Muslimah dan Kesehatan

MENGENAL DIABETES MELLITUS

Posted on: 20/06/2010

Diabetes Mellitus (DM) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai “penyakit gula” merupakan penyakit yang banyak bermunculan dewasa ini. Hal ini terkait dengan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat di kalangan masyarakat kita. Kurangnya aktivitas fisik (olah raga) dan pola makan serba fast food kian mempertinggi kejadian penyakit DM. Topik kali ini akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan “Diabetes Mellitus”, meliputi pengaturan makan, latihan jasmani, perawatan kaki, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan oleh penderita DM.

Definisi Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) adalah sekumpulan gejala yang timbul pada seseorang, ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi normal (hiperglikemi) akibat tubuh kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah.

Gejala Penyakit Diabetes Mellitus

Penyakit DM dapat timbul secara mendadak pada anak-anak maupun orang dewasa muda, sedangkan pada orang dewasa berusia >40 tahun, penyakit ini sering muncul tanpa gejala dan baru diketahui ketika yang bersangkutan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Gejala yang dapat ditimbulkan antara lain :

  • Sering merasa haus (polidipsi)
  • Sering kencing (poliuri) terutama malam hari
  • Mudah lapar sehingga sering makan (poliphagi)
  • Berat badan turun cepat tanpa sebab yang jelas
  • Badan terasa lemah, cepat lelah, mudah mengantuk
  • Kulit kering dan gatal-gatal
  • Sering kesemutan pada jari tangan dan kaki
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Infeksi sulit sembuh
  • Bisul yang hilang timbul
  • Keputihan
  • Infeksi pada kepala zakar (balanitis) atau gatal pada kemaluan wanita (pruritus vulvae)
  • Impotensi pada pria

Faktor Risiko Penyakit Diabetes Mellitus

  • Usia >45 tahun
  • Kegemukan (Berat badan >120% BB ideal)
  • Hipertensi (Tekanan darah > 140/90 mmHg)
  • Riwayat keluarga ada yang menderita DM (faktor keturunan)
  • Menderita DM sewaktu hamil (DM gestasional)
  • Ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir bayi >4 kilogram
  • Dislipidemia (HDL<40 mg/dL dan atau trigliserida ³200 mg/dL, kolesterol total ³200 mg/dL)
  • Terdapat riwayat Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) atau Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT)
  • Penderita penyakit jantung koroner, TBC (Tuberkulosis), Hipertiroidisme

Komplikasi Diabetes Mellitus

Penderita dewasa biasanya sering terlambat mengetahui kalau dirinya menderita DM sampai muncul komplikasi, sebagai berikut :

  • Penglihatan menjadi kabur bahkan mendadak buta
  • Gangguan pembuluh darah besar maupun kecil
  • Penyakit jantung
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan kulit dan saraf
  • Pembusukan pada kaki (gangren)

Dasar Pengelolaan Penyakit Diabetes Mellitus

Ada lima pilar utama dalam pengelolaan penyakit DM, yaitu :

  1. Edukasi (baik lewat dokter maupun penyuluhan kesehatan)
  2. Perencanaan makan (diit)
  3. Latihan jasmani dan istirahat yang cukup
  4. Obat-obatan (bila diperlukan)
  5. Pemantauan kadar glukosa darah atau air seni secara mandiri

Perencanaan Makan (Diet) Pada Diabetes Mellitus

Tujuan perencanaan makan (diet) pada DM adalah untuk menurunkan kadar gula darah hingga normal, menurunkan gula dalam air seni, mencapai berat badan normal, dan dapat melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Diet pada penderita DM tentu berbeda dengan makanan biasa pada orang sehat karena jumlah makanan dalam sehari dan pembagiannya perlu diatur dengan baik, terutama penggunaan karbohidrat (makanan pokok).

Perencanaan makan pada penderita DM adalah sebagai berikut :

  • Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi (jumlah kalori ditentukan menurut usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, aktivitas, dan kondisi kesehatan)
  • Makanlah secara teratur aneka ragam makanan yang aman bagi kesehatan (jangan lupa baca label pada kemasan makanan)
  • Capai dan pertahankan berat badan normal
  • Makanan harus cukup protein, mineral, vitamin dan tinggi serat (perbanyaklah sayur dan buah-buahan)
  • Penggunaan karbohidrat kompleks harus dibatasi seperti nasi, lontong, ketan jagung, roti, ubi, singkong, talas, kentang, sagu, mie, bihun, makaroni, dan tepung-tepungan
  • Hindari karbohidrat sederhana seperti gula pasir dan gula merah
  • Batasi konsumsi lemak, minyak, dan santan sampai seperempat kecukupan energi
  • Hindari mengkonsumsi selai, jeli, manisan buah-buahan, susu kental manis, minuman ringan (soft drink), minuman yang mengandung glukosa, es krim, kue manis, dodol, bolu, tarcis, abon, dendeng, dan sarden
  • Biasakan makan pagi
  • Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya

Cara memasak pada penderita DM dapat dilakukan seperti anggota keluarga yang lain. Bila dalam keluarga ingin masakan yang manis, ambillah porsi masakan untuk pasien DM terlebih dahulu, baru kemudian tambahkan gula untuk anggota keluarga yang lain.

Latihan Jasmani (Olah Raga) Bagi Penderita Dm

Semua penderita DM tipe II ringan dan sedang atau tidak tergantung pada suntikan insulin dapat melakukan latihan jasmani tanpa risiko, insya Alloh. Sedangkan pada penderita DM yang disertai dengan komplikasi seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, atau disertai rematik maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Ada banyak sekali manfaat latihan jasmani (olah raga) secara teratur dan berkesinambungan antara lain :

  • Tubuh terasa segar
  • Mencegah kegemukan karena dapat membuang kelebihan kalori
  • Dapat mengontrol kadar glukosa darah
  • Dapat mengurangi kebutuhan obat atau insulin
  • Dapat mencegah terjadinya DM dini bagi orang-orang yang berisiko tinggi
  • Dapat mengurangi resistensi insulin pada orang yang kegemukan
  • Dapat memperbaiki profil lemak yang terganggu

Latihan jasmani yang dianjurkan bagi penderita DM harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Kontinu, yaitu latihan harus berkesinambungan dan terus menerus (tanpa berhenti) selama 30-60 menit (Misal : jika dipilih joging 30 menit maka penderita DM harus melakukan joging selama 30 menit terus menerus tanpa berhenti)
  2. Ritmis, yaitu latihan dilakukan secara ritmis dan teratur, sehingga otot-otot berkontraksi dan berelaksasi secara teratur (Misal : jalan kaki, lari, joging, berenang, bersepeda, mendayung. Hindari olah raga yang banyak berhentinya seperti main golf, tenis atau bulu tangkis)
  3. Interval, yaitu latihan dilakukan berselang-seling. Kadang cepat, kadang lambat, tapi tanpa berhenti (Misal : joging diselingi jalan atau jalan cepat diselingi jalan lambat)
  4. Progresif, latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dengan beban latihan ditingkatkan perlahan-lahan sampai 30-60 menit
  5. Endurance, yaitu latihan ketahanan untuk meningkatkan kesegaran jantung dan pembuluh darah penderita serta meningkatkan kardiorespirasi (Misal : joging, berenang, bersepeda)

Disamping itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan selama penderita DM melakukan latihan jasmani, yaitu :

