Muslimah dan Kesehatan

CACAR YANG SANGAT MENULAR

Posted on: 17/02/2016

bigstock-varicella-zoster-virus-58547519Penyakit varicella atau cacar air ini seringkali mengingatkan kembali pada masa kecil kita. Mungkin kita akan teringat teman-teman kita, atau mungkin diri kita sendiri dan saudara-saudara kita mengalami cacar air dalam waktu yang berdekatan. Penyakit ini memang menular dengan sangat cepat, terutama di pemukiman padat dan di lingkungan sekolah. Meskipun kejadiannya sudah sangat biasa karena banyak yang mengalaminya, namun masih banyak orangtua yang belum tahu bagaimana merawat anak yang sedang mengalami cacar air.

Apa itu “Cacar Air”?

Penyakit cacar air adalah penyakit akibat infeksi virus varicella zoster yang sangat menular. Penyebaran virus ini sangat cepat, maka tidak heran jika ada satu anak yang terkena cacar air maka tak lama kemudian anak-anak di sekitarnya akan segera “menyusul”.

Pemukiman padat penduduk, sekolah, pondok pesantren, asrama, dan tempat penitipan anak merupakan tempat yang paling rentan terjadi penyebaran penyakit cacar air. Hal ini karena banyak anak berkumpul di satu tempat yang cukup padat, bermain bersama, makan dan minum bersama, saling bersinggungan (kontak) langsung, sementara kondisi imunitas anak masih belum sempurna sehingga mudah terjadi penularan.

Penyakit cacar air dapat menular lewat kontak langsung dengan cairan atau lepuhan dengan penderita dan bisa juga menular lewat percikan ludah (droplet). Penularan bisa terjadi sejak 1 hari sebelum muncul kemerahan pada kulit sampai dengan 7 hari sesudah muncul gejala.

Bagaimana Mengenali Gejalanya?

Kita perlu mewaspadai jika mulai muncul gejala cacar air setelah ada riwayat kontak dengan penderita 2-3 pekan sebelumnya. Penyakit cacar air biasanya diawali dengan peningkatan suhu tubuh atau demam (meskipun tidak selalu ada), kemudian muncul kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak (tangan, kaki) dan wajah. Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi plenting (vesikel) berisi cairan dengan dinding tipis. Jika plenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak/bekas di kulit (hiperpigmentasi).

Bagaimana Penanganan yang Tepat?

Penyakit cacar air termasuk self limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus, biidznillah. Penyakit ini disebabkan oleh virus sehingga tidak membutuhkan antibiotik dalam pengobatannya. Penderita cacar hanya memerlukan istirahat cukup dan nutrisi yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pada kondisi tertentu, dokter bisa meresepkan obat antiviral, terutama jika kejadian cacar air masih belum lama. Obat antiviral ini efektif jika diberikan sesegera mungkin (kurang dari 24 jam). Jika diperlukan, boleh diberikan obat penurun panas, anti gatal, atau obat lainnya tergantung gejala yang muncul. Selain itu, bisa juga ditambah dengan suplemen untuk mendongkrak daya tahan tubuh anak.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua ketika harus merawat putra-putrinya yang terkena penyakit cacar air :

  • Ukur suhu tubuh anak secara berkala (4 jam sekali), berikan obat penurun panas jika >38°C.
  • Jika memungkinkan, tempatkan anak pada satu tempat (kamar) terpisah dari anggota keluarga yang lain untuk meminimalisir penularan. Karantina seperti ini disarankan hingga seluruh keropeng mengelupas (luka lepuhan sudah mengering semua).
  • Potong kuku anak supaya tidak meninggalkan bekas luka garukan.
  • Sesudah mandi, taburkan bedak salicyl ke seluruh tubuh terutama yang terdapat plenting cacar airnya. Bedak ini berfungsi untuk mengurangi gatal sekaligus mengurangi tegangan permukaan plenting supaya tidak mudah pecah.
  • Jangan pecahkan plenting dan biarkan ia mengering dengan sendirinya, supaya tidak meninggalkan bekas yang dalam.
  • Pakaikan baju katun yang lembut untuk meminimalisir gesekan dengan plenting cacar air supaya tidak memecahkannya.
  • Berikan makanan yang bergizi dan usahakan agar anak dapat beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya.

Larangan Mandi Ketika Sakit Cacar, Fakta atau Mitos ?

Tetap mandikan anak, sebab larangan mandi ketika sedang sakit cacar hanyalah mitos. Mandi pada asalnya tidak memperparah penyakit cacar. Justru dengan tidak mandi akan meningkatkan risiko kontaminasi oleh bakteri/kuman akibat kurangnya menjaga kebersihan. Hanya saja, kita harus berhati-hati dan tidak menggosok terlalu keras dengan menggunakan handuk ketika mengeringkan air mandi. Hal inilah yang sering dikhawatirkan oleh para orangtua zaman dahulu. Mereka khawatir jika ketika mandi kemudian tangan kita menggosok badan terlalu keras sampai memecahkan plenting cacar air tersebut.

Cukup Satu Kali!

Seseorang yang pernah terkena cacar air akan mendapatkan kekebalan atau imunitas alami sehingga tidak akan terkena cacar air lagi untuk kedua kalinya, biidznillah. Namun demikian, sebenarnya sebagian virus yang mengenai penderita cacar air akan “tertidur” (dormant) di dalam tubuhnya dan sewaktu-waktu dapat muncul dengan manifestasi yang lain, seperti herpes zoster misalnya. Herpes zoster adalah lepuhan kulit yang disebabkan oleh kebangkitan kembali virus varicella zoster yang menetap laten di akar saraf. Siapa pun yang pernah menderita cacar air di masa lalu dapat terkena herpes zoster di kemudian hari. Satu hal yang perlu digarisbawahi, penyakit herpes zoster ini tidak sama dengan penyakit herpes genitalis yang menyerang kemaluan.

 

Orang Dewasa Juga Bisa Terkena

Meskipun mayoritas (sebagian besar) penderita cacar air adalah anak-anak, namun penyakit cacar air juga bisa terjadi pada orang dewasa yang belum pernah mengalaminya ketika mereka masih anak-anak. Bahkan, gejala yang dialami orang dewasa yang terkena cacar air biasanya justru lebih berat dibandingkan gejala yang muncul pada anak. Jika anak kecil yang sedang mengalami cacar masih bisa aktif dan bermain, tidak demikian dengan orang dewasa yang terkena cacar. Orang dewasa yang terkena cacar air biasanya akan merasakan tubuhnya terasa begitu lemah disertai nyeri otot dan pegal-pegal seluruh tubuh. Bekas yang muncul setelah sembuh juga biasanya lebih sulit hilang pada orang dewasa dibandingkan pada anak-anak.

Jika orang dewasa yang terkena cacar air sedang dalam kondisi hamil, maka hendaknya segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Hal ini mengingat akan adanya dampak yang cukup serius baik terhadap janin maupun ibu hamil itu sendiri. Meskipun jarang, namun virus cacar air pada ibu hamil bisa mengakibatkan cacat bawaan pada janin dan bisa menimbulkan radang paru pada ibu hamil. Oleh karena itu, sebisa mungkin jangan sampai ibu hamil berdekatan dengan penderita cacar air supaya tidak tertular.

 

Biasa Namun Tetap Harus Waspada

Penyakit cacar air seringkali dianggap penyakit yang “biasa” atau tidak berbahaya oleh sebagian orangtua, sehingga cenderung dibiarkan saja tanpa dilakukan penanganan apa-apa. Beberapa anak tetap bermain kesana kemari dalam kondisi badannya penuh dengan plenting cacar air dan dibiarkan tidak mandi berhari-hari karena mitos larangan mandi jika terkena cacar air. Tangan-tangan kecil mereka pun bergerak leluasa menggaruk dan memegang mainan bersama teman-temannya. Padahal dengan pembiaran semacam ini akan memperluas penularan pada anak-anak lain. Pada beberapa kasus cacar air juga bisa terjadi komplikasi, yaitu masuknya bakteri pada bekas luka garukan karena kurangnya kebersihan tubuh anak. Untuk itu, perlu kiranya orangtua tetap waspada dan merawat putra-putrinya yang sedang mengalami cacar air dengan seksama. Demikian penjelasan tentang penyakit cacar air, semoga bermanfaat.

Ditulis oleh :  dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah

 

Referensi :

  1. Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas, Tahun 2007, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
  2. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak edisi 1, Tahun 2004, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta.

5 Tanggapan to "CACAR YANG SANGAT MENULAR"

Min, thanks banget ni infonya tentang cacar penyakit menular. Oia saya mau nanya. kan saya belum kena cacar, trus kata temen saya cacar ini tetap ada sekali dalam seumur hidup ya? Tolong balasannya min

Bagi yg sudah pernah terkena akan punya kekebalan dan insyaallah tdk tertular lagi nantinya

Apakah cacar bisa menular ke orang dewasa

Bisa biidznillah, jika orang dewasa nya belum pernah kena cacar sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel

%d blogger menyukai ini: