Muslimah dan Kesehatan

Archive for April 2017

Sebagaimana khitan pada kaum pria, dikenal pula khitan pada wanita. Meski tidak sepopuler khitan pada pria, namun kita perlu mengetahui apa dan bagaimana khitan wanita, terlebih lagi jika kita memiliki anak atau saudari wanita. Saat ini khitan wanita menjadi sunnah yang mulai terlupa bahkan sering menimbulkan pro dan kontra.

Pro Kontra Khitan Wanita

Dalam dunia medis telah terjadi pro dan kontra masalah khitan wanita. Hal ini terjadi karena ketidaktahuan ahli medis mengenai syari’at khitan wanita yang mulia ini. Ketidaktahuan mereka ditambah lagi dengan kesalahpahaman memaknai khitan wanita yang sesuai sunnah. Kebanyakan ahli medis menyamakan prosedur khitan wanita dalam Islam dengan tindakan pemotongan organ kewanitaan atau terkenal dengan istilah Female Genital Mutilation (FGM). Tindakan FGM ini sering dilakukan terutama di Negara Afrika dan telah menyakiti banyak wanita. Atas pertimbangan itulah, maka khitan wanita sempat dilarang oleh WHO. 

Di negara kita, dengan kearifan dari pemerintah, telah dikeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang khitan bagi wanita yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Repubublik Indonesia nomor 1636/Menkes/Per/XI/2010 tentang Sunat Wanita. Dijelaskan bahwa khitan wanita adalah tindakan menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris, tanpa melukai klitoris. Khitan wanita hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan tertentu, yaitu dokter, bidan, dan perawat yang telah memiliki surat izin praktik atau surat izin kerja. Yang melakukan khitan pada wanita diutamakan adalah tenaga kesehatan wanita.

Selain permenkes, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang masalah khitan wanita yang terdapat dalam Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesi Nomor 9A Tahun 2008 Tentang Hukum Pelarangan Khitan Terhadap Wanita. Dalam fatwa tersebut, MUI menegaskan bahwa khitan bagi wanita termasuk fitrah (aturan) dan syiar Islam. Khitan terhadap wanita adalah makrumah (bentuk pemuliaan), pelaksanaannya sebagai salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan. MUI juga menjelaskan bahwa pelarangan khitan terhadap wanita adalah bertentangan dengan ketentuan syariat Islam karena khitan, baik laki-laki maupun wanita, termasuk fitrah (aturan) dan syiar Islam.

Dalam fatwanya tersebut, MUI juga menjelaskan batas atau cara khitan wanita. Pelaksanaan khitan terhadap wanita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Khitan wanita dilakukan cukup dengan hanya menghilangkan selaput (jaldah/colum/preputium) yang menutupi klitoris.
  • Khitan wanita tidak boleh dilakukan secara berlebihan, seperti memotong atau melukai kriteria (insisi dan eksisi) yang mengakibatkan dharar (keburukan) 

Tehnik Khitan Wanita

Di masyarakat kita, ada beberapa metode khitan wanita, antara lain :

  1. Memotong sedikit kulit (selaput) yang menutupi ujung klitoris.
  2. Menghilangkan sebagian klitoris dan sebagian dari sepasang bibir kemaluan bagian dalam (labia minora)
  3. Menghilangkan semua klitoris dan semua bagian dari sepasang bibir kemaluan dalam.
  4. Menghilangkan semua klitoris, sepasang bibir kemaluan dalam (labia minora), dan sepasang bibir kemaluan luar (labia mayora)

Melihat tehnik-tehnik pelaksanaan khitan di atas, maka yang sesuai sunnah adalah tehnik yang pertama.

Beberapa penjelasan ulama mengenai bagian yang dipotong pada waktu khitan wanita sebagai berikut :

Ibnu Qoyyim  Al Jauziyah rahimahullah mengumpulkan pendapat para ulama mengenai hal ini,

وَقَالَ ابْن الصّباغ فِي الشَّامِل الْوَاجِب على الرجل أَن يقطع الْجلْدَة الَّتِي على الْحَشَفَة حَتَّى تنكشف جَمِيعهَا وَأما الْمَرْأَة فلهَا عذرتان إِحْدَاهمَا بَكَارَتهَا وَالْأُخْرَى هِيَ الَّتِي يجب قطعهَا وَهِي كعرف الديك فِي أَعلَى الْفرج بَين الشفرين وَإِذا قطعت يبْقى أَصْلهَا كالنواة

“Ibnu Shobagh berkata dalam Asy-Syamil, ‘ Wajib bagi laki-laki memotong kulit (الجلدة) kepala penis sampai kepala penis terlihat seluruhnya. Adapun wanita ada dua penghalang, salah satunya selaput keperawanannya dan yang lain adalah yang wajib dipotong yaitu seperti jengger ayam pada bagian vagina, terletak diantara dua mulut vagina, jika dipotong maka pangkalnya akan tetap seperti biji (النواة).” (Tuhfatul Maudud biahkamil Maulud, 1: 191, Darul Bayan, As-Syamilah)

Al Mawardi rahimahullah berkata,

وَأما خفض الْمَرْأَة فَهُوَ قطع جلدَة فِي الْفرج فَوق مدْخل الذّكر ومخرج الْبَوْل على أصل كالنواة وَيُؤْخَذ مِنْهُ الْجلْدَة المستعلية دون أَصْلهَا

“Adapun cara mengkhitan wanita yaitu memotong kulit ( الجلدة) pada vagina di atas tempat penetrasi penis dan saluran kencing, di atas pangkal yang berbentuk seperti biji (النواة). Diambil dari situ kulitnya tanpa mengambil pangkalnya.” (Tuhfatul Maudud biahkamil Maulud, 1: 192, Darul Bayan, Asy-Syamilah)

Imam  Nawawi rahimahullah berkata,

الواجب في المرأة قطع ما ينطلق عليه الاسم من الجلدة التي كعرف الديك فوق مخرج البول, صرح بذلك أصحابنا و اتقوا عليه. قالوا: و يستحب أن يقتصر في المرأة على شيئ يسير ولا يبالغ في القطع

“Yang wajib dipotong pada wanita (saat khitan) adalah apa yang dikenal dengan sebutan kulit (الجلدة) yang bentuknya seperti jengger ayam di atas saluran kencing. Itulah yang ditegaskan dan disepakati oleh ulama mazhab kami. Mereka mengatakan, ‘dianjurkan memotong sedikit saja dan jangan berlebihan dalam memotong’.” (Al-Majmu’, 1: 350)

Yang perlu diperhatikan dari perkataan ulama adalah kata  “kulit ( الجلدة)” sehingga yang dimaksud adalah klitoral hood bukan  batang klitoris atau glans. Orang awam banyak yang mengira wanita yang disunat adalah klitorisnya.

Kemudian kata “biji (النواة)” yang di jelaskan “pangkal dan tidak diambil” . maka, tidak diragukan ini adalah glans (batang) klitoris karena bentuknya memang seperti biji.

Kemudian kata “seperti jengger ayam” (كعرف الديك) di atas saluran kencing, kata ini semakin meyakinkan bahwa  yang dimaksud adalah klitoral hood. Memang labia minora maupun labia mayora berbentuk seperti jengger ayam. Akan tetapi keduanya ada dua pasang dan letaknya disamping.

Waktu Pelaksanaan Khitan Wanita Menurut Medis

Secara medis, tidak ada patokan khusus dalam pelaksanaan khitan wanita. Tindakan khitan bisa dilakukan ketika masih bayi mulai usia 7 hari hingga usia berapapun. Tentunya hal tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari wanita yang hendak dikhitan. Seringkali pada bayi yang baru lahir klitoris hoodnya (kulit yang menutupi klitoris/kelentit) masih sulit dipotong, maka sebaiknya pelaksanaannya ditunda hingga klitoris/kelentitnya menonjol. Hal ini tentu akan memudahkan tenaga medis yang melakukan khitan, sekaligus meminimalisir pemotongan yang terlalu banyak.

Pelaksana Khitan Wanita

Sesuai dengan permenkes, maka pelaksana khitan wanita adalah tenaga medis yang sudah berpengalaman dan diutamakan dari kalangan wanita. Namun sayangnya, saat ini makin jarang ditemui tenaga medis yang mampu melakukan khitan wanita yang sesuai sunnah. Hal ini tentu tidak terlepas dari larangan WHO terhadap pelaksanaan khitan wanita sehingga materi tentang khitan wanita tidak masuk dalam mata perkuliahan di Fakultas Kedokteran, Keperawatan, maupun Kebidanan. Kalaupun diajarkan, maka tehniknya seringkali tidak sesuai sunnah. Ada yang hanya formalitas (dengan menusuk, menggores, dan bahkan hanya mengusap) sehingga belum bisa dikatakan telah melakukan khitan. Ada yang sebaliknya yaitu berlebihan dalam memotong sehingga mengakibatkan terjadinya frigiditas (sikap dingin/tidak memiliki hasrat seksual) pada wanita. Untuk itu, sangat diharapkan adanya pengkaderan tenaga medis yang mampu melakukan khitan dengan tehnik yang sesuai sunnah, yaitu dengan belajar dari kitab-kitab fikih para ulama dan dengan belajar secara langsung pada orang yang sudah berpengalaman.

Manfaat Khitan Wanita Secara Medis

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita menerima suatu syari’at dengan lapang dada meskipun hikmah dari adanya syari’at tersebut belum ada bukti ilmiahnya. Kita tidak perlu menunggu adanya penelitian baru kemudian mempercayai hikmah dari suatu syari’at. Beberapa poin berikut ini hanya contoh manfaat khitan wanita  dari sisi medis, antara lain :

  • Mencegah penumpukan cairan lendir yang keluar dari sepasang bibir kemaluan bagian dalam (labia minora) sehingga tidak menimbulkan bau busuk dan mencegah terjadinya infeksi.
  • Mengurangi tingkat sensitivitas yang berlebih dari seorang anak perempuan sehingga secara kejiwaan dia tidak mengalami kegugupan akibat mudah terangsang. 
  • Dapat mencegah terjadinya kegelisahan wanita karena terlalu tingginya libido (hasrat seksual)

Demikianlah penjelasan mengenai khitan wanita ditinjau dari sisi medis. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mudah-mudahan syari’at khitan wanita yang mulai ditinggalkan bisa kembali dilaksanakan oleh kaum muslimah di seluruh dunia. 

 (dr. Avie Andriyani) 

Iklan

Sekarang bikin nasi uduk gak pake ribet, karena bisa dimasak pake magic com. Tinggal nyiapin bahan pelengkapnya aja kayak orek tempe, balado kentang, sambal teri kacang, irisan telur dadar, kerupuk, abon, dan lain-lain. Kalau ga ada “teman-teman” mainstreamnya, boleh juga di makan dengan ikan asin atau lele goreng aja. Insyaallah cocok di makan pake apa aja, asal ada sambel nya. 

Ini bahan untuk membuat nasi uduk :

  • Beras pera 5 cangkir (boleh juga pake beras pulen biasa) 
  • 5 cangkir air
  • Santan 60ml (aku pake Kara ukuran paling kecil) 
  • 1 sendok teh garam
  • 1 batang serai, memarkan dan ikat bentuk simpul
  • 5 lembar daun salam

Cara membuat :

  • Campur semua bahan dalam wadah magic com
  • Tekan tombol cook
  • Tunggu sampai matang
  • Aduk-aduk sebentar
  • Bisa dinikmati dengan berbagai lauk kegemaran keluarga

Ini penampakan sesaat setelah matang :

Selamat mencoba.. 

Di sekolah anak-anak suka ada tukang kue cubit yang juga jualan kue sarang laba-laba. Dengan adonan yang sama, bisa bikin dua macam jajanan. Kalau kue cubit kan adonannya dimasukkan ke cetakan yang bentuknya macam-macam. Kalau sarang laba-laba bikinnya cuma diputer-puter aja di atas cetakan tersebut (di permukaannya doang, ga sampe masuk lubang cetakan) sehingga membentuk “sarang”. 

Berhubung ga punya cetakan kue cubit, aku bikin sarang laba-labanya pake teflon biasa aja. Adonannya dimasukkan ke plastik es trus digunting ujungnya. Adonannya juga pake adonan pancake yang udah sering kubikin buat anak-anak. Aku pernah baca ada juga makanan yang mirip sama si sarang laba-laba ini, namanya roti jala. Mungkin beda di adonan aja, tapi bentuknya mirip.

Adonan pancake yang biasa kupake seperti ini :

  • 150 gram terigu
  • 2 butir telur ayam
  • 3 sendok makan gula pasir
  • Seujung sendok teh garam
  • 60 mL santan (aku pake santan kara kemasan paling kecil)
  • 1 sendok makan margarin, lelehkan
  • Air secukupnya

Cara membuat :

  • Kocok telur, gula pasir, dan garam.
  • Masukkan terigu, santan, dan margarin. Aduk sampai rata sambil mencampurkan air.
  • Jika ingin dijadikan pancake, tuang sesendok demi sesendok di atas teflon. Jika sudah berlubang-lubang bisa dibalik dan ditunggu hingga matang.
  • Jika ingin dijadikan kue cubit bisa dimasukkan ke cetakan kue cubit.
  • Jika ingin bikin sarang laba-laba, adonannya dimasukkan ke dalam plastik es kemudian digunting ujungnya trus dituang ke atas teflon sambil diputar-putar hingga membentuk sarang laba-laba atau bentuk jaring/jala.

* jika ingin adonannya berwarna, bisa ditambahkan pewarna makanan. Biasanya penjual kue cubit sedia warna original, coklat, pink, dan ijo.

Selamat mencoba.. 

 

Pengen bikin pizza “mulur” pake keju mozzarella tapi kok harganya lebih mihil ya? Jangan khawatir, sekarang bisa bikin keju mozzarella sendiri dengan 4 jenis bahan aja. Simak yuk..

Bahan :

  • 1 kotak keju cheddar (aku pake merk MEG 180 gram) diparut
  • 200 cc susu UHT putih (aku pake merk ultra)
  • 2 sendok makan tepung maizena dilarutkan dengan 100cc air
  • Setengah sachet susu kental manis putih

Cara membuat :

  • Masak parutan keju dan susu UHT dengan api sangat kecil.
  • Jika keju parut sudah keliatan melebur dengan susu, masukkan larutan maizena dan susu kental manis, aduk-aduk.
  • Jika sudah matang, masukkan ke dalam wadah (aku pake wadah kecil supaya nanti bentuknya mirip keju blok).
  • Tunggu sampai dingin di suhu ruangan baru kemudian masukkan ke dalam freezer.
  • Ambil keju mozzarella KW seperlunya ketika dibutuhkan.

Selamat mencoba..

Meski bawa uang saku untuk jajan di kantin, tapi biasanya anak-anak tetap bawa bekal dari rumah. Bekal yang dibawa sangat bervariatif tergantung apa yang ada di rumah. Pekan kemarin anak yang nomor dua dapat tugas membawa makanan sehat untuk makan bersama sekaligus pelajaran adab makan. Berhubung harus ada nasi, sayur, lauk, dan susu, jadi kali ini bikin menu yang lengkap:

  • Nasi tabur bawang goreng
  • Ca sayur plus bakso
  • Fillet ikan tuna goreng crispy (ditepungin)
  • Buah naga
  • Nutrijel rasa anggur
  • Susu kotak rasa coklat

Alhamdulillah bikin 3 wadah sekaligus untuk kakak dan adiknya juga. Maklum, satu dibikinin, yang lain juga minta..

Update.. Adeknya juga dapat tugas bawa bekal. Menu sayurnya sih sama, bisa lihat disini. Sedangkan lauknya kali ini pake ayam teriyaki  ini foto menunya :

Entah apa namanya yang bener, yang jelas bentuk yang diinginkan adalah semangka tapi dagingnya berisi aneka buah dan teman-temannya. Cara bikinnya bisa diliat di kolase gambar di atas. Yaitu buah semangka dibelah dua trus dagingnya diambil sampe tinggal kulit semangka berbentuk mangkuk. Trus daging semangka tadi dipotong kecil-kecil dimasukkan lagi ke dalam “mangkuk” kulit semangka bersama dengan bahan isian lain (aku pake buah naga, agar, pepaya). Lalu tuang nutrijel rasa apa aja ke dalamnya. Harapannya sih jadi semcam efek kaca gitu. Nanti ketika semangka dipotong bentuknya jadi unik. 

Berhubung namanya nyoba ya ga mesti langsung sukses. Kali ini nutrijelnya kurang kenyal (sebaiknya airnya dikurangin pas masak) trus kayaknya jg karena efek semangka yang sangat berair. Jadi mangkuk kulit semangkanya itu bisa berair gitu, otomatis bikin nutrijelnya jadi kurang kenyal karena ketambahan air. 
Trus tips lain, kayaknya hindari isian buah naga deh, soalnya warnanya pekat banget jadi efek kaca bening dari jelly yang diinginkan jadi kurang maksimal. Tentu saja karena warnanya jadi merah gelap. Tapi apapun itu, alhamdulillah anak2 doyan dan habis.

Selamat mencoba..

Punya oma yang pinter masak bikin cucu-cucunya sering request masakan kayak yang dibikin oma. Dengan kursus kilat sekali liat proses masaknya oma, akhirnya bisa recook resep setup Solo yang legendaris ini. Alhamdulillah habis dalam sekejap, padahal sempet kepikiran masaknya kebanyakan. Anak-anak nambah terus sampe lima kali, alhamdulillah..

Ini resepnya

Bahan :

  • Macaroni secukupnya (sekitar 250gram)
  • 3 butir telur ayam, dikocok
  • Setengah kilo ayam (fillet atau suwir juga boleh)
  • Santan kurang lebih 700ml

Bumbu :

  • 2 butir bawang bombay ukuran kecil, diiris tipis
  • 1 butir bawang putih dicincang kasar
  • Merica bubuk secukupnya
  • Setengah butir biji pala digeprek
  • Garam secukupnya
  • Margarin untuk menumis

Cara Memasak :

  • Tumis bumbu sampai layu
  • Masukkan kocokan telur
  • Kemudian masukkan ayam dan makaroni, aduk-aduk
  • Terakhir masukkan santan dan tunggu sampai matang
  • Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng

Selamat mencoba..

Sudah lama anak-anak pengen punya hewan peliharaan, tapi aku dan suami gak mengizinkan karena khawatir tidak bisa bener-bener mengurusnya. Aku juga berfikir untuk menyayangi binatang tidak harus dengan memeliharanya di dalam rumah. Maka untuk menyenangkan anak2, aku memperbolehkan anak2 rutin ngasih makan kucing liar yang berkeliaran di kompleks tempat tinggal kami.

Salah satu kucing yang menjadi kesayangan anak2 adalah seekor kucing kurus yang matanya ada bagian yang kurang sempurna. Anak2 memberi nama kucing ini “Ben”. Entah dapat inspirasi dari mana, pokoknya tiba2 aja anak2 udah manggil dengan sebutan Ben. Tiap kali anak2 keluar rumah mau berangkat sekolah, si Ben langsung mendekat. Begitu juga ketika pulang sekolah, mungkin karena Si Ben tau bakal dikasi tulang. Bahkan ketika anak2 manggil namanya, Si Ben langsung lari sekencang-kencangnya seakan tau kalo itu namanya.

Pas makan bareng, biasanya anak2 akan ngobrolin tentang Ben. Abinya memberi beberapa nasihat tentang menyayangi binatang. Larangan jual beli kucing, tidak boleh menyia-nyiakan binatang peliharaan, sampai pada hadits seorang wanita yang diadzab karena meninggalkan binatang peliharaan di dalam kandang sampai mati. Alhamdulillah anak2 sudah tau beratnya tanggungjawab ketika kita memelihara binatang, maka lebih baik sekedar memberi makan dan menyayangi Ben tanpa harus memeliharanya di dalam rumah. Biarkan Ben bermain dan bebas di luar sana. Have a nice day Ben..


Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel