Muslimah dan Kesehatan

WAHAI ANAKKU, JADILAH MULIA DENGAN TAKWA

Posted on: 08/01/2017


Anak kita tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sangat beragam. Mereka akan tumbuh dengan menyaksikan berbagai macam karakter manusia dengan kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, perlu bimbingan dan tuntunan dari orangtuanya dalam bersosialisasi dengan teman dan tentunya masyarakat sekitar.

Jangan Melihat Status Sosial

Dalam bermasyarakat dan bersosialisasi, hendaknya kita ajarkan anak-anak kita untuk tidak menilai seseorang dari status sosialnya. Ajarkan pada mereka bahwa Allah tidak melihat rupa (wajah), kekayaan, dan pangkat jabatan di dunia. Allah menilai seseorang dari ketakwaannya. Mulia atau tidaknya seseorang tidak dilihat dari kekayaannya, megah rumahnya, bagus mobilnya, indah bajunya, cantik rupanya, tinggi pangkat dan kedudukannya. 

Bahkan Allah sendiri menegaskan bahwa yang paling mulia adalah yang paling bertakwa. Ayat yang patut jadi renungan terkait dengan hal ini adalah firman Allah Ta’ala :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Ath Thobari rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling tinggi takwanya pada Allah, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.” (Tafsir Ath Thobari, 21:386)

Lebih Penting Memperbaiki Hati daripada Tampilan Fisik

Bagi seorang muslim, tidak terlarang dia ingin tampil indah dan tidak ada larangan pula untuk menjadi kaya. Hanya saja segala sesuatu yang sifatnya duniawi itu bersifat sementara. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita tidak berlebihan dalam perkara duniawi dan lebih mementingkan perkara akhirat. Kita ajarkan pada anak-anak kita untuk tidak bersedih ketika belum bisa memakai baju sebagus temannya, belum punya mainan seperti temannya, dan berbagai perkara dunia lainnya. Kita ajarkan supaya mereka memperbaiki hati dan amalan. 

Kita bisa menyampaikan sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Dorong Anak untuk Mencintai Ilmu dan Banyak Beramal Sholeh

Saling berlomba dalam amalan sholeh jauh lebih bermanfaat dibanding persaingan dalam perkara dunia semata. Daripada menyibukkan diri untuk iri dengan barang-barang milik temannya, hendaknya kita dorong anak kita untuk belajar dan memperbanyak ibadah. Jika seorang anak sudah mencintai ilmu maka pikirannya akan tersibukkan dengannya. Dengan ilmu itulah, anak-anak kita bisa beramal dan beribadah dengan benar.

Beri Contoh dalam kehidupan Sehari-hari

Seorang anak akan meneladani dan mengikuti orang tuanya. Bagaimana cara orang tua bersikap maka sang anak akan menirunya. Kita harus memberi contoh supaya anak kita memiliki adab dan akhlak yang baik dalam meperlakukan orang di sekitarnya. Kita tunjukkan pada anak bahwa kita memperlakukan orang miskin dengan penuh belas kasihan, tidak menghardik pengemis, berbicara sopan meski kepada pembantu di rumah, dan masih banyak contoh lainnya. Dengan begitu sang anak terbiasa tidak berbuat semaunya karena merasa mempunyai status sosial yang lebih tinggi.

Sampaikan pada anak bahwa bisa jadi kedudukan seorang yang miskin itu jauh lebih baik daripada kondisi orang yang kaya raya. Siapa tau orang yang miskin itu sering bangun malam untuk sholat dan berdoa pada Allah. Bisa jadi dia lebih banyak bersyukur dan bersabar dalam kondisi miskinnya, maka diapun menjadi orang yang mulia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Semoga dengan banyak menyampaikan hadits dan juga contoh-contoh tentang kemuliaan takwa maka anak-anak bisa lebih termotivasi untuk memperbaiki ketakwaannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel

%d blogger menyukai ini: