Muslimah dan Kesehatan

ALERGI MAKANAN

Posted on: 19/06/2010

Kejadian alergi terus meningkat dan tentunya hal ini menjadi masalah yang memerlukan perhatian khusus dari orang tua. Meskipun banyak pengobatan yang elektif, namun saat ini belum ada obat yang dapat menghilangkan alergi. Oleh karena itu, sangat masuk akal untuk lebih baik mencegah alergi daripada mengobatinya. Bahkan, bila mungkin kita hendaknya berusaha mencegah alergi sedini mungkin mulai dari anak masih bayi. Hal ini tentunya terkait dengan dampak yang ditimbulkan oleh alergi menyangkut berkurangnya kualitas hidup anak dan besarnya biaya pengobatan penyakit alergi yang harus dikeluarkan.

Apakah “Alergi” Itu ?

Alergi adalah suatu reaksi imun pada diri seseorang yang disebabkan oleh paparan alergen sehingga menimbulkan gejala-gejala yang bervariasi seperti hidung meler, mata terasa gatal, merah atau berair, gatal pada hidung, mulut, tenggorokan dan kulit, bentol pada kulit, batuk, susah bernafas, mual dan diare. Bahan-bahan yang termasuk alergen antara lain debu, tungau, tepung sari, atau makanan tertentu. Salah satu jenis alergi yang banyak terjadi pada anak-anak, terutama pada usia 0 – 12 bulan, adalah alergi makanan.

Apakah yang Menyebabkan Terjadinya Alergi Makanan?

Pada umumnya sistem kekebalan tubuh menyerang bakteri, virus, atau benda-benda asing berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Sedangkan makanan tidaklah dianggap berbahaya. Alergi terhadap makanan terjadi saat sistem kekebalan tubuh salah mengartikan komponen makanan tertentu, biasanya protein, dianggap sebagai zat berbahaya yang kemudian diserang oleh sistem kekebalan tubuh.

Apakah Anak Saya Berisiko Terkena Alergi Makanan?

Banyaknya kejadian alergi makanan pada anak membuat para orang tua khawatir. Ada baiknya orang tua mengetahui apakah anaknya berisiko terkena alergi makanan. Anak yang berisiko tinggi terkena alergi adalah mereka yang memiliki riwayat keluarga pengidap alergi. Risiko terkena alergi berdasarkan riwayat keluarga adalah sebagai berikut :

  • Jika kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi maka kemungkinan anak berisiko menderita alergi sebesar 5-15 %
  • Jika salah satu orang tua memiliki riwayat alergi maka kemungkinan anak berisiko menderita alergi sebesar 20-40 %
  • Jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi maka kemungkinan anak berisiko menderita alergi sebesar 40-60 %

Apa Saja Gejala Alergi Makanan?

Tanda-tanda alergi makanan antara lain gatal-gatal, ekzema, dermatitis, mual, muntah, diare, nafas berbunyi, asma, dan bronkhitis. Reaksi setiap orang terhadap alergi tidaklah sama. Sebagian orang bisa menghadapinya, namun pada beberapa orang dapat berakibat fatal.

Makanan Apa Saja yang Dapat Menyebabkan Alergi Makanan?

Orang tua tentunya harus tahu makanan apa saja yang dapat mencetuskan alergi pada putra/putrinya sehingga tidak membiarkan anak mengkonsumsi makanan tersebut. Makanan yang berisiko tinggi menyebabkan alergi antara lain susu sapi, putih telur, kacang kedelai, seafood (ikan, kerang, kepiting, udang, dll) dan kacang tanah. Khusus untuk alergi terhadap susu sapi, biasanya terjadi pada bayi.

Bagaimana Mencegah Alergi Makanan Pada Anak?

Beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua dan terbukti efektif mencegah atau mengurangi risiko alergi makanan antara lain :

  • Kenali risiko alergi bayi Anda dengan data riwayat alergi keluarga Anda.
  • Tidak dianjurkan pembatasan diet makanan tertentu yang berpotensi menyebabkan alergi selama kehamilan karena dapat menyebabkan gangguan nutrisi baik pada ibu maupun pada bayi.
  • Pemberian minyak ikan pada ibu hamil yang mempunyai riwayat alergi dapat mengubah fenotip progenitor darah tali pusat pada bayi baru lahir sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya alergi pada anak.
  • Cara terbaik untuk mencegah alergi adalah dengan memberikan ASI eksklusif selama sekurang-kurangnya 6 bulan karena ASI adalah susu hipoalergenik sempurna dan merupakan sumber antibodi yang sangat penting. Antibodi yang terdapat pada ASI adalah Immunoglobulin A yang dapat mencegah alergi di saluran cerna.
  • Jika Ibu tidak dapat menyusui bayi karena alasan medis tertentu, mintalah saran dokter Anda mengenai alternatif pemberian susu formula hipoalergenik. Susu formula hipoalergenik adalah susu formula yang kurang alergenik dan diformulasikan untuk mencegah alergi. Dewasa ini, riset makanan yang semakin maju mampu memodifikasi protein susu sapi menjadi hipoalergenik (kurang menimbulkan alergi) dengan proses hidrolisis dimana protein yang potensial menimbulkan reaksi alergi tersebut dikurangi dengan dipecah menjadi partikel yang lebih kecil dengan menggunakan enzim-enzim seperti enzim alkalase.
  • Susu kedelai atau susu kambing tidak efektif mencegah timbulnya alergi pada anak yang mempunyai riwayat alergi. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa susu kedelai tidak mencegah berkembangnya alergi pada anak. Tapi susu kedelai hanya digunakan sebagai susu alternatif pada anak yang betul-betul alergi terhadap susu sapi. Susu kedelai cukup aman diberikan pada anak usia > 6 bulan.
  • Perkenalkan satu makanan baru setiap minggu tetapi hindari makanan yang dapat menimbulkan alergi makanan selama satu tahun pertama.

Ada beberapa panduan pemberian makanan untuk mencegah timbulnya alergi :

  • Makanan yang tidak/jarang menimbulkan alergi (diperkenalkan sejak usia 6 bulan) seperti : beras, wortel, pir, apel, dan alpukat
  • Makanan yang biasanya bisa ditoleransi, namun dapat menimbulkan alergi (diperkenalkan sejak usia 6 bulan) seperti : gandum, havermut, daging sapi, kambing, ayam, brokoli, kol, kentang, bayam, jagung, pisang, dan lobak Cina.
  • Makanan yang kemungkinan mengakibatkan alergi (diperkenalkan sejak usia 9 bulan) seperti : kuning telur (harus dimasak sampai matang), kacang-kacangan (kedelai, kacang hijau), dan ikan (air tawar)
  • Makanan yang kemungkinan besar menimbulkan alergi (diperkenalkan sejak usia 12 bulan) seperti : seafood (udang, kepiting, kerang), putih telur, dan kacang tanah.

Penutup

Sebagai orang tua, tentunya kita ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan kesehatan anak kita. Tidak ada satu orang tua pun yang menginginkan anaknya sakit, dan tentunya sebisa mungkin kita mencegah daripada mengobati. Akan tetapi, apapun yang diberikan Allah adalah yang terbaik bagi kita. Jika kita dapati anak kita menderita alergi maka hendaknya kita bersabar dan bertawakal kepadaNya. Meskipun kita tidak dapat menghilangkan alergi,tapi kita masih bisa mengurangi gejala-gejala yang muncul akibat alergi itu baik dengan menghindari paparan alergen maupun dengan terapi obat-obatan.

Penulis: dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi 02/XI/1428H/2007M)

Sumber :

Seminar PERALUMNI (Perhimpunan Alergi dan Imunologi) Cabang Yogyakarta, ” Deteksi Dini & Penanggulangan Alergi pada Bayi Sejak dalam Kandungan” , Yogyakarta, 10 Desember 2006

4 Tanggapan to "ALERGI MAKANAN"

makasih banyak infonya…

sangat bermanfaat…

izin meng copy…

salam hangat…

Semoga bermanfaat. Jika meng-copy artikel ini, jangan lupa untuk mencantumkan secara lengkap penulis artikel dan sumber web dimana artikel tersebut diambil. Agar amanat ilmiah tetap terjaga.

info yang bagus.
iyah kita harus mengenal dulu apa alergi yang kita alami🙂

infonya bgus…
thanks infonya…

kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi kita semua. Karena dengan kondisi kesehatan yang baik kita dapat melakukan berbagai aktifitas dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita tentunya.

mampir ya ke web ane..
http://www.usahaini.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel

%d blogger menyukai ini: