim yang sifatnya fisiologik (normal), sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan progesteron. Haid bisa menjadi salah satu pertanda bahwa seorang wanita sudah memasuki masa suburnya. Karena secara fisiologis, haid menandakan telah terbuangnya sel telur yang sudah matang. Haid merupakan bagian dari proses mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Siklus Haid</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/alur-siklus-haid.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-459" title="alur siklus haid" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/alur-siklus-haid.jpg?w=480" alt=""   /></a>Panjang siklus haid ialah jarak tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus haid (hari ke-1), siklus berakhir tepat sebelum siklus haid berikutnya. Siklus haid berkisar antara 21-40 hari, hanya 10-15% wanita yang memiliki siklus 28 hari. Tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama, bahkan kakak beradik dan saudara kembar. Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke (mulainya haid) dan sesaat sebelum menopause (berhentinya haid).</p>
<p style="text-align:justify;">Lama haid biasanya antara 3 – 5 hari, ada yang 1 – 2 hari diikuti darah sedikit-sedikit kemudian ada yang 7 – 8 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata <span style="text-decoration:underline;">+</span> 16 cc, pada wanita yang lebih tua darah yang keluar lebih banyak begitu juga dengan wanita yang anemia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur, jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur. Siklus dan lamanya haid bisa diketahui dengan membuat catatan pada kalender. Dengan menggunakan kalender tersebut, tandailah siklus haid setiap bulannya. Setelah beberapa bulan bisa diketahui pola siklus haid, dan hal ini akan membantu dalam memperkirakan siklus yang akan datang. Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya dengan demikian dapat diketahui siklus haid.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus haid, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14, terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba falopi dan di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk kedalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan (hari ke-1 siklus haid). Perdarahan ini berlangsung selama 3 – 5 hari kadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fisiologi Haid</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/fisiologo-haid.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-460" title="fisiologo haid" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/fisiologo-haid.jpg?w=480" alt=""   /></a>Haid merupakan bagian dari proses mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar di bawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh jika wanita itu hamil.</p>
<p style="text-align:justify;">Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indungnya untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indungnya dan mulai bergerak menuju tuba falopii terus ke rahim. Jika telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim, lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina.Periode pengeluaran darah dikenal sebagai periode haid, berlangsung selama 3-7 hari. Jika seorang wanita menjadi hamil, haid bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya haid bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah atau urin sederhana.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gejala yang Menyertai Haid</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Proses alamiah haid terjadi pada setiap wanita yang beranjak dewasa. Proses haid diiringi oleh beberapa gejala yang terjadi pada tubuh. Perubahan fisiologis dalam tubuh wanita secara berkala ini dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Keluarnya darah dari kelamin merupakan indikasi jelas pada proses haid. Untuk beberapa kasus, terdapat gejala-gejala lain yang muncul seiring dengan proses haid, antara lain:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Perut terasa mulas</li>
<li>Mual</li>
<li>Nyeri ketika buang air kecil</li>
<li>Diiringi meriang atau demam dan peningkatan suhu tubuh</li>
<li>Sakit kepala dan pusing</li>
<li>Keputihan</li>
<li>Radang pada vagina</li>
<li>Gatal-gatal pada kulit</li>
<li>Meningkatnya temperamen emosi</li>
<li>Nyeri dan bengkak pada payudara</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pola Makan Mempengaruhi Siklus Haid</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pola makan diyakini membawa pengaruh pada siklus haid. Selain pentingnya pemilihan kandungan nutrisi dan asupan gizi, pola makan yang teratur dan baik memberikan banyak keuntungan serta kebaikan kepada tubuh secara menyeluruh ketika haid maupun ketika tidak haid.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanlah dalam porsi kecil dan lebih sering, agar tidak menyebabkan perasaan tidak nyaman pada perut namun tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan segar, sayur, dan tinggalkan <em>junk food</em> dan makanan berlemak.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal penting lainnya adalah asupan nutrisi dan gizi. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kalenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanapun, lakukanlah pola makan secara teratur. Apapun yang berlebihan akan berakibat tidak baik. Makan terlalu sering ataupun makan terlalu jarang karena dalam diet yang ekstrim tidak memberikan kebaikan apapun pada tubuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti halnya pola makan, jika terdapat ketidakseimbangan dalam pola asupan dan kualitas gizi, maka akan berpengaruh pada kelancaran siklus haid pula. Bahkan ketidakseimbangan tersebut memberikan dampak pula pada terhentinya siklus sama sekali (amenorea).</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nutrisi Penting Ketika Haid</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penting bagi wanita untuk selalu mempertahankan pola makan yang sehat untuk mengurangi efek negatif yang sering dialami saat haid. Berikut beberapa panduan mengenai asupan nutrisi dan gizi yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama haid:<strong> </strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Pada periode haid normal, wanita akan kehilangan darah sebanyak kurang lebih antara 10-80cc darah dalam sehari. Sementara mereka yang mengalami haid yang lebih berat akan kehilangan darah lebih banyak. Sehingga kehilangan cairan tersebut harus digantikan dengan minum<strong> air </strong>yang cukup.</li>
<li>Sementara dalam darah yang terbuang terkandung zat besi yang sangat dibutuhkan tubuh. Jika seseorang mengalami kekurangan zat besi maka gejala yang umum timbul berupa lelah, pucat, rambut rontok, mudah marah, lemah, dan gangguan fungsi pertahanan tubuh. Untuk mencegahnya, sebaiknya setiap wanita mecukupinya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung <strong>zat besi</strong>. Makanan yang banyak mengandung zat besi diantaranya daging, ayam, ikan, kacang-kacangan dan sereal. Namun hati-hati karena ternyata daging dan produk dengan bahan dasar susu dapat meningkatkan produksi prostaglandin yang memicu nyeri.</li>
<li>Keluhan lain yang sering dialami saat haid berupa konstipasi atau gangguan pencernaan. Makanan yang dapat membantu mengurangi gejala tersebut adalah <strong>sayuran</strong>.</li>
<li>Pastikan mengonsumsi <strong>kalsium</strong> yang cukup, setidaknya 1200 mg/hari. Sumber kalsium yang baik ditemukan pada susu rendah lemak, kedelai atau susu beras, tofu, yogurt, brokoli dan salmon. Kalsium dapat membantu mempertahankan tonus otot dan mencegah kram dan nyeri perut. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti roti gandum, buah segar dan sayuran.</li>
<li>Tingkatkan konsumsi <strong>magnesium</strong> dalam makanan sebanyak 200 mg/hari. Makanan yang kaya akan magnesium terdapat pada kacang-kacangan, tofu. Magnesium baik untuk mengoptimalisasi kapasitas tubuh dalam menyerap kalsium dan mengurangi kram perut</li>
<li>Konsumsi <strong>vitamin E</strong>, suatu antioksidan yang dapat mengatasi beberapa gejala pre haid dan juga memberi manfaat pada sistem sirkulasi. Wanita membutuhkan 8 mg/hari. Makanan yang mengandung vitamin E termasuk alpukat, kuning telur dan hati.</li>
<li>Makanlah makanan yang kaya akan <strong>vitamin B6</strong> yang dapat membantu metabolisme protein dan sel darah merah dan telah dilansir dapat mengurasi depresi. Sumber vitamin B6 diantaranya kentang, pisang, dan oatmeal. Kebutuhan akan B6 sebanyak 100 mg/hari.</li>
<li>Pastikan Anda mendapat <strong>vitamin C dan zinc</strong> yang cukup, karena zat gizi tersebut merupakan pendukung kesehatan sel telur wanita dan sistem reproduksi.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Makanan yang perlu dihindari atau dikurangi konsumsinya:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Mengurangi      konsumsi garam dapat membantu mencegah perasaan kembung,.</li>
<li>Kurangi      konsumsi kafein, gula dan alkohol karena dipercaya dapat menghambat penyerapan      kalsium dalam tubuh.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;">Yogyakarta, 06 MAret 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: dr. Avie Andriyani</p>
<p>© 2011. Artikel <a href="http://ummushofiyya.wordpress.com">http://ummushofiyya.wordpress.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=455&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/03/23/mengenal-haid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/rose-001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rose 001</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/siklusmens.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">siklusmens</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/alur-siklus-haid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alur siklus haid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/03/fisiologo-haid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fisiologo haid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manakala Kolik Menghampiri Bayi Anda</title>
		<link>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/02/16/manakala-kolik-menghampiri-bayi-anda/</link>
		<comments>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/02/16/manakala-kolik-menghampiri-bayi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 09:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummushofiyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kolik]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummushofiyya.wordpress.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Adakalanya ibu kebingungan karena tiba-tiba saja bayinya menangis keras. Selain alasan lapar dan mengompol, Anda perlu mewaspai terjadinya serangan kolik pada si kecil. Istilah ”kolik” digunakan saat bayi mengalami rasa sakit perut yang sangat hebat, biasanya ditunjukkan oleh bayi secara khas, yaitu dengan ”tangis sakit” yang melengking. Biasanya kolik pada bayi terjadi karena kram usus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=450&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong><a href="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/02/bedrooms-001.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-451" title="bedrooms-001" src="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/02/bedrooms-001.jpg?w=255&#038;h=191" alt="" width="255" height="191" /></a>Adakalanya ibu kebingungan karena tiba-tiba saja bayinya menangis keras. Selain alasan lapar dan mengompol, Anda perlu mewaspai terjadinya serangan kolik pada si kecil. Istilah ”kolik” digunakan saat bayi mengalami rasa sakit perut yang sangat hebat, biasanya ditunjukkan oleh bayi secara khas, yaitu dengan ”tangis sakit” yang melengking. Biasanya kolik pada bayi terjadi karena kram usus atau disebut juga <em>kolik infantil</em>. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas tentang penyebab-penyebab kolik dan berbagai macam cara meredakan nyeri kolik. Anda dapat memilih salah satu cara yang menurut Anda paling sesuai dengan kondisi Anda dan bayi Anda.<span id="more-450"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa Penyebab Kolik </strong><strong>p</strong><strong>ada Bayi?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Kolik pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah kesulitan sistem alat pencernaan bayi dalam menerima <em>laktosa</em> atau zat gula yang terkandung dalam susu yang dikonsumsinya. Bisa juga karena <em>intoleransi </em>(tidak tahan) terhadap susu sapi yang menyebabkan usus bayi harus bekerja keras sehingga terjadi ketegangan pada usus dan terjadilah kolik. Faktor psikologis dasar bayi yang terganggu juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya kolik.</p>
<p style="text-align:justify;">Kolik paling banyak terjadi pada bayi usia di bawah enam bulan, hal ini karena sistem pencernaannya yang belum sempurna, terutama kemampuan<em> motilitas</em> usus yang tidak seperti orang dewasa. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, maka fungsi pencernaannya akan makin baik dan gangguan kolik insya Allah akan semakin jarang/berkurang.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Mengenali Gejala Kolik?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bayi yang sedang mengalami kolik akan menunjukkan gejala khas berupa tangisan yang melengking dan keras. Tangisan histeris bayi yang sedang kolik biasanya bisa dibedakan dengan tangisan karena mengompol, lapar, atau haus. Kadangkala bayi juga menunjukkan gejala gelisah, hal ini terjadi karena nyeri perut yang dirasakan bayi begitu hebat.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apakah Kolik Ini Berbahaya?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Anda tidak perlu risau berlebihan karena pada kebanyakan kasus, insya Allah kolik dapat sembuh dengan bantuan sederhana seperti menenangkan bayi atau hanya dengan mengolesi perut bayi denga minyak telon. Anda perlu waspada jika kolik terjadi cukup sering dan dalam waktu yang cukup lama, bisa jadi hal ini akibat adanya sumbatan pada usus bayi. Anda perlu segera memeriksakan bayi Anda ke dokter agar dapat dicari penyebabnya dan dapat segera mendapat penanganan yang tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa </strong><strong>y</strong><strong>ang Bisa Dilakukan </strong><strong>j</strong><strong>ika Bayi Mengalami Kolik?</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Bersikaplah tenang dan jangan panik supaya Anda tetap dapat berpikir rasional. Sikap tenang Anda juga dibutuhkan untuk menenangkan bayi Anda yang menangis histeris.</li>
<li>Jika bayi Anda ada di tempat tidur, segera pindahkan ke ayunan atau Anda bisa juga menggendong sambil mengayun-ayunkan tubuhnya.</li>
<li>Alihkan perhatian bayi yang sedang kolik dengan benda-benda di sekitarnya yang menarik perhatian bayi, misal dengan menggunakan mainan kesukannya atau benda-benda beraneka warna.</li>
<li>Jika tangisan bayi sudah mulai mereda dan bayi kelihatan lebih tenang, segera periksa perutnya. Jika kembung, Anda dapat mengoleskan minyak telon di perutnya sambil mengelus-elus tubuh bayi supaya bayi merasa nyaman dalam belaian Anda.</li>
<li>Setelah itu Anda bisa menidurkannya. Gendonglah bayi dengan posisi kepala bayi di atas pundak Anda sambil dielus-elus bagian punggungnya.</li>
<li>Berikan ASI (Air Susu Ibu) untuk memenuhi kebutuhan isap bayi Anda.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bermacam-</strong><strong>m</strong><strong>acam Pilihan Terapi Kolik</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Gerakan      atau getaran yang ritmis dan kontinu.</strong> Sebuah penelitian menemukan bahwa gerakan      atau getaran yang ritmis dan kontinu (terus menerus) terbukti dapat      meredakan kolik. Salah satu caranya adalah dengan mengajak bayi yang      tengah kolik menaiki kendaraan atau meletakkannya di atas kereta dorong      dan mendorongnya berkeliling rumah.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Terapi      pijat bayi.</strong> Pijat bayi diakui mempunyai banyak      manfaat, salah satunya adalah dapat meredakan nyeri kolik pada bayi. Anda      dapat mempelajari cara-cara pijat bayi dari buku-buku tentang pijat bayi      yang banyak beredar saat ini atau Anda dapat berlatih langsung dengan ahli      fisioterapi atau tenaga kesehatan yang menguasai ilmu-ilmu tentang pijat      bayi. Yang harus diingat, Anda tidak boleh sembarangan memijat bayi karena      bagian-bagian tubuh bayi masih sangat lemah. Untuk mengurangi kolik ini,      dianjurkan untuk melakukan pemijatan pada saat kolik sedang berlangsung      dan menjelang bayi tidur. Para peneliti juga menemukan bahwa bayi-bayi      yang dipijat akan lebih tenang, tidak gelisah, lebih teratur waktu bangun      dan tidurnya, serta memiliki interaksi yang lebih baik dengan orang      tuanya. Ada beberapa macam cara pijatan yang bisa Anda terapkan untuk      menenangkan bayi yang sedang kolik, antara lain :</p>
<ul>
<li>Angkat kedua kaki bersamaan ke arah perut dan ulang beberapa kali. Pijat lembut daerah perut (jangan ditekan) dengan minyak bayi atau minyak telon yang hangat.</li>
<li><em>Pediatric Osteopathic</em> : metode pemijatan dengan menekan tengkorak bayi turun perlahan-lahan ke arah pantat lewat belakang leher dan punggung. Cara ini dipercaya dapat meningkatkan kerja usus dan menenangkan bayi hingga tertidur pulas.</li>
<li><em>Pijatan chiropractic</em> : pemijatan lembut di sekitar tulang punggung. Pijatan dilakukan menggunakan satu jari pada sendi-sendi punggung bayi. Setelah dipijat dengan cara ini biasanya bayi yang sedang kolik akan lebih tenang.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Terapi      suara lembut.</strong> Para pakar kesehatan percaya kalau suara lembut dapat menenangkan bayi      termasuk bayi yang mengalami kolik. Bayi yang menangis tanpa sebab dapat ditenangkan dengan memberikan      rangsangan pada indera pendengarannya. Misalnya, dengan memperdengarkan      suara kicauan burung atau gemericik air. Suara ini diperdengarkan terus      menerus pada bayi sampai bayi menjadi tenang.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perhatian, kasih sayang, dan perawatan yang Anda berikan dapat menjadi obat paling ampuh ketika si kecil sakit. Pelukan, belaian, bahkan sekedar sentuhan hangat Anda dapat menenangkan anak yang tengah kesakitan. Sayangnya, orang tua kerap kali kurang mengetahui cara-cara untuk mengatasi keadaan yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan anaknya. Dengan banyak membaca dan belajar tentang kesehatan anak, Anda akan tersadar bahwa begitu banyak cara yang nampaknya sederhana tapi dapat mengeluarkan Anda dari keadaan yang penuh dengan kecemasan dan kepanikan.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis: dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi 03/XII/1429H/2008M)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber: </strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>dr.      Utami Roesli, SpA, <em>Pedoman Pijat Bayi</em>, Penerbit PT. Trubus      Agriwidya.</li>
<li>dr. Karel, SpA, <em>Menjadi Dokter Anak di Rumah</em>, Penerbit Puspa Sehat</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>© 2011. Artikel <a href="http://ummushofiyya.wordpress.com">http://ummushofiyya.wordpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummushofiyya.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummushofiyya.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummushofiyya.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummushofiyya.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummushofiyya.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummushofiyya.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummushofiyya.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummushofiyya.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummushofiyya.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummushofiyya.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummushofiyya.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummushofiyya.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummushofiyya.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummushofiyya.wordpress.com/450/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummushofiyya.wordpress.com&amp;blog=10749847&amp;post=450&amp;subd=ummushofiyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/02/16/manakala-kolik-menghampiri-bayi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ummushofiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummushofiyya.files.wordpress.com/2011/02/bedrooms-001.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bedrooms-001</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
