Muslimah dan Kesehatan

​Sebuah tulisan untuk para remaja.. 


Malas-malasan? Ngantuk? Loyo? 

Puasa bukan alasan untuk tidur berlebihan atau bermalas-malasan. Mungkin ada yang salah dengan manajemen waktumu, atau mungkin mindset (cara berpikir) kamu yang perlu disetel ulang. Ya, puasa Ramadhan itu kewajiban, tapi tetap semangat dan produktif ketika puasa itu pilihan. Tentunya kamu yang mengaku remaja muslim akan berlomba-lomba mengisi bulan suci ini dengan kegiatan yang bermanfaat. Bahkan semua kegiatan yang tidak melanggar batasan syar’i bisa bernilai di sisi Allah jika diniatkan untuk ibadah. So, tunggu apa lagi?

Tidurnya Orang Puasa itu ibadah?

Beberapa orang memilih untuk banyak melewatkan waktu di bulan puasa dengan memperbanyak tidur. Alasannya karena menganggap tidurnya orang sholat itu ibadah, untuk menghalau rasa lapar, dan lain-lain. Sebagaimana para ulama biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap amalan yang statusnya mubah (seperti makan, tidur) bisa mendapatkan pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala. Intinya, semuanya adalah tergantung niat. Jika niat tidurnya hanya malas-malasan sehingga tidurnya bisa seharian dari pagi hingga sore, maka tidur seperti ini adalah tidur yang sia-sia. Namun jika tidurnya adalah tidur dengan niat agar kuat dalam melakukan shalat malam dan kuat melakukan amalan lainnya, tidur seperti inilah yang bernilai ibadah

Mengapa Mengantuk?

Ada beberapa hal yang menyebabkan rasa kantuk sering menyerang orang yang berpuasa. Diantaranya :

  • Tidur terlalu larut untuk melakukan hal yang sia-sia.
  • Terlalu banyak tidur sehingga justru terasa lemas berkepanjangan.
  • Makan sahur berlebihan.
  • Kurangnya aktivitas dan banyaknya waktu luang.
  • Kekurangan zat besi (Fe)

Usir Kantuk, Halau Rasa Galau, Buang rasa Malas

Agar kartun, galau,  dan rasa malas tidak berkelanjutan sehingga mengganggu kualitas ibadah, ada baiknya diterapkan beberapa tips berikut ini :

  • Luruskan niat karena Allah. Dengan niat yang lurus maka semangat akan menggebu. Rasa kantuk dan malas akan terkalahkan ketika kita ingat balasan dan pahala yang dijanjikan Allah subhanahu wa ta’ala
  • Banyak berdzikir dan berdo’a.
  • Tidak memperturutkan hawa nafsu dan panjang angan-angan.
  • Persiapkan ilmu dan fisik menjelang Ramadhan. Buka kembali buku-buku yang membahas tentang bulan Ramadhan, hal ini akan makin memantapkan ibadah. Selain ilmu, siapkan fisikmu juga. Lakukan olah raga ringan dan jaga pola makanmu. Kamu tentu tidak ingin melewatkan Ramadhan dalam kondisi sakit kan?
  • Susun jadwalmu selama bulan Ramadhan. Kesuksesan biasanya lebih mudah terwujud dengan perencanaan yang matang. Hal ini tentu disesuaikan dengan jadwal belajar dan liburanmu. Jangan sampai terlalu banyak waktu luang yang terbuang percuma.

Pentingnya Istiqamah

Terlalu bersemangat di awal tentu akan berdampak kurang baik. Atur ritme kegiatanmu supaya ibadahmu lebih istiqamah. Jangan memaksakan diri dan kemudian “tumbang” di hari-hari berikutnya. Berkumpullah dengan teman-teman yang bisa memberikan pengaruh baik dan saling memberikan semangat. Selamat Berpuasa.. 

(dr. Avie Andriyani) 

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui supaya makanan yang kita konsumsi selama bulan puasa dapat menyehatkan badan dan bukan sebaliknya. Untuk itu, hal-hal berikut ini hendaknya selalu kita terapkan dalam mengatur pola makan selama bulan puasa :

Makanan berserat bikin segar lebih lama? 

Sahur sangat penting untuk mendukung kelancaran ibadah puasa, karena makanan yang kita santap pada saat sahur akan menjadi cadangan energi selama kita berpuasa. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak meninggalkan sahur ketika akan berpuasa karena terdapat berkah dalam makan sahur.

Seperti yang terdapat dalam hadits dari Anas Ibnu Mali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam bersabda : “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu ada berkahnya” (Muttafaq Alaih). 

Makanan berserat akan memperlancar proses pengeluaran racun dari dalam tubuh serta dapat mengurangi konsentrasi radikal bebas dalam tubuh, hingga sel-sel tubuh menjadi lebih segar dan elastis.

Makan sahur berlebihan malah bikin lemes? 

Makan berlebihan ketika sahur akan menyebabkan melonjaknya kadar gula dalam darah serta merangsang keluarnya hormon insulin secara berlebihan. Hormon insulin ini akan mengangkut gula darah ke seluruh jaringan tubuh guna diubah menjadi glikogen atau lemak. Apabila kita makan terlalu banyak, maka glikogen dan lemak yang dihasilkan juga berlebihan. Padahal, lemak yang berlebihan sukar diuraikan menjadi gula darah kembali. Akibatnya, seseorang yang makan berlebihan saat sahur tidak bertambah segar, tapi justru semakin merasa lesu.

Puasa tapi kebutuhan cairan 8 gelas sehari terpenuhi, bagaimana caranya? 

Usahakan tetap mengkonsumsi air 8 gelas setiap harinya, caranya antara lain adalah dengan meminum sekitar 2 gelas saat buka puasa, lalu setelah tarawih hingga menjelang tidur, minum lagi sebanyak 3-4 gelas. Sedangkan pada saat sahur Anda bisa minum sebanyak 2 gelas lagi. Minum air tidak selalu berarti air putih saja, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.

Menyegerakan berbuka bagus untuk kesehatan lambung? 

Seperti yang terdapat dalam salah satu hadits dari Sahal Ibnu Saad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam bersabda : “Orang-orang akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”  (Muttafaq Alaih). 

Syariat Islam yang sempurna telah mengajarkan pada kita supaya tidak memberat-beratkan diri dengan menunda berbuka puasa padahal waktunya telah tiba karena hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan terutama pada organ lambung. 

“Balas dendam” ketika buka puasa tidak baik untuk lambung! 

Berbuka puasa dengan makanan berat dalam jumlah banyak justru memberatkan kerja lambung yang sudah dibiarkan beristirahat sekitar 12 jam. Jangan sampai menjadikan waktu berbuka puasa sebagai ajang balas dendam setelah seharian menahan lapar dan haus. 

Sebaiknya Anda makan dan minum yang manis saat berbuka (disunnahkan berbuka dengan kurma) dan makan makanan ringan yang mudah dicerna. Setelah kadar gula darah berangsur-angsur kembali normal, lakukan shalat maghrib. Selang setengah jam kemudian, makanlah  menu lengkap secukupnya. Setelah shalat tarawih, Anda dapat makan lagi, jika masih merasa lapar. 

Bagi para ibu rumah tangga, menyajikan menu berbuka bagi keluarga tentu sangat menyenangkan. Dan alangkah lebih bijaksana jika para ibu menyiapkan menu yang sehat dan bergizi untuk menunjang kelancaran ibadah puasa seluruh keluarga. Selamat berpuasa.. 

Selain untuk bikin bolen pisang, puff pastry sebenarnya bisa dipakai untuk membuat aneka camilan. Misalnya saja croissant, tarcis, dan berbagai kue isian. Tinggal diisi aja sesuai selera trus lipat sesuai bentuk yang kita inginkan. 
Pemakaian puff pastry yang sangat praktis ini sangat pas untuk kegiatan anak-anak bikin kue sesuai kreasi mereka masing-masing. Tempo hari anak-anak nyoba bikin kue dengan berbagai macam bentuk dan isian dari puff pastry. 

Isian yang dipakai :

  • Pisang
  • Meises coklat
  • Keju
  • Selai kacang

Untuk membuat bentuk croissant ala prancis, dibutuhkan selembar puff pastry bentuk segitiga. Isian diletakkan di bagian alas segitiga, lalu lembaran pastry digulung ke arah puncak segitiga. Setelah jadi, tarik ke arah dalam sehingga membentuk bulan sabit. 

Setelah selesai dibentuk, oles bagian atas adonan dengan kuning telur kemudian tata di loyang yang sudah dioles margarin. Panggang di oven dengan suhu 180 derajat celsius selama kurang lebih 20 menit. 

Selamat mencoba.. 


Ceritanya lagi pengen bikin camilan tapi pengennya yang praktis. Akhirnya pilih bikin bolen pisang keju pake puff pastry instan. Puff pastry instan bisa dibeli di toko swalayan atau toko frozen food. 

Berhubung namanya aja “instan”, bikinnya jelas lebih mudah dan cepat. Untuk masalah rasa alhamdulillah tetap enak. Sebelum dipake, puff pastry yang masih beku didiamkan di suhu ruang dulu supaya tidak kaku, kira-kira 15 menit. Jangan kelamaan karena bisa bikin puff pastry jadi terlalu lembek. 

Bahan (untuk 6 buah)  :

  • Puff pastry instan 10×10 cm sebanyak 6 lembar, tipiskan (aku pake gelas) 
  • Pisang (aku pake pisang uli. Kalo ada pisang kepok lebih enak) 
  • Keju (boleh dipotong dadu atau keju parut) 
  • Kuning telur dikocok untuk olesan

Cara membuat :

  • Taruh  pisang dan keju di bagian tengah puff pastry yang sudah dipipihkan. Lalu lipat/ bungkus (lihat gambar). 
  • Masukkan ke dalam loyang yang sudah dioles margarin (jangan terlalu berdekatan satu sama lain supaya tidak nempel) 
  • Oles bagian atasnya dengan kuning telur
  • Panggang dalam oven suhu 180 derajat celcius selama kurang lebih 30menit.

Selamat mencoba.. 

Ada tulisan yang bagus banget tentang bagaimana cara menghadapi berbagai kesulitan hidup. Simak yuk.. 

Rumus-Rumus Seni Berinteraksi Dengan Kesulitan-Kesulitan

[Apa Yang Kita Lakukan Ketika Mendapat Kesulitan]

Oleh:

Fadhilatusy Syaikh Dr Umar Al-Muqbil hafidhahullah.

Diterjemahkan dan diberi penjelasan oleh: Ustadz Abdullah 

Rumus Pertama: Anda tidak sendirian (yang mengalami kesulitan).

Rumus Kedua: Allah tidak mungkin menakdirkan sesuatu melainkan ada hikmahnya.

Rumus Ketiga: Yang mendatangkan manfaat dan menolak madharat adalah Allah, karena itu jangan bergantung kecuali kepadaNya.

Rumus Keempat: Apa yang telah ditetapkan untuk Anda tidak akan meleset dari Anda dan apa yang tidak ditetapkan untuk Anda tidak akan mengenai Anda.

Rumus Kelima: Kenalilah hakikat dunia pasti Anda tenang.

Rumus Keenam: Berprasangka baiklah kepada Rabb Anda, Allah.

Rumus Ketujuh: Pilihan Allah untuk Anda lebih baik dari pilihan Anda untuk diri Anda sendiri.

Rumus Kedelapan: Semakin sulit ujian berarti semakin dekat jalan keluar.

Rumus Kesembilan: Jangan berfikir tentang bagaimana jalan keluar karena sesungguhnya Allah jika menghendaki sesuatu pasti menyiapkan sebab, sarana dan prasarana dengan cara yang tidak terbayangkan.

Rumus Kesepuluh: Hendaklah Anda berdoa kepada Dzat yang di TanganNya semua kunci jalan keluar.

Semoga bermanfaat dan mencerahkan.

Infeksi telinga tengah merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering menimpa anak-anak. Dalam dunia medis, infeksi telinga tengah atau otitis media merupakan salah satu penyebab demam yang sering terjadi pada anak. Penyakit infeksi yang dikenal di masyarakat dengan istilah “congekan” atau “kopokan” ini tidak boleh kita sepelekan, karena jika tidak ditangani dengan tepat bisa mengganggu fungsi pendengaran anak.

Apa itu “Otitis Media”?

Otitis adalah infeksi atau inflamasi (peradangan) di telinga. Sedangkan Telinga itu sendiri terbagi menjadi 3 bagian, yaitu telinga luar (eksterna) , telinga tengah (media), dan telinga dalam (interna). Pada tulisan kali ini, akan dibahas mengenai otitis media atau infeksi telinga tengah. Telinga tengah merupakan daerah yang dibatasi dengan dunia luar oleh gendang telinga. Daerah ini menghubungkan suara dengan alat pendengaran di telinga dalam. Selain itu, di telinga tengah ini terdapat tuba eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung bagian belakang dan tenggorokan bagian atas.

Ada 2 macam otitis media dari sifat cairan yang keluar, yaitu otitis media supuratif jika cairannya kental dan otitis media non supuratif (serosa) jika cairannya lebih encer. Sedangkan menurut lama kejadiannya, dibagi lagi menjadi akut (baru saja terjadi) dan kronis (sudah sering/lama kejadiannya).

Bagaimana bisa keluar “congek”?

Otitis media biasanya diawali dengan infeksi pada saluran nafas seperti pilek atau faringitis (radang tenggorokan) yang menyebar ke telinga tengah lewat tuba eustachius. Saat bakteri melalui tuba eustachius, maka bakteri ini dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran dan berakibat pada tersumbatnya saluran. Selanjutnya, sel-sel darah putih (leukosit) akan datang untuk melawan bakteri tersebut. Sel-sel darah putih ini akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri sehingga terbentuklah nanah dalam telinga tengah yang akan keluar sebagai congek.

Mengapa Lebih Sering Terjadi pada Anak?

Bentuk anatomis telinga anak berbeda dengan orang dewasa. Pada anak-anak, tuba eustachius  lebih pendek sehingga sudutnya lebih mendatar. Hal inilah yang menyebabkan bakteri dari saluran nafas (faring/tenggorokan) lebih mudah masuk ke telinga tengah anak. Semakin muda usia anak maka faktor risiko untuk terkena infeksi lebih besar, karena daya tahan tubuh anak yang belum sempurna. Seiring bertambahnya usia anak, kejadian infeksi telinga tengah akan berkurang dengan sendirinya.

Bagaimana Mengenali Gejalanya?

Gejala yang paling sering muncul ketika anak mengalami infeksi telinga tengah adalah kenaikan suhu tubuh atau demam tinggi. Seringkali orang tua tidak menyadari bahwa penyebab demamnya berasal dari masalah di telinga tengah. Pada anak yang sudah bisa mengutarakan rasa sakit, biasanya akan mengeluhkan nyeri di dalam telinganya. Sedangkan pada bayi dan anak yang masih sangat kecil, biasanya hanya bisa menangis dan sangat rewel untuk mengekspresikan rasa sakitnya. Terkadang, mereka menarik-narik daun telinga dan menolak berbaring pada sisi telinga yang sedang sakit. Gejala yang paling mengarah adalah keluarnya congek (cairan putih kekuningan yang kental seperti lem) dari telinga yang mengalami infeksi.

Selain gejala yang telah disebutkan di atas, gejala lain yang dapat muncul, yaitu menurunnya keseimbangan anak sehingga anak jadi lebih mudah terjatuh. Orangtua juga harus waspada ketika mendapati anak kurang merespon ketika diajak berbicara, karena berkurangnya fungsi pendengaran. Bisa jadi hal tersebut akibat infeksi telinga tengah yang tidak tertangani.

Apa saja Komplikasinya ?

Tumpukan nanah di telinga tengah akan mengganggu proses penghantaran suara dari luar ke telinga bagian dalam sehingga kemampuan pendengaran anak akan berkurang. Gangguan pendengaran otomatis akan menurunkan kemampuan bicara anak yang sedang belajar menirukan dan melafalkan kata-kata atau suara di sekitarnya. Sebagian anak mengalami vertigo (pusing berputar), gangguan keseimbangan, dan gangguan nervus facialis (saraf wajah) sehingga wajah menjadi mencong (tertarik ke salah satu sisi). Komplikasi lain yang lebih parah adalah penyebaran infeksi dari telinga tengah ke selaput pembungkus otak sehingga timbullah meningitis.

Apa Tindakan Kita sebagai Orangtua?

Hal terbaik yang bisa dilakukan orangtua adalah mencegah supaya anak-anak kita tidak mengalami infeksi telinga tengah. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Menjaga supaya anak tidak mudah tertular batuk-pilek, misal dengan menjauhkan anak dari orang yang sedang batuk pilek dan rajin mencuci tangan.
  • Hindari faktor pencetus alergi yang memicu gangguan nafas berulang.
  • Memenuhi kebutuhan gizi anak dalam rangka ikhtiar untuk meningkatakan daya tahan tubuh anak.
  • Jaga kebersihan badan dan terutama kebersihan telinga anak. Jangan korek-korek telinga, cukup membersihkan kotoran yang sudah keluar dan menempel di liang telinga bagian luar.
  • Kenali gejala-gejala yang mungkin mengarah pada infeksi telinga tengah dan segera bawa anak ke dokter atau tempat pelayananan kesehatan terdekat ketika ditemukan tanda-tanda atau dugaan adanya infeksi telinga tengah.

Sedangkan ketika anak sudah terlanjur mengalami infeksi telinga tengah, maka orangtua bisa melakukan hal-hal berikut ini :

  • Hindari berenang dan usahakan tidka kemasukan air ketika mandi, supaya bakteri dari air kolam atau bak mandi tidak masuk dan berkembang biak dalam telinga.
  • Jangan korek-korek telinga anak untuk mengeluarkan congek, biarkan cairan tersebut diserap oleh tubuh.
  • Berikan makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan.
  • Minumkan obat-obatan yang diberikan oleh dokter secara teratur. Biasanya dokter akan memberikan obat sesuai gejala, seperti obat penurun panas, anti nyeri, dan bisa juga ditambah antibiotik jika ada indikasi infeksi bakteri.


PENUTUP

Infeksi telinga tengah atau lebih dikenal di masyarakat dengan istilah “congek” atau “kopok” mungkin merupakan penyakit yang dianggap oleh sebagian orang sebagai penyakit yang menjijikkan. Namun sejatinya, penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, dan dari kalangan mana saja. Untuk itu, para orangtua tak perlu berkecil hati dan khawatir berlebihan ketika anak mengalami infeksi telinga tengah. Semoga informasi kesehatan kali ini bermanfaat bagi kita semua. (dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah)

Kita pasti sepakat kalau warna-warni sirup akan menambah semarak penampilan sup buah. Nah, bagaimana caranya supaya sup buah tetap semarak meski lagi gak punya sirup di rumah?? Caranya dengan memasukkan buah naga ke dalam sup buah kita. Dijamin deh, warnanya jadi bagus banget. Kalau ditambah susu kental manis putih, warna buah naga akan ter”blend” dan menghadirkan warna pink yang epic. Selamat mencoba.. 

Sebagaimana khitan pada kaum pria, dikenal pula khitan pada wanita. Meski tidak sepopuler khitan pada pria, namun kita perlu mengetahui apa dan bagaimana khitan wanita, terlebih lagi jika kita memiliki anak atau saudari wanita. Saat ini khitan wanita menjadi sunnah yang mulai terlupa bahkan sering menimbulkan pro dan kontra.

Pro Kontra Khitan Wanita

Dalam dunia medis telah terjadi pro dan kontra masalah khitan wanita. Hal ini terjadi karena ketidaktahuan ahli medis mengenai syari’at khitan wanita yang mulia ini. Ketidaktahuan mereka ditambah lagi dengan kesalahpahaman memaknai khitan wanita yang sesuai sunnah. Kebanyakan ahli medis menyamakan prosedur khitan wanita dalam Islam dengan tindakan pemotongan organ kewanitaan atau terkenal dengan istilah Female Genital Mutilation (FGM). Tindakan FGM ini sering dilakukan terutama di Negara Afrika dan telah menyakiti banyak wanita. Atas pertimbangan itulah, maka khitan wanita sempat dilarang oleh WHO. 