  • Latihan minimal dilakukan selama 3 hari dalam sepekan, sedang 2 hari yang lain dapat digunakan untuk melakukan olah raga kesenangannya
  • Setiap latihan dimulai dengan pemanasan dan diakhiri dengan cooling down / peregangan masing-masing selama 5-10 menit
  • Susun program latihan jasmani sesuai dengan berat penyakit dan tingkat kebugaran.
  • Latihan harus ditunda jika kadar glukosa darah sangat tinggi dan hentikan jika ada gejala hipoglikemi
  • Pada latihan jasmani yang lama (>1 jam) perlu asupan karbohidrat 10-15 gram (setengah sendok makan gula pasir) setiap 30 menit
  • Harus cukup minum pada saat dan setelah latihan
  • Kenakan sepatu yang sesuai, periksa kedua kaki sebelum dan setelah latihan
  • Bagi penderita yang mengkonsumsi obat hipoglikemik, terlebih lagi yang menggunakan suntikan insulin, kontrol glukosa darah sebaiknya dilakukan sebelum, selama, dan sesudah latihan. Latihan jasmani sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan seorang dokter atau instruktur latihan
  • Bila kadar glukosa darah >250 mg/dL jangan melakukan latihan jasmani berat

Perawatan Kaki Pada Penderita DM

Penderita DM harus selalu memperhatikan dan menjaga kebersihan kaki, serta melatihnya secara baik walaupun belum terjadi komplikasi. Jika tidak dirawat, dikhawatirkan suatu saat kaki penderita akan mengalami gangguan peredaran darah dan kerusakan syaraf yang menyebabkan berkurangnya sensitivitas terhadap rasa sakit sehingga penderita mudah mengalami cedera tanpa disadari. Dengan kadar glukosa darah yang selalu tinggi dan rasa sakit yang hampir tidak dirasakan, maka luka kecil yang tidak mendapat perhatian akan cepat menjadi borok yang besar. Tanpa pengobatan yang cukup dan istirahat total, borok di kaki bisa menjadi gangren (busuk). Kadangkala kerusakan di kaki yang makin parah akan berakhir pada amputasi.

Masalah yang sering timbul pada kaki, antara lain kapalan, mata ikan, melepuh, cantengan (kuku masuk ke dalam), kulit kaki retak dan luka akinat kutu air, kutil pada telapak kaki, radang ibu jari kaki (jari seperti martil). Di bawah ini ada beberapa langkah dalam melakukan perawatan kaki, antara lain :

  • Periksalah kaki setiap hari untuk menemukan lecet atau luka secara dini. Lakukan minimal satu kali dalam sehari.
  • Cuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun, lalu keringkan. Berikan perhatian khusus pada sela-sela jari kaki.
  • Bila kulit kaki kering dan pecah-pecah, oleskan cream atau lotion pelembab untuk kulit, tapi hindari sela-sela jari kaki.
  • Jangan berjalan tanpa alas kaki baik di dalam maupun di luar rumah.
  • Usahakan kaki selalu dalam keadaan hangat dan kering. Untuk itu gunakan kaos kaki atau stocking dari bahan katun dan sepatu dengan bahan kulit. Jangan lupa untuk mengganti kaos kaki atau stocking setiap hari.
  • Jangan memakai sepatu atau kaos kaki yang kekecilan (terlalu sempit) dan periksa sepatu setiap hari sebelum dipakai, pastikan tidak ada kerikil atau benda kecil lain di dalam sepatu yang dapat melukai kaki.
  • Gunting kuku secara merata melintang. Bila ada kuku yang tumbuh ke dalam daging dan terinfeksi segera periksakan ke dokter.
  • Saat kaki terasa dingin, gunakan kaos kaki. Jangan merendam atau mengompres kaki dengan air hangat atau panas, dan jangan gunakan botol panas atau peralatan listrik karena respon kaki terhadap rasa panas sudah berkurang sehingga tidak terasa bila kaki sampai melepuh.
  • Jangan menggunakan pisau atau silet untuk mengurangi kapalan.
  • Jangan menggunakan obat-obat tanpa anjuran dokter untuk menghilangkan mata ikan.
  • Jangan membiarkan luka sekecil apapun pada kaki, segera obati dan periksakan ke dokter

Penderita DM juga dianjurkan melakukan latihan kaki untuk memperbaiki aliran darah tungkai bawah, pergelangan kaki, telapak kaki, dan jari-jari kaki. Cara melakukan latihan kaki, sebagai berikut :

  1. Berjalan cepat setiap hari selama 30-60 menit. Usahakan jarak tempuhnya setiap hari semakin jauh.
  2. Naik tangga dengan menggunakan telapak kaki bagian depan. Kalau tidak ada tangga, berjalanlah di tempat dengan hanya menggunakan jari-jari kaki.
  3. Duduk tegak pada kursi, kedua tangan dilipat dan disedekapkan pada dada. Lakukan gerakan duduk dan bangun berulang-ulang.
  4. Berdiri tegak di belakang kursi. Kedua tangan memegang sandaran kursi. Angkat kedua tumit secara serentak ke atas dan kebawah secara berulang-ulang.
  5. Berdiri tegak di samping kursi. Satu tangan memegang sandaran kursi. Lipat kedua lutut secara serentak sampai paha pada posisi horisontal dan kedua tumit terangkat. Lakukan gerakan tersebut kemudian berdiri tegak kembali secara berulang-ulang.
  6. Berdiri tegak pada satu kaki di atas sebuah alas setebal 10 cm. Satu tangan berpegangan pada dinding atau sandaran kursi. Ayunkan kaki ke depan dan ke belakang secara berulang-ulang. Lakukan juga pada kaki yang satunya.
  7. Duduklah pada lantai sambil bersandar kedinding. Kedua kaki lurus ke depan. Naikkan sebelah kaki pada posisi lurus, lalu putar pada pergelangan kaki searah jarum jam. Lakukan berganti-ganti dengan kaki yang lain.

Catatan :

  • Latihan kaki pada point 2 sampai 7, setiap kali dilakukan sampai sepuluh kali hitungan. Dapat diulang bila perlu dan bila penderita tidak merasa lelah.
  • Banyak variasi gerakan yang dapat dipraktekkan, yang penting jari kaki dan otot-otot kedua kaki beserta persendiannya dilatih setiap hari.
  • Hindari berlatih pada suhu terlalu dingin atau terlalu panas.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Bila Terjadi Hipoglikemi

Hipoglikemi adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah rendah karena tidak ada keseimbangan antara makanan yang dimakan, latihan jasmani, dan obat yang digunakan. Gejala hipoglikemi antara lain berkeringat dingin, gemetar, pusing, lemas, mata berkunang-kunang, dan rasa perih di ulu hati seperti orang kelaparan. Bila mengalami gejala seperti ini, hendaknya segera minum segelas teh manis atau sirup dan segera periksakan diri Anda ke dokter.

Penutup

Banyaknya kasus DM yang terjadi tentunya menjadikan kita lebih waspada, terutama jika kita mempunyai faktor risiko untuk menderita DM. Sebisa mungkin kita hindari hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya penyakit ini, yaitu dengan merubah pola makan yang tidak sehat dan tentunya disertai dengan latihan (olah raga) secara teratur. Mudah-mudahan dengan memperhatikan hal-hal yang telah dipaparkan di atas, kita dapat menjaga diri kita sendiri dan membantu keluarga kita yang menderita DM.

Penulis: dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi 05, 06 dan 07/XI/1428H/2007M)

Sumber : Petunjuk Praktis Pengelolaan DM Tipe 2, PERKENI

About these ads

1 Tanggapan to "MENGENAL DIABETES MELLITUS"

ooh berarti diatas umur 45 harus hati2 makan makanan yang manis yaah.
harus tau kadar gula yang kita makan, terus harus diimbangin sama olahraga juga yaah :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buah Pena-ku

Panduan Kesehatan Wanita
Roses_new pink

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: