Muslimah dan Kesehatan

Archive for Januari 2017

Sebenarnya buku kedua  ini sudah lama terbit , tapi baru sempet posting di blog sekarang. Buat yang berminat bisa langsung  meluncur ke toko buku terdekat atau ke ol shop atau boleh  juga langsung pesen di sini. Bisa buat baca-baca para ibu, calon ibu, calon pengantin,  atau buat kado pernikahan atau kelahiran anak juga oke. Buruan pesen sebelum keabisan. Kalo buku yang pertama (Panduan Kesehatan Wanita) udah habis stoknya alhamdulillah. Mudah-mudahan bisa segera keluar cetakan ke-3 nya. 

Yuk intip sedikit deskripsi buku keduaku.. 

Anda seorang ibu muda yang baru saja melahirkan anak dan membutuhkan referensi dalam mengasuh dan menjaga kesehatan anak? 

Atau Anda sedang mencari hadiah untuk teman / orang terdekat yang baru saja menikah dan melahirkan anak?

Buku yang satu ini bisa menjadi pilihan bagi Anda …

Buku “PANDUAN KESEHATAN UNTUK SANG BUAH HATI”

Penulis : dr. Avie Andriyani

Penerbit : As-Salam Publishing

Spesifikasi : Hard cover, tebal 222 halaman. kertas art paper, full colour, ukuran 16 x 20,5 cm

HET : Rp. 62.500,-

Full colour lho isinya :

Resensi :
Setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya tumbuh sehat, cerdas, shalih dan shalihah. Tidak bisa dipungkiri, bahwa kesehatan jasmani sangat diperlukan untuk menunjang berbagai aktivitas anak-anak kita. Belajar, mengaji, bermain, dan berbagai kegiatan sehari-hari akan terganggu ketika sakit melanda. Untuk itulah, perlu kiranya orangtua memiliki ilmu mengenai kesehatan anak. Tidak semua penyakit membutuhkan penanganan dokter atau ahli medis. Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi masalah kesehatan dan merawat anak ketika sakit.
Dalam buku ini, Anda akan mendapatkan penjelasan mengenai tumbuh kembang anak, penyebab dan cara mengatasi beberapa gangguan tumbuh kembang (terlambat bicara, terlambat berjalan, autis, dan disleksia). Selain itu, ada juga pembahasan mengenai berbagai penyakit yang biasa terjadi pada anak beserta penatalaksanaannya, kebiasaan buruk anak yang berdampak pada kesehatan, nutrisi terbaik bagi anak, dan pertolongan pertama pada kondisi darurat. 
Kolom konsultasi akan menjadi selingan yang diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan seputar kesehatan anak yang sering ditanyakan para orangtua kepada dokter. 

Disamping itu, suplemen berisi panduan kesehatan untuk pendidik di sekolah, pengetahuan tentang antibiotik dan herbal, serta aneka tips kesehatan anak juga akan melengkapi khasanah keilmuan Anda.
Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kalangan umum (non medis) dan sangat mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu,  buku ini sangat cocok untuk dimiliki para orangtua, calon orangtua, dan para guru di sekolah. 

Bagaimana pendapat mereka setelah membaca buku ini ?



Selesai membaca, saya sadar betapa berharganya buku ini. Bawalah buku ini pulang dan ‎bacalah! Bersiaplah menjadi “dokter” yang sesungguhnya bagi buah hati Anda. 

(Azizah Ummu Yasir – Inspirator Muslimah; Pengasuh MutiaraHikmah.com)

Alhamdulillah, hadirnya buku ini memenuhi kebutuhan para ibu dan pendidik akan ilmu kesehatan anak sehari-hari. Bahasan nan apik dan gamblang membuat buku ini pantas dijadikan referensi tiap ibu dan pendidik. Bagi Anda yang peduli akan keluarga, utamanya anak-anak, WAJIB memiliki buku ini! 

(Zainab Ummu Raihan, AMd.Keb – Bidan; Pendidik; Penulis buku Game Islami dan buku Mencetak Hafiz Cilik)

Bagi saya, buku ini seperti “kuliah kedokteran” yang disesuaikan untuk orang awam. Ilmiah, berbobot, tetapi disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna setiap pembaca dari berbagai kalangan. Insya Allah, buku ini sangat bermanfaat bagi semua yang ingin mencetak generasi yang sehat jasmani dan rohani. 

(dr. Liz Marisa – Dokter Umum,  Pengajar di Madinatul Qur’an )

Telah terbit buku yang sangat bagus, isinya lengkap dan praktis. Cocok sebagai panduan bagi orangtua dalam merawat kesehatan putra-putrinya. InsyaAllah dengan buku ini, orangtua dapat menjadi “dokter pribadi” bagi buah hatinya.

(drg. Saptiari Utami, Sp.KGA – Dokter gigi spesialis anak; Kepala TKIT Imam Syafi’i & SDIT Yaa Bunayya Yogyakarta)

“Menarik dan mudah dipraktekkan” menjadi kesan pertama saya ketika membaca buku ini. Bacalah buku ini dan Anda akan menyadari bahwa tidak semua penyakit membutuhkan penanganan dokter dan tidak setiap gejala harus diantisipasi dengan pemberian obat. Buku ini bisa menjadi pegangan bagi orangtua, calon orangtua, dan guru dalam mengenali dan mencegah berbagai permasalahan kesehatan. 

(Zaimah, S.Si, Apt – Apoteker; Pendidik; Wirausahawati)

Menyiapkan makanan untuk keluarga tentu menyita waktu yang tidak sedikit. Meracik sayurnya lama, belum bikin bumbunya, apalagi masih harus mikirin masak lauknya. Adakalanya kita harus kreatif mencari menu yang tepat ketika waktu mepet. Sore ini berhubung anak-anak udah bilang laper sementara kerjaan rumah masih banyak, akhirnya kepikiran masak yang praktis aja. Mau masak sayur bening bayam tapi kepikiran harus nggoreng lauknya. Akhirnya pilih masak sayur sekaligus lauk aja yaitu menu orak arik dengan bahan utama telur ayam dan sayuran.

Nama “orak arik” berasal dari bahasa jawa yang artinya membuat berantakan atau mengacau. Pada proses memasaknya memang telur yang sudah didadar setengah matang segera diaduk-aduk sehingga menjadi kecil-kecil, baru kemudian dimasukkan sayurannya. 

Bumbunya relatif simpel, cuma bawang putih sama merica bubuk aja. Boleh ditambah kecap biasa atau kecap saos tiram sesuai selera. Sayurannya juga sepunyanya aja. Bisa dimasuki wortel, buncis, kol, pipilan jagung, atau yang lain. Ditambah  bakso juga makin mantap. Semua bahan diiris kecil-kecil supaya cepat layu atau matang.

Alhamdulillah anak-anak doyan dan langsung ludes. Selamat mencoba..

Selain fungsi utamanya menanak nasi, magic com atau rice cooker ternyata bisa dimanfaatkan untuk bikin camilan pizza. Tentunya jangan dibayangkan hasilnya akan seperti pizza mahal yang dijual di restoran. Tapi bagi anak-anak, pizza bikinan sendiri ini sudah sangat enak dan selalu habis tak bersisa. Untuk resepnya banyak banget versinya di google. Karena sudah cukup sering bikin, akhirnya pakai resep kreasi sendiri yang pake ukuran “kira-kira”. Untuk lebih memudahkan, tetap perlu patokan juga sih. Ini resepnya :

  • 250 gram tepung terigu
  • 1 sendok makan gula pasir
  • Setengah sendok teh garam
  • 1/2 bungkus fermipan
  • merica bubuk secukupnya
  • 100 ml (setengah gelas) air hangat
  • 1 sendok makan minyak goreng

Toping :

  • Sosis 3 buah diiris tipis
  • Bawang Bombay 1 butir kecil
  • Saos tomat (karena untuk anak-anak jadi dibikin gak pedes)
  • Mayonnaise (aku pake mayumi) 1 sachet
  • Keju parut

Margarin blue band (untuk menumis dan juga olesan di loyang magic com)

Cara bikin nya :

  • Fermipan dan gula pasir dimasukkan ke air hangat. Ditunggu sampai berbusa. Kalau tidak berbusa berarti fermipannya gak berfungsi, sebaiknya gak dipakai lagi.
  • Sambil nunggu fermipannya aktif (kira-kira 15 menit), kita bisa menumis bawang Bombay dan irisan sosisnya.
  • Campurkan tepung terigu dengan garam, minyak goreng, dan merica. Masukkan larutan air hangat dan fermipan yang sudah berbusa. Masukinnya sedikit-sedikit saja sambil diuleni sampai kalis. (Jangan dibayangin nguleninnya lama dan ribet ya, cuma sebentar banget, ga ada 5 menit juga sudah kalis kok)
  • Masukkan adonan yang sudah kalis ke dalam baskom dan tutup dengan kain lap bersih. Tunggu sampai mengembang (kurang lebih 30menit).
  • Setelah adonan mengembang, masukkan ke dalam loyang yang sudah diolesin margarin (supaya tidak lengket). Tekan-tekan hingga memenuhi Loyang.
  • Masukkan toping (tumisan sosis dan bawang Bombay), tata di atas adonan tepung, beri saos dan mayonnaise. Terakhir taburi keju.
  • Tekan tombol “Cook” sampe 3x
  • Keluarkan, potong-potong dan sajikan hangat.

Selamat mencoba..

* Cocok untuk camilan di rumah dan bekal anak ke sekolah.


Bingung, sedih, dan marah mungkin dirasakan para orang tua yang mendapati anaknya mogok sekolah. Rutinitas di sekolah yang seharusnya menyenangkan adakalanya bisa menjadi momok bagi seorang anak dan bahkan bisa menyebabkannya jadi mogok sekolah. Ada banyak alasan yang membuat beberapa anak tiba-tiba jadi mogok dan tidak mau berangkat sekolah. Lalu, bagaimana seharusnya orangtua bersikap ketika anak mogok sekolah dan bagaimana mengatasinya? 
TANDATANDA SI KECIL MULAI MOGOK

Seorang anak yang mogok sekolah bisa saja menangis, rewel, atau terang-terangan mengatakan pada orang tuanya kalau dia tidak mau masuk sekolah lagi. Segala hal yang berkaitan dengan sekolah tidak lagi menarik perhatiannya. Aktivitas belajar malam hari yang sudah menjadi kebiasaan tidak lagi dilakukan. Buku dan peralatan sekolah pun tidak lagi dirapikan dan dipersiapkan. Jika orang tua mendapati perilaku anak yang tidak biasa, bisa jadi ini tanda-tanda anak mulai “enggan” bersekolah.

JALIN KOMUNIKASI DUA ARAH

Masih banyak orang tua yang langsung marah-marah ketika anak tidak mau berangkat sekolah. Bahkan tidak jarang langsung melabel anak dengan sebutan “anak malas” dan tak lupa membanding-bandingkannya dengan teman sekolahnya yang rajin dan berprestasi. Ekspresi kemarahan orang tua seperti ini justru akan semakin membuat anak jadi tidak berminat lagi pada aktivitas sekolah. 

Marah-marah pada anak tidak akan menyelesaikan masalah. Ingat, anak mogok sekolah tidak mesti karena dia malas. Dalam kondisi seperti ini, seharusnya orang tua mengajak anak berbicara dari hati ke hati. Jangan asal menuduh apalagi langsung memarahinya.

TIDAK ADA ASAP JIKA TIDAK ADA API

Orang tua seharusnya fokus mencari tahu penyebab mogoknya si anak, bukan sekedar memaksa anak agar mau kembali bersekolah. Ketika ditanya alasannya, tidak semua anak akan langsung mengutarakan alasan yang sebenarnya. Bisa jadi anak hanya akan menyebutkan kalau dia sedang malas atau tidak enak badan. Oleh karena itu, pentingnya pendekatan dan komunikasi pada anak. 

Orang tua jangan langsung menebak-nebak seperti mengajukan pertanyaan apakah dia dimarahi gurunya, apakah ada teman yang mengejeknya, dan lain-lain. Hindari pertanyaan yang mengarahkan dan awali dulu dengan obrolan ringan sebelum sampai pada pokok pertanyaan mengapa anak tidak mau sekolah. Sebagai contohnya, orang tua bisa mengajak anak mengobrol tentang betapa menyenangkannya bersekolah, seperti mendapat pahala dari Allah karena menuntut ilmu, mempunyai banyak teman, bisa bermain bersama, dan lain-lain. Biasanya secara spontan anak akan mulai menimpali obrolan orang tua dengan mengatakan bahwa menurut dia sekolah itu tidak menyenangkan dan kemudian menyebutkan alasan-alasannya. Saat itulah orang tua sebaiknya mendengarkan dulu keluh kesah anak, jangan memotong pembicaraannya. Barulah setelah anak selesai, orang tua bisa mulai menanggapi dan tentunya menawarkan solusi. 

CARI SOLUSI YANG TERBAIK

Apabila anak merasa jenuh, motivasi anak untuk semangat belajar dan pantang menyerah meski ada halangan atau masalah yang timbul. Ceritakan kisah para sahabat yang sangat bersemangat mencari ilmu meski harus menempuh perjalanan jauh. Jika masalahnya berkaitan dengan orang lain seperti teman atau guru, ajak anak untuk mencari solusinya. Orang tua tidak boleh menyepelekan alasan anak meski sekecil apapun. Bantulah anak menyelesaikan masalahnya dan pastikan semua sudah diselesaikan sebelum anak mulai bersekolah kembali. Jangan bermudah-mudah untuk menawarkan anak pindah sekolah, kecuali memang masalahnya sangat fatal dan pindah sekolah merupakan solusi terbaik. Kerjasama dengan pihak sekolah terkadang dibutuhkan untuk meyakinkan anak bahwa ia aman dan bisa bersekolah kembali dengan tenang. 

TIPS UNTUK MENCEGAH MOGOK SEKOLAH

Selalu damping anak ketika belajar, pastikan anak tidak merasa sendiri ketika dia sedang ada masalah.

Biasakan untuk mengajak anak mengobrol tentang kegiatannya di sekolah, tanyakan bagaimana perasaannya.

Biasakan anak untuk selalu menyiapkan keperluan sekolahnya pada malam hari sehingga pagi harinya anak siap untuk bersekolah dan tidak terburu-buru.

Sesekali undanglah teman-temannya ke rumah, perbolehkan mereka bermain bersama di rumah Anda ketika liburan. Dengan begitu, Anda bisa kenal dan dekat dengan teman-temannya. 

Hargailah hasil belajar anak dan jangan menuntutnya untuk selalu mendapatkan nilai yang baik atau bahkan membanding-bandingkannya dengan teman yang berprestasi. Beban pelajaran yang berat di sekolah akan semakin terasa berat jika ditambah dengan tuntutan dari orang tua.

Pada waktu liburan panjang, usahakan untuk tetap menjalankan rutinitas seperti bangun pagi, mandi pagi, dan sarapan. Kebiasaan bermalas-malasan selama liburan biasanya memicu keengganan anak untuk kembali bersekolah.

LIHAT PROSESNYA, JANGAN LIHAT HASILNYA

Kebanyakan orang tua hanya melihat hasil ulangan atau ujian anak. Seorang anak dinilai pintar atau bodoh dengan angka-angka di rapotnya. Padahal, seharusnya orang tua menyadari bahwa proses belajar itu lebih penting. Yang lebih penting adalah anak mau belajar dan berkarya apapun hasilnya. Hargailah karakter dan bakat anak, karena tidak semua anak berprestasi di bidang akademik. Lejitkan potensi yang dimiliki anak karena setiap anak memiliki potensinya masing-masing. Selamat mendidik dan semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang terbaik bagi putra-putri kita.


Anak kita tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sangat beragam. Mereka akan tumbuh dengan menyaksikan berbagai macam karakter manusia dengan kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, perlu bimbingan dan tuntunan dari orangtuanya dalam bersosialisasi dengan teman dan tentunya masyarakat sekitar.

Jangan Melihat Status Sosial

Dalam bermasyarakat dan bersosialisasi, hendaknya kita ajarkan anak-anak kita untuk tidak menilai seseorang dari status sosialnya. Ajarkan pada mereka bahwa Allah tidak melihat rupa (wajah), kekayaan, dan pangkat jabatan di dunia. Allah menilai seseorang dari ketakwaannya. Mulia atau tidaknya seseorang tidak dilihat dari kekayaannya, megah rumahnya, bagus mobilnya, indah bajunya, cantik rupanya, tinggi pangkat dan kedudukannya. 

Bahkan Allah sendiri menegaskan bahwa yang paling mulia adalah yang paling bertakwa. Ayat yang patut jadi renungan terkait dengan hal ini adalah firman Allah Ta’ala :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Ath Thobari rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling tinggi takwanya pada Allah, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.” (Tafsir Ath Thobari, 21:386)

Lebih Penting Memperbaiki Hati daripada Tampilan Fisik

Bagi seorang muslim, tidak terlarang dia ingin tampil indah dan tidak ada larangan pula untuk menjadi kaya. Hanya saja segala sesuatu yang sifatnya duniawi itu bersifat sementara. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita tidak berlebihan dalam perkara duniawi dan lebih mementingkan perkara akhirat. Kita ajarkan pada anak-anak kita untuk tidak bersedih ketika belum bisa memakai baju sebagus temannya, belum punya mainan seperti temannya, dan berbagai perkara dunia lainnya. Kita ajarkan supaya mereka memperbaiki hati dan amalan. 

Kita bisa menyampaikan sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Dorong Anak untuk Mencintai Ilmu dan Banyak Beramal Sholeh

Saling berlomba dalam amalan sholeh jauh lebih bermanfaat dibanding persaingan dalam perkara dunia semata. Daripada menyibukkan diri untuk iri dengan barang-barang milik temannya, hendaknya kita dorong anak kita untuk belajar dan memperbanyak ibadah. Jika seorang anak sudah mencintai ilmu maka pikirannya akan tersibukkan dengannya. Dengan ilmu itulah, anak-anak kita bisa beramal dan beribadah dengan benar.

Beri Contoh dalam kehidupan Sehari-hari

Seorang anak akan meneladani dan mengikuti orang tuanya. Bagaimana cara orang tua bersikap maka sang anak akan menirunya. Kita harus memberi contoh supaya anak kita memiliki adab dan akhlak yang baik dalam meperlakukan orang di sekitarnya. Kita tunjukkan pada anak bahwa kita memperlakukan orang miskin dengan penuh belas kasihan, tidak menghardik pengemis, berbicara sopan meski kepada pembantu di rumah, dan masih banyak contoh lainnya. Dengan begitu sang anak terbiasa tidak berbuat semaunya karena merasa mempunyai status sosial yang lebih tinggi.

Sampaikan pada anak bahwa bisa jadi kedudukan seorang yang miskin itu jauh lebih baik daripada kondisi orang yang kaya raya. Siapa tau orang yang miskin itu sering bangun malam untuk sholat dan berdoa pada Allah. Bisa jadi dia lebih banyak bersyukur dan bersabar dalam kondisi miskinnya, maka diapun menjadi orang yang mulia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Semoga dengan banyak menyampaikan hadits dan juga contoh-contoh tentang kemuliaan takwa maka anak-anak bisa lebih termotivasi untuk memperbaiki ketakwaannya.


Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel

RSS Muslimah.or.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.