Di negara kita, dengan kearifan dari pemerintah, telah dikeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang khitan bagi wanita yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Repubublik Indonesia nomor 1636/Menkes/Per/XI/2010 tentang Sunat Wanita. Dijelaskan bahwa khitan wanita adalah tindakan menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris, tanpa melukai klitoris. Khitan wanita hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan tertentu, yaitu dokter, bidan, dan perawat yang telah memiliki surat izin praktik atau surat izin kerja. Yang melakukan khitan pada wanita diutamakan adalah tenaga kesehatan wanita.

Selain permenkes, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang masalah khitan wanita yang terdapat dalam Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesi Nomor 9A Tahun 2008 Tentang Hukum Pelarangan Khitan Terhadap Wanita. Dalam fatwa tersebut, MUI menegaskan bahwa khitan bagi wanita termasuk fitrah (aturan) dan syiar Islam. Khitan terhadap wanita adalah makrumah (bentuk pemuliaan), pelaksanaannya sebagai salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan. MUI juga menjelaskan bahwa pelarangan khitan terhadap wanita adalah bertentangan dengan ketentuan syariat Islam karena khitan, baik laki-laki maupun wanita, termasuk fitrah (aturan) dan syiar Islam.

Dalam fatwanya tersebut, MUI juga menjelaskan batas atau cara khitan wanita. Pelaksanaan khitan terhadap wanita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Khitan wanita dilakukan cukup dengan hanya menghilangkan selaput (jaldah/colum/preputium) yang menutupi klitoris.
  • Khitan wanita tidak boleh dilakukan secara berlebihan, seperti memotong atau melukai kriteria (insisi dan eksisi) yang mengakibatkan dharar (keburukan) 

Tehnik Khitan Wanita

Di masyarakat kita, ada beberapa metode khitan wanita, antara lain :

  1. Memotong sedikit kulit (selaput) yang menutupi ujung klitoris.
  2. Menghilangkan sebagian klitoris dan sebagian dari sepasang bibir kemaluan bagian dalam (labia minora)
  3. Menghilangkan semua klitoris dan semua bagian dari sepasang bibir kemaluan dalam.
  4. Menghilangkan semua klitoris, sepasang bibir kemaluan dalam (labia minora), dan sepasang bibir kemaluan luar (labia mayora)

Melihat tehnik-tehnik pelaksanaan khitan di atas, maka yang sesuai sunnah adalah tehnik yang pertama.

Beberapa penjelasan ulama mengenai bagian yang dipotong pada waktu khitan wanita sebagai berikut :

Ibnu Qoyyim  Al Jauziyah rahimahullah mengumpulkan pendapat para ulama mengenai hal ini,

وَقَالَ ابْن الصّباغ فِي الشَّامِل الْوَاجِب على الرجل أَن يقطع الْجلْدَة الَّتِي على الْحَشَفَة حَتَّى تنكشف جَمِيعهَا وَأما الْمَرْأَة فلهَا عذرتان إِحْدَاهمَا بَكَارَتهَا وَالْأُخْرَى هِيَ الَّتِي يجب قطعهَا وَهِي كعرف الديك فِي أَعلَى الْفرج بَين الشفرين وَإِذا قطعت يبْقى أَصْلهَا كالنواة

“Ibnu Shobagh berkata dalam Asy-Syamil, ‘ Wajib bagi laki-laki memotong kulit (الجلدة) kepala penis sampai kepala penis terlihat seluruhnya. Adapun wanita ada dua penghalang, salah satunya selaput keperawanannya dan yang lain adalah yang wajib dipotong yaitu seperti jengger ayam pada bagian vagina, terletak diantara dua mulut vagina, jika dipotong maka pangkalnya akan tetap seperti biji (النواة).” (Tuhfatul Maudud biahkamil Maulud, 1: 191, Darul Bayan, As-Syamilah)

Al Mawardi rahimahullah berkata,

وَأما خفض الْمَرْأَة فَهُوَ قطع جلدَة فِي الْفرج فَوق مدْخل الذّكر ومخرج الْبَوْل على أصل كالنواة وَيُؤْخَذ مِنْهُ الْجلْدَة المستعلية دون أَصْلهَا

“Adapun cara mengkhitan wanita yaitu memotong kulit ( الجلدة) pada vagina di atas tempat penetrasi penis dan saluran kencing, di atas pangkal yang berbentuk seperti biji (النواة). Diambil dari situ kulitnya tanpa mengambil pangkalnya.” (Tuhfatul Maudud biahkamil Maulud, 1: 192, Darul Bayan, Asy-Syamilah)

Imam  Nawawi rahimahullah berkata,

الواجب في المرأة قطع ما ينطلق عليه الاسم من الجلدة التي كعرف الديك فوق مخرج البول, صرح بذلك أصحابنا و اتقوا عليه. قالوا: و يستحب أن يقتصر في المرأة على شيئ يسير ولا يبالغ في القطع

“Yang wajib dipotong pada wanita (saat khitan) adalah apa yang dikenal dengan sebutan kulit (الجلدة) yang bentuknya seperti jengger ayam di atas saluran kencing. Itulah yang ditegaskan dan disepakati oleh ulama mazhab kami. Mereka mengatakan, ‘dianjurkan memotong sedikit saja dan jangan berlebihan dalam memotong’.” (Al-Majmu’, 1: 350)

Yang perlu diperhatikan dari perkataan ulama adalah kata  “kulit ( الجلدة)” sehingga yang dimaksud adalah klitoral hood bukan  batang klitoris atau glans. Orang awam banyak yang mengira wanita yang disunat adalah klitorisnya.

Kemudian kata “biji (النواة)” yang di jelaskan “pangkal dan tidak diambil” . maka, tidak diragukan ini adalah glans (batang) klitoris karena bentuknya memang seperti biji.

Kemudian kata “seperti jengger ayam” (كعرف الديك) di atas saluran kencing, kata ini semakin meyakinkan bahwa  yang dimaksud adalah klitoral hood. Memang labia minora maupun labia mayora berbentuk seperti jengger ayam. Akan tetapi keduanya ada dua pasang dan letaknya disamping.

Waktu Pelaksanaan Khitan Wanita Menurut Medis

Secara medis, tidak ada patokan khusus dalam pelaksanaan khitan wanita. Tindakan khitan bisa dilakukan ketika masih bayi mulai usia 7 hari hingga usia berapapun. Tentunya hal tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari wanita yang hendak dikhitan. Seringkali pada bayi yang baru lahir klitoris hoodnya (kulit yang menutupi klitoris/kelentit) masih sulit dipotong, maka sebaiknya pelaksanaannya ditunda hingga klitoris/kelentitnya menonjol. Hal ini tentu akan memudahkan tenaga medis yang melakukan khitan, sekaligus meminimalisir pemotongan yang terlalu banyak.

Pelaksana Khitan Wanita

Sesuai dengan permenkes, maka pelaksana khitan wanita adalah tenaga medis yang sudah berpengalaman dan diutamakan dari kalangan wanita. Namun sayangnya, saat ini makin jarang ditemui tenaga medis yang mampu melakukan khitan wanita yang sesuai sunnah. Hal ini tentu tidak terlepas dari larangan WHO terhadap pelaksanaan khitan wanita sehingga materi tentang khitan wanita tidak masuk dalam mata perkuliahan di Fakultas Kedokteran, Keperawatan, maupun Kebidanan. Kalaupun diajarkan, maka tehniknya seringkali tidak sesuai sunnah. Ada yang hanya formalitas (dengan menusuk, menggores, dan bahkan hanya mengusap) sehingga belum bisa dikatakan telah melakukan khitan. Ada yang sebaliknya yaitu berlebihan dalam memotong sehingga mengakibatkan terjadinya frigiditas (sikap dingin/tidak memiliki hasrat seksual) pada wanita. Untuk itu, sangat diharapkan adanya pengkaderan tenaga medis yang mampu melakukan khitan dengan tehnik yang sesuai sunnah, yaitu dengan belajar dari kitab-kitab fikih para ulama dan dengan belajar secara langsung pada orang yang sudah berpengalaman.

Manfaat Khitan Wanita Secara Medis

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita menerima suatu syari’at dengan lapang dada meskipun hikmah dari adanya syari’at tersebut belum ada bukti ilmiahnya. Kita tidak perlu menunggu adanya penelitian baru kemudian mempercayai hikmah dari suatu syari’at. Beberapa poin berikut ini hanya contoh manfaat khitan wanita  dari sisi medis, antara lain :

  • Mencegah penumpukan cairan lendir yang keluar dari sepasang bibir kemaluan bagian dalam (labia minora) sehingga tidak menimbulkan bau busuk dan mencegah terjadinya infeksi.
  • Mengurangi tingkat sensitivitas yang berlebih dari seorang anak perempuan sehingga secara kejiwaan dia tidak mengalami kegugupan akibat mudah terangsang. 
  • Dapat mencegah terjadinya kegelisahan wanita karena terlalu tingginya libido (hasrat seksual)

Demikianlah penjelasan mengenai khitan wanita ditinjau dari sisi medis. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mudah-mudahan syari’at khitan wanita yang mulai ditinggalkan bisa kembali dilaksanakan oleh kaum muslimah di seluruh dunia. 

 (dr. Avie Andriyani) 

Sekarang bikin nasi uduk gak pake ribet, karena bisa dimasak pake magic com. Tinggal nyiapin bahan pelengkapnya aja kayak orek tempe, balado kentang, sambal teri kacang, irisan telur dadar, kerupuk, abon, dan lain-lain. Kalau ga ada “teman-teman” mainstreamnya, boleh juga di makan dengan ikan asin atau lele goreng aja. Insyaallah cocok di makan pake apa aja, asal ada sambel nya. 

Ini bahan untuk membuat nasi uduk :

  • Beras pera 5 cangkir (boleh juga pake beras pulen biasa) 
  • 5 cangkir air
  • Santan 60ml (aku pake Kara ukuran paling kecil) 
  • 1 sendok teh garam
  • 1 batang serai, memarkan dan ikat bentuk simpul
  • 5 lembar daun salam

Cara membuat :

  • Campur semua bahan dalam wadah magic com
  • Tekan tombol cook
  • Tunggu sampai matang
  • Aduk-aduk sebentar
  • Bisa dinikmati dengan berbagai lauk kegemaran keluarga

Ini penampakan sesaat setelah matang :

Selamat mencoba.. 

Di sekolah anak-anak suka ada tukang kue cubit yang juga jualan kue sarang laba-laba. Dengan adonan yang sama, bisa bikin dua macam jajanan. Kalau kue cubit kan adonannya dimasukkan ke cetakan yang bentuknya macam-macam. Kalau sarang laba-laba bikinnya cuma diputer-puter aja di atas cetakan tersebut (di permukaannya doang, ga sampe masuk lubang cetakan) sehingga membentuk “sarang”. 

Berhubung ga punya cetakan kue cubit, aku bikin sarang laba-labanya pake teflon biasa aja. Adonannya dimasukkan ke plastik es trus digunting ujungnya. Adonannya juga pake adonan pancake yang udah sering kubikin buat anak-anak. Aku pernah baca ada juga makanan yang mirip sama si sarang laba-laba ini, namanya roti jala. Mungkin beda di adonan aja, tapi bentuknya mirip.

Adonan pancake yang biasa kupake seperti ini :

  • 150 gram terigu
  • 2 butir telur ayam
  • 3 sendok makan gula pasir
  • Seujung sendok teh garam
  • 60 mL santan (aku pake santan kara kemasan paling kecil)
  • 1 sendok makan margarin, lelehkan
  • Air secukupnya

Cara membuat :

  • Kocok telur, gula pasir, dan garam.
  • Masukkan terigu, santan, dan margarin. Aduk sampai rata sambil mencampurkan air.
  • Jika ingin dijadikan pancake, tuang sesendok demi sesendok di atas teflon. Jika sudah berlubang-lubang bisa dibalik dan ditunggu hingga matang.
  • Jika ingin dijadikan kue cubit bisa dimasukkan ke cetakan kue cubit.
  • Jika ingin bikin sarang laba-laba, adonannya dimasukkan ke dalam plastik es kemudian digunting ujungnya trus dituang ke atas teflon sambil diputar-putar hingga membentuk sarang laba-laba atau bentuk jaring/jala.

* jika ingin adonannya berwarna, bisa ditambahkan pewarna makanan. Biasanya penjual kue cubit sedia warna original, coklat, pink, dan ijo.

Selamat mencoba.. 

 

Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel