Muslimah dan Kesehatan

Inilah yang dialami Wanita ketika Melahirkan

Posted on: 08/05/2014

Image

Hari demi hari telah dilalui, bulan demi bulan telah terlewati, kini saatnya persalinan mulai mendekat. Tegang, cemas, bahagia, bingung, rasanya campur aduk di dalam hati. Terlebih lagi bagi wanita yang baru pertama kali hendak melahirkan, tentu perasaan ini makin terasa kuat. Selain kesiapan mental, pengetahuan tentang berbagai hal yang akan dialami ketika melahirkan sangat penting kiranya untuk diketahui setiap wanita.

KALA SATU : Persalinan

Fase 1 : Persalinan Dini atau Laten

Fase ini merupakan fase persalinan yang terpanjang namun tidak intens. Biasanya berlangsung dalam waktu 2-6 jam, namun ada juga yang sampai berhari-hari. Kontraksi pada fase ini biasanya berlangsung selama 30-45 detik, meskipun dapat lebih singkat. Kontraksinya ringan atau agak kuat, dapat teratur atau tidak teratur (jarak antara kontraksi dapat berkisar antara 5-20 menit), dan akan semakin sering, tetapi tidak harus berada dalam pola yang konsisten/sama. Beberapa ibu bahkan ada yang sama sekali tidak merasakan atau memperhatikannya.

Anda mungkin akan merasakan sebagian besar tanda dan gejala dalam fase pertama, seperti sakit punggung (dapat terus menerus atau bersamaan dengan setiap kontraksi), kejang seperti menstruasi, gangguan lambung, diare, atau perasaan hangat di perut, keluarnya darah (lendir yang bernoda darah). Anda dapat mengalami semua gejala ini, atau hanya mengalami satu atau dua gejala saja.

Apa yang bisa Anda lakukan ?

• Rileks, berusaha tidur (beristirahat), dan jangan lupakan dzikir pada Allah.
• Lakukan aktivitas seperti biasa (terutama menyiapkan apa yang akan dibawa ke tempat bersalin).
• Makan makanan ringan jika lapar.
• Sering buang air kecil (karena kandung kemih yang penuh dapat menghambat proses persalinan).
• Mulai menghitung waktu kontraksi (mulai dari awal sebuah kontraksi ke awal kontraksi berikutnya) selama setengah jam.

Fase 2 : Persalinan Aktif

Fase kedua persalinan atau fase persalinan aktif biasanya lebih singkat dari yang pertama, berlangsung sekitar 2 sampai 3,5 jam. Saat ini kontraksi lebih terkonsentrasi, mencapai lebih banyak pembukaan dengan lebih sedikit waktu. Kontraksinya semakin kuat dan lama (40-60 detik, dengan puncak kontraksi yang jelas di pertengahan waktu ini) dan lebih sering (umumnya terpisah 3 atau 4 menit, meskipun polanya juga bisa tidak teratur).

Pada fase ini, Anda dapat merasakan tanda-tanda seperti meningkatnya rasa tidak nyaman bersamaan dengan kontraksi, bertambahnya sakit punggung, rasa tidak nyaman di tungkai kaki, keletihan, dan bertambahnya lendir yang bernoda darah. Anda dapat mengalami semua tanda ini atau hanya satu ada dua tanda saja.

Apa yang bisa Anda lakukan?

• Berusahalah untuk rileks di antara dua waktu kontraksi, gunakan waktu untuk berdzikir pada Allah.
• Tetap minum agar kebutuhan cairan tercukupi. Untuk itu, perlu kiranya Anda menyiapkan minuman (air mineral, air madu, sari kurma, atau yang lain) di samping tempat tidur Anda. Jika memungkinkan, usahakan makan makanan ringan.
• Jika memungkinkan, berjalan-jalanlah atau paling sedikit sering berganti posisi untuk mencari posisi yang paling nyaman.
• Tetap buang air kecil secara berkala, karena tekanan yang sangat besar pada panggul dapat membuat Anda tidak merasakan kebutuhan untuk mengosongkan kandung kemih.

Fase 3 : Persalinan Aktif Lanjut atau Peralihan

Fase peralihan adalah fase persalinan yang paling hebat. Secara tiba-tiba, intensitas persalinan meningkat, yang makin kuat, 2 atau 3 menit sekali, dengan lama sekitar 60-90 detik, dengan puncak kontraksi yang sangat intens yang berlangsung nyaris selama kontraksi. Beberapa wanita (terutama yang sudah pernah melahirkan) dapat mengalami lebih dari satu puncak kontraksi. Anda dapat merasa seakan-akan kontraksi tidak pernah menghilang sama sekali, dan bahkan Anda tidak dapat rileks di antara waktu-waktu kontraksi. Pembukaan 3 cm sampai 10 cm mungkin terjadi dalam waktu yang sangat singkat (rata-rata 15 menit sampai 1 jam).

Pada fase ini. Kemungkinan besar Anda akan merasakan tekanan yang kuat di punggung bawah, bagian kemaluan, dan anus (kadang disertai dengan keinginan untuk mengejan atau buang air besar). Anda bisa merasa sangat panas dan berkeringat, makin banyak mengeluarkan lendir darah, kejang pada tungkai kaki, mual, muntah, mengantuk, dan sebagainya.

Apa yang bisa Anda lakukan?

• Bertahan dan tetap bersemangat. Jangan lupakan untuk selalu berdzikir pada Allah. Tahanlah diri Anda dari mengatakan kata-kata yang sia-sia atau bahkan kata-kata yang tidak pantas.
• Jika Anda merasakan dorongan untuk mengejan, sebaiknya Anda bernapas dengan cepat atau meniup. Mengejan ketika leher rahim belum membuka penuh dapat menyebabkan leher rahim membengkak sehingga nantinya justru akan memperlambat proses persalinan.
• Berusahalah untuk rileks di antara waktu kontraksi (sedapat mungkin) dengan pernapasan dada yang lambat dan berirama.

KALA DUA : Mengejan dan Melahirkan

Pada kala dua ini, pembukaan telah lengkap (10 cm), dan partisipasi aktif Anda sangat dibutuhkan untuk mengejan dan melahirkan bayi Anda ke dunia ini. Pada umumnya, hal ini terjadi sekitar 30 menit sampai 1 jam, meskipun bisa juga sangat singkat (beberapa menit saja) atau bahkan sangat lama (2-3 jam). Kontraksi pada kala dua ini biasanya lebih teratur daripada kontraksi peralihan. Kontraksi berlangsung selama 60-90 detik, tetapi kadang jaraknya lebih jauh (bisa 2-5 menit) dan mungkin tidak terlalu nyeri. Saat ini, periode istirahatnya lebih jelas, meskipun Anda masih sulit mengenali awal dari setiap kontraksi.

Pada kala dua ini, Anda akan merasakan ada dorongan kuat untuk mengejan, tekanan yang besar pada anus, kontraksi sangat jelas, bertambahnya pengeluaran lendir darah, perasaan kesemutan, peregangan, panas, atau menyengat pada vagina ketika kepala bayi muncul, dan perasaan basah (licin) ketika bayi lahir. Setelah sekian lama merasakan kontraksi dan harus menahan diri untuk tidak mengejan, sekarang saatnya mengejan telah tiba.

Apa yang bisa Anda lakukan?

• Mengambil posisi mengejan (biasanya bidan atau dokter akan membantu memposisikan Anda).
• Berusaha sekuat tenaga untuk mengejan, tentunya seefisien mungkin. Ikuti aba-aba dari bidan atau dokter, karena proses mengejan yang kacau dan tidak teratur hanya akan menghabiskan tenaga dengan hasil yang kurang bagus. Hindari mengejan dengan bagian atas tubuh, yang dapat berakibat nyeri dada setelah persalinan. Pusatkan pada suatu titik di bawah pusar dan bayangkan Anda mengejan dari tempat itu atau bahwa Anda sedang mengejan untuk buang air besar. Usahakan untuk tidak melibatkan wajah di dalam proses mengejan karena bisa berakibat lebam biru-hitam pada pipi dan pecahnya pembuluh darah di mata.
• Lakukan secara alami, yaitu mengejan ketika ada dorongan muncul. Hirup beberapa kali nafas ketika kontraksi berlangsung. Ketika kontraksi mencapai puncaknya, tarik napas dalam dan tahan. Kemudian mengejanlah dengan sekuat tenaga sampai Anda tidak dapat menahan napas lagi dengan nyaman, atau cobalah menghembuskan napas sambil mengejan. Anda dapat merasakan sampai lima dorongan untuk mengejan pada setiap kontraksi. Ikuti setiap dorongan ini, daripada berusaha menahan napas tanpa akhir dan satu kali mengejan di seluruh kontraksi, karena Anda akan letih dan bayi kurang oksigen.
• Jangan biarkan rasa malu menghambat keinginan Anda untuk mengejan dengan kuat. Jangan khawatir jika sedikit air kemih atau feses (tinja) ikut terdorong keluar, karena bidan atau dokter akan segera membersihkannya dengan kassa steril.
• Berusahalah melemaskan tubuh Anda, jangan sampai ketegangan membuat otot Anda menjadi kaku.
• Istirahatlah di antara waktu kontraksi. Jangan frustasi jika puncak kepala bayi keluar lalu masuk lagi.
• Berhentilah mengejan ketika Anda diinstruksikan untuk menghentikan (agar kepala bayi tidak keluar terlalu cepat). Sebaliknya, lakukan pernapasan cepat atau meniup.

KALA 3 : Keluarnya Plasenta (ari-ari)

Tahap terakhir dari persalinan ini berlangsung sekitar 5 sampai 30 menit. Plasenta yang selama ini menjadi bantuan hidup bagi bayi dalam rahim akan dikeluarkan. Anda akan terus mengalami kontraksi ringan yang masing-masing berlangsung sekitar 1 menit. Pengerutan rahim akan melepaskan plasenta dari dinding rahim dan menggerakkannya ke bagian bawah rahim atau ke dalam vagina.

Apa yang bisa Anda lakukan?

• Anda bisa rileks dan menarik napas lega, karena berbagai tahap dalam proses persalinan telah terlewati.
• Anda bisa segera memulai proses IMD (Inisiasi Menyusu Dini) bersama bayi mungil Anda.

Penutup

Demikianlah rangkaian berbagai proses persalinan, mulai dari munculnya kontraksi, melahirkan bayi, hingga pengeluaran plasenta (ari-ari). Pengetahuan tentang proses persalinan ini mudah-mudahan bisa menjadi bekal bagi kaum ibu yang akan atau sedang mempersiapkan diri untuk kedatangan buah hati yang telah dinanti. Dengan mengetahui betapa beratnya perjuangan seorang ibu dalam melahirkan seorang anak ke dunia ini, maka sudah semestinya kita akan semakin menyayangi ibu kita dan senantiasa berusaha berbakti padanya.  Semoga bermanfaat. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel

%d blogger menyukai ini: