Muslimah dan Kesehatan

Archive for Maret 2017

Dari dulu aku lebih suka bubur ketan hitam dibanding kacang hijau, jadi kalau beli di tukang burjo keliling seringnya pesan ketan hitam saja tanpa burjonya. Anak-anakku ternyata ketularan suka sama si hitam manis ini. Kalau biasanya beli, pagi ini pengen bikin sendiri. 

Ini resep bubur ketan hitamnya :

Bahan :

  • 0,5 liter beras ketan hitam 
  • 1 ons gula jawa 
  • 4 sendok teh gula pasir
  • 1,5 liter air
  • 1 helai daun pandan

Cara membuat :

  • Cuci beras ketan hitam
  • Rendam beras ketan hitam semalaman
  • Masukkan seluruh bahan lalu rebus hingga air habis (mengental) 
  • Aduk-aduk supaya tidak menempel di dasar panci
  • Lengkapi/siram dengan kuat santan

Selamat mencoba.. 

Iklan

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid hafidzahullah

Pertanyaan:
Saya memiliki seorang bayi dengan usia 5 minggu. Saya dan suami berniat membiasakan anak menyusu dengan susu formula. Apakah hal ini diperbolehkan menurut Islam? Apakah seorang ibu berdosa jika tidak menyusui anaknya langsung dari payudara tanpa sesuatu sebab?

Jawaban:
Pertama,
Seorang ayah wajib memberikan makan kepada anaknya, berdasarkan firman Allah ta’ala,

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan wajib bagi ayah untuk menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang ma’ruf” (QS. Al Baqarah: 233)

Jika anak masih pada tahap menyusu, maka wajib bagi ayah untuk memberikan nafkah persusuannnya. Yaitu dengan menyerahkannya kepada wanita yang dapat menyusuinya. Kebiasaan ini tersebar di jaman awal.

Seorang ibu tidak wajib menyusui sendiri anaknya kecuali bila si anak tidak mau menyusu dari perempuan lain (artinya: si anak hanya mau menyusu dari ibunya saja, tidak mau menyusu dari ibu susuan, pen.). Bila keadaannya seperti itu, si ibu wajib menyusui anak; dan berdosa jika membiarkannya.

Dalam Syarah Muntahal Iradat, 3:243, beliau berkata, “Seorang wanita merdeka wajib menyusui anaknya bila dikhawatirkan adanya bahaya, karena si anak tidak mau menyusu dari payudara lain (maksudnya: dari ibu susuan, pen.), atau alasan lain yang semisal.

Tujuannya, untuk menghindarkan anak dari kematian, sebagaimana bila tidak ada perempuan lain yang bisa menyusuinya.

Si ibu (yang dicerai suaminya) berhak mendapat upah yang semisal dengan ibu susuan lain. Namun bila tidak dikhawatirkan adanya bahaya, maka si ibu tidak boleh dipaksa menyusui. berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَإِنْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُ أُخْرَى

Jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan anak itu untuknya.” (QS. At-Thalaq: 6)

Begitu pula, jika seorang suami menyuruh istri untuk menyusui anaknya, maka hal tersebut wajib bagi istri menurut pendapat yang kuat.

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata,

“Yang nampak dari perkataan penulis bahwa menyusui tidak wajib bagi istri, baik ketika ia masih berada dalam ikatan pernikahan suaminya atau sudah bercerai darinya.

Syaikhul islam Ibnu Taimiyah berkata,’Akan tetapi, jika istri berada dalam ikatan pernikahan suaminya, maka wajib bagi istri menyusui anaknya.’

Pendapat beliau ini lebih dekat dengan kebenaran. Kecuali, jika ibu dan ayah sama-sama ridha jika si anak disusukan ke perempuan lain, maka tidak mengapa.

Tetapi, jika suami mengatakan kepada istri,’Tidak boleh ada yang menyusuinya kecuali kamu’, maka wajib bagi istri menyusuinya.

Walaupun kita mendapati seseorang yang bisa menyusuinya atau kita punya susu formula yang bisa dijadikan sebagai sumber makanan bagi bayi, sementara suami mengatakan, ‘Engkau harus menyusuinya,’ maka tetap wajib bagi istri menyusui karena suami yang bertanggung jawab atas nafkah, dan nafkah ini sebagaimana yang sudah kami sebutkan, yaitu nafkah karena hubungan pernikahan dan nafkah persusuan.

Seandainya si suami mengatakan, “Aku lebih suka jika anakku menyusu dengan susu formula karena akan menghindarkannya dari berbagai penyakit dan alasan lain yang semisal.” Sementara si istri menjawab, ” Tetapi aku akan tetap menyusuinya (ASI),” Dalam kasus seperti ini kebenaran ada di pihak si istri dan tidak boleh bagi suami untuk melarangnya.’”

Selesai kutipan dari ‘Asy Syarhu Al Mumti’ (517/13)

Berdasarkan hal ini, diperbolehkan memberi susu kepada anak dengan susu formula jika suami meridhai hal tersebut, tidak ada dosa bagi si ibu ketika itu.

Jika anak tidak mau menerima susu formula dan tidak ditemukan perempuan lain yang menyusuinya, maka saat itu wajib bagi sang ibu untuk menyusuinya untuk menjaga si anak dari kematian.

Kedua:
Hendaknya kedua orang tua bersemangat untuk menyusukan anaknya dengan susu yang alami (ASI) dari ibunya atau wanita lain.

Mengingat dalam persusuan ini terdapat manfaat yang banyak yang tidak didapati dalam susu formula, diantaranya:

  1. ASI, susu steril siap pakai yang tidak mengandung kuman.
  2. ASI, tidak ada susu lain yang menandinginya seperti susu olahan dari sapi, kambing, atau unta. ASI diciptakan untuk memenuhi kebutuhan bayi hari demi hari sejak kelahirannya sampai tahun penyapihan (umur 2 tahun).
  3. ASI mengandung jumlah protein yg cukup dan kadar gula yang cocok bagi anak. Sedangkan kandungan protein yang ada pada susu sapi, kambing dan kerbau itu sulit dicerna di lambung anak kecil karena protein tsb cocoknya untuk anak-anak hewan tsb.
  4. Pertumbuhan anak-anak yang meminum ASI lebih cepat dan sempurna daripada pertumbuhan anak-anak yang diberi susu formula.
  5. Adanya hubungan batin atau emosional antara ibu dan anaknya.
  6. ASI mengandung berbagai macam unsur penting sebagai sumber makanan bagi bayi, sesuai dengan kuantitas dan kualitas yang dibutuhkan tubuhnya. Dan unsur ini sangat cocok dengan kemampuannya dalam mencerna dan menyerap makanan. Komponen nutrisi ASI yang dibutuhkan bayi tidaklah sama, berubah hari demi hari sesuai kebutuhan bayi.
  7. ASI tersimpan pada suhu yang tepat, secara otomatis merespon kebutuhan bayi dan bisa diperoleh kapanpun.
    Menyusui langsung dari payudara merupakan salah satu cara alami untuk mencegah kehamilan pada ibu. Sehingga sang ibu bisa terbebas dari komplikasi yang timbul dari penggunakan pil KB, spiral atau suntik.

Selesai dikutip dari kitab “Taudhihu al-Ahkam” (5/107).
Allahu’alam.

***
Sumber:https://islamqa.info/ar/142055
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Wanitasalihah.com
Artikel Wanitasalihah.com

Read more http://wanitasalihah.com/ibu-berilkan-asi-untuk-anakmu/

Seperti biasa, anak yang nomor 3 selalu minta umminya recook menu cooking class di sekolahnya. Alhamdulillah menunya ga pernah susah (ya iya lah, namanya juga masih TK) 

Biasanya anakku akan cerita dengan semangat bahan-bahannya apa saja, cara bikinnya bagaimana, rasanya kayak apa, ditambah embel-embel “gampang kok mi, nanti ummi kuajarin biar bisa”.

Baiklah..

Ini bahannya :

  • Agar (aku pake warna hijau), diparut
  • Buah-buahan (aku pake pepaya dan pisang),  dipotong kecil-kecil
  • Susu kental manis (boleh putih atau coklat) 
  • Es batu 
  • Sirup (aku skip karena sudah manis dari susu kental manisnya) 

Cara Membuat :

Masukkan bahan-bahan lalu tambahkan air. Gampang banget kan? 

Sebenarnya yang bikin disebut “es sarang burung” karena parutan agar yang bentuknya panjang-panjang mirip bakmi trus kalo ditata di gelas jadi mirip sarang burung. 

Selamat mencoba bersama putra-putri tercinta .. 

Berikut ini adalah sebuah tulisan dari Ustadz Aris Munandar, M.PI (ustadzaris.com)

Menggunakan obat pencegah haid sementara waktu karena suatu keperluan semisal saat umroh, haji atau ingin puasa Ramadhan secara utuh pada dasarnya diperbolehkan menimbang bahwa secara umum berobat itu suatu hal yang diperbolehkan dengan syarat komsumsi tersebut tidak menimbulkan efek negatif dari sisi kesehatan. Jika ada dampak negatifnya komsumsi obat semisal itu tidaklah diperbolehkan mengingat QS al-Baqarah: 195 dan QS an-Nisa’: 29. Meskipun komsumsi obat pencegah haid diperbolehkan namun yang terbaik adalah tidak mengkomsumsinya kecuali ada kebutuhan mendesak karena kondisi alami itulah yang paling cocok bagi badan (Ibnu Utsaimin dalam Risalah fi ad-Dima’ ath-Thabiiyyah li an-Nisa’).

Status wanita yang mengkomsumsi obat pencegah haid itu ada dua rincian.

Pertama, obat tersebut berhasil mencegah keluarnya darah haid sebelum darah haid keluar. Dalam kondisi ini, wanita tersebut tergolong suci karena memang tidak ada darah haid yang keluar dan pada dasarnya kita pertahankan kondisi awal yaitu suci. Inilah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Taimiyyah, fatwa Lajnah Daimah serta fatwa Ibnu Baz dan Ibnu Utsaimin.

Kedua, obat pencegah haid dikomsumsi setelah darah haid keluar sehingga darah haid berhenti selama beberapa waktu dan darah haid akan kembali keluar setelah masa pengaruh dari obat tersebut berakhir.

Rincian kedua ini terbagi menjadi dua kategori.

  • Darah berhasil dihentikan selama kurang lebih delapan atau sepuluh hari. Thowaf dalam kondisi semisal itu sah karena thowaf dilakukan dalam kondisi suci.
  • Darah berhasil dihentikan namun cuma kurang lebih satu hari lalu keluar lagi. Dalam kondisi semisal ini ulama bersilang pendapat mengenai status wanita tersebut, suci ataukah teranggap haid.

Ada ulama semisal Ibnu Farhun al Maliki yang menegaskan bahwa wanita tersebut tergolong haid. Ada dua alasan yang mendasari ulama yang menilai haid.

Alasan pertama, kriteria minimal hari suci dari haid. Setelah keluarnya darah haid seorang wanita itu teranggap haid. Status haid itu tidak hilang kecuali jika darah haid itu berhenti secara permanen minimal selama masuk dalam kriteria minimal hari suci dari haid. Namun terkait permasalahan minimal hari suci dari haid pendapat yang paling kuat adalah tidak ada batas bakunya. Inilah pendapat Ishaq bin Ruhawaih, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Ibnu Hazm, Ibnu Taimiyyah, Fatwa Lajnah Daimah, Ibnu Baz dan Ibnu Utsaimin.

Diantara dalil pendukung pendapat ini adalah atsar dari shahabat Ibnu Abbas.
قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَقَدْ رَوَى ابْنُ سِيرِينَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ فِى الْمُسْتَحَاضَةِ قَالَ إِذَا رَأَتِ الدَّمَ الْبَحْرَانِىَّ فَلاَ تُصَلِّى وَإِذَا رَأَتِ الطُّهْرَ وَلَوْ سَاعَةً فَلْتَغْتَسِلْ وَتُصَلِّى.
Abu Dawud mengatakan bahwa Ibnu Sirin meriwayatkan dari Ibnu Abbas mengenai wanita yang mengalami istihadhah. Ibnu Abbas mengatakan, “Jika wanita tersebut melihat darah maka dia tidak boleh mengerjakan shalat. Namun jika dia melihat bahwa dirinya suci meski hanya sesaat saja maka dia suci. Oleh karena itu dia berkewajiban untuk mandi dan mengerjakan shalat sebagaimana biasanya” (Sunan Abu Daud).

Berdasarkan pertimbangan di atas maka pendapat yang terkuat jika seorang wanita mengkomsumsi obat penghenti haid setelah keluarnya darah haid hendaknya dia pastikan terlebih dahulu. Jika memang dia benar-benar dalam kondisi suci dari darah haid karena tanda-tanda suci terdapat pada dirinya maka dia dalam kondisi suci sehingga boleh baginya untuk thawaf. Namun jika setelah dicermati ternyata dia belum dalam kondisi yang benar-benar suci maka yang terjadi pada dirinya hanyalah berhentinya darah haid sementara waktu, bukan suci sehingga dia tetap saja tidak boleh thawaf mengelilingi Ka’bah.

Alasan kedua, masalah sehari lihat darah sehari suci. Jika seorang wanita darah haidnya keluar secara tidak teratur, sehari keluar sehari tidak keluar maka apakah di hari tidak ada darah haid wanita tersebut teranggap haid ataukah teranggap suci adalah masalah yang diperselisihkan oleh para ulama. Pendapat yang terkuat dalam masalah ini adalah saat darah haid tidak keluar tidaklah teranggap suci namun tetap teranggap haid. Ini adalah mazhab Hanafi, pendapat yang terkuat dalam mazhab Syafii dan pendapat yang dipilih oleh Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarh Mumti’.

Alasan yang menguatkan pendapat ini adalah

1) dengan sepakat ulama dalam haid tidaklah disyaratkan darah haid keluar secara terus menerus di masa haid

2) telah menjadi kebiasan wanita dalam haid bahwa darah haid itu keluar secara terus menerus selama beberapa waktu lamanya lantas berhenti selama beberapa waktu lamanya, tidaklah termasuk kebiasaan haid para wanita darah itu keluar secara terus menerus

3) andai kita katakan bahwa hari berhentinya darah haid itu teranggap suci konsekuensinya seorang wanita itu cukup menjalani masa iddah dalam satu bulan karena darah haid itu akan berhenti selama beberapa kali. Sehingga jika demikian di akhir masa haid masa iddah teranggap sudah selesai.

Berdasarkan uraian di atas maka berhentinya darah haid selama sementara waktu itu dianggap masih dalam kondisi haid, bukan kondisi suci dari haid. Namun jika dalam kondisi ini bisa dipastikan bahwa itu adalah kondisi suci karena terdapat indikator menunjukkan hal tersebut maka wanita yang mengalaminya adalah wanita yang suci dari haid karena mempertimbangkan indikator suci dari haid adalah bagian dari kaedah pokok syariat. Dalam kondisi ini wanita tersebut teranggap benar-benar suci meski waktu sucinya hanya sebentar saja. Sehingga dalam kondisi ini wanita tersebut boleh melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah.

Walhasil, berhentinya darah haid yang sebelumnya telah keluar disebabkan mengkomsumsi obat penghenti haid status hukumnya perlu dirinci dengan mempertimbangkan ada tidaknya indikator suci dari haid. Jika terdapat indikator suci maka dianggap suci meski masa berhentinya darah haid hanya sebentar. Jika tidak terdapat indikator suci maka tidak teranggap suci selama darah haid itu berhenti di saat yang secara normal memungkinkan untuk keluarnya darah haid.

Oleh karena itu disarankan bagi wanita yang mengalami ragu-ragu atau wanita yang khawatir akan keluarnya darah haid saat mengerjakan kegiatan ibadah haji atau umroh agar melakukan tindakan hati-hati dengan mengkomsumsi obat pencegah haid sebelum darah haid keluar. Komsumsi obat tersebut jangan ditunda sampai keluarnya darah haid mengingat adanya berbagai pertimbangan yang njlimet yang harus diperhatikan pada saat semisal itu. Pertimbangan-pertimbangan tersebut boleh jadi tidak dia ketahui. Akhirnya dia memutuskan untuk melakukan thawaf padahal sebenarnya dia dalam kondisi haid karena mengira dia telah berada dalam kondisi suci.

Di deket warung tempat aku biasa belanja sayur, ada toko elektronik yang bikin aku exciting. Bukan karena barang-barang elektronik yang dijual, tapi karena di teras toko itu disediakan rak dengan banyak buku berjajar rapi (kebanyakan buku untuk anak-anak) dilengkapi dengan tulisan “silakan baca di tempat, GRATIS”. Wow, hari gini masih ada ya yang peduli dengan kegiatan membaca buku??!

Karena penasaran, aku sengaja beli lampu kecil di toko itu. Toko itu sebenarnya rumah tinggal tapi terasnya dialihfungsikan jadi toko kecil dan dijaga sendiri oleh pemiliknya, yaitu sepasang suami istri yang sudah lumayan sepuh. Dari ngobrol2 dengan si istri, beliau berdua ini sebenarnya punya anak tapi sudah besar dan berkeluarga. Sesekali beliau ke puncak untuk menengok anak dan cucunya. Nah, buku2 yang dipinjamkan gratis itu adalah buku bekas punya anaknya tapi kuliat kondisinya masih sangat bagus. Ibu itu mempersilakan anak2ku untuk baca2 disini. Tempatnya lumayan nyaman, dilengkapi dengan meja dan kursi baca. Anak2ku ternyata sudah asyik membaca sementara aku ngobrol dengan ibunya.

Kenapa aku tertarik? Karena aku pernah ada di posisi ibu tersebut, tentunya dengan jalan cerita yang berbeda. Ya, aku dan kakak perempuanku pernah punya “perpustakaan” mungil. Sebenarnya ga bisa disebut perpustakaan sih karena jelas tidak memenuhi kriteria sebagai perpustakaan. Jadi tiap liburan sekolah, aku dan kakakku akan menggelar tikar di bawah pohon jambu air dan pohon mangga di halaman rumah kami kemudian menata koleksi buku bacaan kami dengan rapi. Tak lupa kami lengkapi dengan tulisan nama perpustakaannya yaitu “Perpustakaan Danau Angsa” dan keterangan kalau kami menyewakan buku gratis untuk dibaca di tempat. Boleh juga kalau mau dibawa pulang tapi bayar 25 rupiah kalo ga salah inget. Sebenarnya cuma biar disiplin mbalikin buku aja sih, pada asalnya tetap gratis. Meskipun beberapa buku tidak kembali tapi kami tidak kapok dan rutin membuka perpustakaan kami.

Kalo inget memori ini, aku dan kakakku suka ketawa-ketawa, kita gak nyangka di usia kita yang masih SD waktu itu sudah kepikiran buka perpustakaan. Kata kakakku demi mencerdaskan kehidupan anak-anak di kampung kami..

Alhamdulillah orangtua sangat mendukung dan tidak melarang, bahkan mereka tidak pernah marah meski tau resikonya buku bisa lecek atau bahkan gak kembali. Hampir tiap pekan kami diajak orangtua ke toko buku, ga selalu beli, kadang baca-baca aja. Sedangkan koleksi majalah kami kebanyakan pemberian paman yang bekerja di sebuah kantor penerbitan dan toko buku di Jakarta.

Dari sekian banyak buku yang dibolehkan untuk dibaca, orangtua kami punya aturan ketat tidak boleh baca komik. Entah komik manga atau yang lainnya. Alhamdulillah banyak benernya juga sih larangan itu, karena pernah baca sekilas kok isinya kayak gitu ya, kurang bermanfaat dan tidak mendidik.

Nah, sekarang ini mulai mbiasain anak-anak untuk nata buku2 bacaannya. Secara berkala juga mereka ngerapiin dan menata ulang buku di rak. Karena yang namanya dibaca banyak orang plus ada si bungsu yang hobi mberantakin, jadi perlu lebih sering ditata2. Untuk budget beli buku sih belum ada yang khusus atau terjadwal, biasanya beli insidental aja. Aku dan suami sih termasuk tipe konvensional dalam mendidik anak, lebih suka anak baca buku daripada pinter ngoperasikan gadget. Gaptek dong ? Biar aja lah, masih kecil juga. Toh tekhnologi  bisa (baca : mudah) di pelajari nanti pada usia mereka yang lebih matang insyaallah..

Mudah-mudahan Allah memberkahi usaha pasangan suami istri yang meminjamkan buku gratis untuk anak-anak tadi. Dan semoga kami nantinya bisa mengajari anak-anak kami untuk berbagi meski hanya sekedar meminjamkan buku2 yang kami miliki. Semoga suatu saat nanti.. Insyaallah..


Salah satu cara anak-anak mengisi liburan long weekend kali ini adalah dengan mengadakan market Day ala mereka sendiri di rumah. Terinspirasi dari acara market day disekolah mereka beberapa waktu yang lalu, kini anak-anak pengen jualan lagi tapi di rumah. Hari sabtu mereka sudah sibuk membuat kerajinan tangan hasil kreasi mereka sendiri. Sedang kan si nomor 3 cuma bilang minta dibeliin pop ice 3 sachet karena akan jualan es pop ice blender dan dikasih meises (niruin toko seberang sekolah mereka yang jualan pop ice). Baiklah .. Aku cuma mendukung aja, sedangkan abinya ngasih uang recehan untuk mereka berjual beli. 

Ahad pagi anak-anak sudah siap mandi dan prepare semua peralatan bermain market day. Barang dagangan juga sudah siap ditata di atas meja. Wow.. Serius banget yak.. Ternyata mereka berjualan dompet kain flanel, amplop hias, kotak pensil, celengan, dan es pop ice. Beneran mblender sendiri masyaallah.. 

Alhamdulillah banyak manfaatnya sih, yang utamanya bisa mengisi waktu luang ketika liburan jadi ga bosen. Mereka juga keliatan kompak saling membantu persiapan jualan. Bisa belajar matematika kayak ngitung uang kembalian dan ngitung keuntungan. Mereka juga belajar pecahan, karena pop Icenya bisa beli setengah doang (setengah gelas seribuan, kalo penuh dua ribu) he.. Bisa aja ya anak-anak.. Alhamdulillah

Selain itu, mereka diingatkan kembali tentang doa masuk pasar dan kewajiban untuk jujur dalam berjual beli. Well.. Ga seru kalo umminya ga nimbrung.. Akhirnya aku ikutan beli dagangan anak2 juga.. 

Baarakallahu fiikum anak-anakku.. 

Bagi ibu2 yang punya seabrek kerjaan rumah, tentu pengennya aktivitas memasak itu bisa cepat, praktis, dan enak. Selain persediaan bumbu halus yang sering disebut dengan istilah bumbu putih, bumbu kuning, dan bumbu merah, aku punya persediaan bumbu yang tak biasa. Aku nyebutnya sih “bumbu iris” karena isinya semua bahan yang diiris. Ibu-ibu pasti sepakat kan kalau masak itu yang lama ngeraciknya sama cuci peralatan dapurnya. Kalau cemplang cemplungnya sih cepet, kayak chef yang masak itu kan diliatin semua bahan udah siap dan ga mungkin dong diliatin dia lagi nyuci piring..

Aku naruh stock bumbu iris di semacam wadah catering gitu, jadi satu wadah banyak sekatnya. Isinya irisan bawang merah, irisan bawang putih, irisan cabe, daun salam dan laos yang udah dipotong2. Ketebak  dong itu bumbu apa? Yak bener banget, itu adalah bumbu oseng. 

Kelebihannya kita bisa menghemat banyak waktu dengan adanya bumbu yang sudah diracik. Sedangkan kelemahannya memang ga seawet bambu halus yang bisa dimasukin freezer. Untuk menyiasatinya, persediaannya ga usah banyak2, secukupnya aja, kira2 bisa untuk masak oseng berapa kali. Oh ya, nyimpennya di kulkas ya, tapi jangan di freezer, ntar jadi es laos..

Bisa untuk masak oseng apa aja sih? Banyak banget lho, contohnya oseng kangkung, cumi, pare, tahu buncis, daun pepaya, bunga pepaya, dan lain2. Cara masaknya juga standar, tumis bumbu iris sampe layu kemudian masukin bahan dan sayurannya. Tambahkan air, kecap, saos tiram, garam, dan gula sesuai selera. Tunggu sampe matang, dan selesai. Praktis banget kan?! 

Ini beberapa masakan oseng yang pernah kubikin dan sempet  kufoto (oseng buncis tahu dan oseng cumi asin)  :

Selamat mencoba.. 

Pernah mbayangin cake dimix sama Nutrijel? Bikin penasaran dan pengen coba resepnya. Awalnya sih mbayangin kalo bakal ada sensasi kenyalnya. Ternyata tidak,  rasanya cake biasa dengan aroma jeruk (aku pake nutrijel rasa jeruk), tapi memang lebih padat dibanding cake biasa. Rasanya enak alhamdulillah, meski anak-anak  masih prefer cake marmer jadul. Ini dia resepnya :

Bahan :

  • 125 gram tepung terigu
  • 1 bungkus nutrijel rasa apa aja (Serbuk asamnya ga usah dimasukin) 
  • 5 sendok makan gula pasir
  • 2 butir telur
  • 100 gram margarin dilelehkan
  • Setengah sendok teh SP

Cara  Membuat :

  • Mixer telur, gula, dan SP sampai kental dan mengembang. 
  • Masukkan terigu dan nutrijel perlahan kemudian terakhir masukkan margarin cair. 
  • Masukkan adonan ke dalam loyang yang sudah dioles margarin dan ditaburi tepung. 
  • Panggang dalam oven bersuhu 180 derajat selama kurang lebih 25 menit. 
  • Jika sudah matang, keluarkan dan potong-potong. 

Selamat Mencoba.. 

Beberapa kali gak sukses masak nasi goreng bikin aku penasaran, sebenarnya apa sih rahasianya tukang nasgor kok bisa enak dan muprul. Muprul itu bahasa jawa untuk menggambarkan nasi yang ga menggumpal, jadi seperti pisah2 gitu nasinya (emang bahasa jawa itu sangat kaya ya, sampe bingung mau njelasin dalam bahasa Indonesianya). Nah, seiring berjalannya waktu, aku baca berita tentang penjual nasgor yang cerita kalau kunci suksesnya ada di BERASnya , tentu saja selain bumbu rahasia mereka. Para penjual nasgor itu make beras pera, bukan beras biasa. Alhamdulillah beras pera ini mudah kudapati di warung karena orang sini banyak yang jualan nasi uduk, dan nasi uduk juga paling bagus kalau makenya beras pera. Lain kali insyaallah aku share juga resep nasi uduk pake magic com. 

Kembali ke nasi goreng pake beras pera..

Dari informasi di Wikipedia, beras pera memiliki kandungan amilosa lebih dari 20% yang membuat butiran nasi nya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras. Nilai plus nya lagi adalah indeks glikemik nya lebih rendah dibanding beras biasa, ini artinya lebih bagus untuk yang khawatir kadar gula darah nya tinggi. Selain itu, buat ibu2 yang punya anak kecil macam aku, nasi dari beras pera ini kalo berceceran lebih mudah disapu karena tidak lengket di lantai.

Masalah harga sih tergantung kualitas, tapi selama ini kalo beli beras  pera biasanya lebih mahal dari beras  biasa meski selisihnya gak banyak. Buat yang belum pernah nyoba masak nasgor pake beras pera, mangga atuh bisa dicoba.. Insyaallah hasilnya tidak mengecewakan. Bahkan sekarang kalo ga ada beras pera, biasanya masak nasgornya ditunda dulu, karena udah tau bedanya.

Kalo bumbu nasgor sih relatif  ya. Kalo tips dari temen, biar rasanya gurih macam di resto, nasgornya dibanyakin kemirinya trus masaknya jangan pake minyak goreng tapi pake margarin aja. Selamat mencoba.. 

Ini nasgor favorit yang biasanya selain buat sarapan di rumah juga dibawa buat bekal ke sekolah :

Pengantar

Beberapa masalah yang sering dihadapi oleh ibu menyusui :

1. PAYUDARA BENGKAK (ENGORGEMENT)

Sekitar hari ketiga atau keempat sesudah ibu melahirkan, payudara sering terasa lebih penuh, tegang, serta nyeri. Keadaan seperti itu disebut engorgement (payudara bengkak) yang disebabkan oleh adanya statis di vena dan pembuluh darah bening

Hal ini merupakan tanda bahwa ASI mulai banyak disekresi

Apabila dalam keadaan tersebut ibu menghindari menyusui karena alasan nyeri lalu memberikan prelacteal feeding (makanan tambahan) pada bayi, keadaan tersebut justru berlanjut. Payudara akan bertambah bengkak atau penuh karena sekresi ASI terus berlangsung sementara bayi tidak disusukan sehingga tidak terjadi perangsangan pada puting susu yang mengakibatkan refleks oksitosin tidak terjadi dan ASI tidak dikeluarkan

Jika hal ini terus berlangsung, ASI yang disekresi menumpuk pada payudara dan menyebabkan areola (bagian berwarna hitam yang melingkari puting) lebih menonjol, puting menjadi lebih datar dan sukar dihisap oleh bayi ketika disusukan

Bila keadaan sudah sampai seperti ini, kulit pada payudara akan nampak lebih merah mengkilat, terasa nyeri sekali dan ibu merasa demam seperti influenza

Pencegahan :

  • Susukan bayi segera setelah lahir, apabila keadaan memungkinkan
  • Susukan bayi tanpa dijadwal (on demand / sesuka bayi)
  • Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa bila produksi melebihi kebutuhan bayi
  • Lakukan perawatan payudara pasca persalinan secara teratur
  • Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara lebih lembek, sehingga puting lebih mudah ditangkap/diisap oleh bayi
  • Berikan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit pada payudara
  • Berikan kompres hangat sebelum menyusui untuk memudahkan bayi mengisap (menangkap) puting susu
  • Lakukan pengurutan (masase) payudara yang dimulai dari puting ke arah payudara untuk mengurangi peningkatan peredaran darah dan terjadinya statis di pembuluh darah dan pembuluh getah bening dalam payudara

2. KELAINAN PUTING SUSU

  • Puting susu datar
  • Puting susu terpendam (tertarik ke dalam)

3. PUTING SUSU NYERI (SORE NIPPLE) DAN PUTING SUSU LECET (CRACKED NIPPLE)

Terjadi karena beberapa sebab sebagai berikut:

  • Posisi bayi saat menyusu yang salah, yaitu puting susu tidak masuk kedalam mulut bayi sampai pada areola sehingga bayi hanya mengisap pada puting susu saja
  • Hisapan/tekanan terus menerus hanya pada tempat tertentu akan menimbulkan rasa nyeri waktu diisap, meskipun kulitnya masih utuh
  • Pemakaian sabun, lotion, cream, alkohol dan lain-lain yang dapat mengiritasi puting susu
  • Bayi dengan tali lidah (frenulum linguae) yang pendek sehingga menyebabkan bayi sulit mengisap sampai areola dan isapan hanya pada putingnya saja
  • Kurang hati-hati ketika menghentikan menyusu (mengisap)

Puting susu nyeri biasanya dapat disembuhkan setelah memperhatikan tehnik menyusui yang benar, khususnya letak puting dalam mulut bayi, yaitu bibir bayi menutup areola sehingga tidak nampak dari luar, puting di atas lidah bayi, areola di antara gusi atas dan bawah

Untuk menghindari puting susu nyeri atau lecet, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Tidak membersihkan puting susu dengan sabun, alkohol, lotion, cream, dan obat-obat yang dapat mengiritasi
  • Sebaiknya selesai menyusukan untuk melepaskan hisapan bayi, tekanlah dagu bayi atau pijit hidungnya atau masukkan jari kelingking ibu yang bersih ke mulut bayi
  • Ibu dianjurkan tetap menyusui bayinya mulai dari puting yang tidak sakit serta menghindari tekanan lokal pada puting dengan cara merubah-rubah posisi menyusui
  • Untuk puting yang sakit dianjurkan mengurangi frekuensi dan lamanya menyusui

4. SALURAN SUSU TERSUMBAT (OBSTRUCTIVE DUCT)

Saluran susu tersumbat (obstructive duct) adalah suatu keadaan dimana terjadi sumbatan pada satu atau lebih saluran susu yang disebabkan oleh tekanan jari waktu menyusui atau pemakaian BH yang terlalu ketat

Hal ini juga dapat terjadi karena komplikasi payudara bengkak yang berlanjut yang mengakibatkan kumpulan ASI dalam saluran susu tidak segera dikeluarkan sehingga merupakan sumbatan

Untuk mengatasi terjadinya saluran susu tersumbat (obstructive duct) ada beberapa hal yang dianjurkan, antara lain:

  • Sebaiknya ibu melakukan perawatan payudara setelah melahirkan dengan teratur agar tidak terjadi stasis dalam payudara yang mengakibatkan terjadinya radang payudara (mastitis)
  • Gunakan BH dengan desain menopang (menyangga), bukan menekan payudara
  • Keluarkan ASI setiap kali selesai menyusui bila payudara masih terasa penuh

5. RADANG PAYUDARA (MASTITIS)

Radang payudara (mastitis) adalah infeksi yang menimbulkan reaksi sistemik (seperti demam) pada ibu 

Hal ini biasanya terjadi pada 1-3 pekan setelah melahirkan dan sebagai komplikasi saluran susu tersumbat

Keadaan ini biasanya diawali dengan puting susu lecet/luka

Gejala-gejala yang bisa diamati pada radang payudara antara lain kulit nampak lebih merah, payudara lebih keras serta nyeri dan berbenjol-benjol (merongkol)

Untuk mengatasi hal tersebut di atas, ibu perlu dianjurkan agar :

  • tetap menyusui bayinya supaya tidak terjadi stasis dalam payudara yang cepat menyebabkan terjadinya abses
  • Ibu perlu mendapatkan pengobatan (Antibiotika, antipiretik/penurun panas, dan analgesik/pengurang nyeri) serta banyak minum dan istirahat untuk mengurangi reaksi sistemik (demam) 
  • Bilamana mungkin, ibu dianjurkan melakukan senam laktasi (senam menyusui) yaitu menggerakkan lengan secara berputar sehingga persendian bahu ikut bergerak ke arah yang sama

6. ABSES PAYUDARA

Kelanjutan/komplikasi dari radang payudara akan menjadi abses. 

Hal ini disebabkan oleh meluasnya peradangan dalam payudara tersebut dan menyebabkan ibu tampak lebih parah sakitnya, payudara lebih merah mengkilap, benjolan tidak sekeras seperti pada radang payudara (mastitis), tetapi tampak lebih penuh/bengkak berisi cairan

Ibu dianjurkan banyak minum dan istirahat. Bayi dihentikan untuk menyusui sementara waktu pada payudara sakit dan setelah sembuh dapat disusukan kembali. Akan tetapi, bayi tetap bisa menyusui pada payudara yang sehat tanpa dijadwal (sesuka bayi).

7. AIR SUSU IBU KURANG

8. BAYI BINGUNG PUTING

Istilah bingung puting dipakai untuk menggambarkan keadaan bayi yang mengalami nipple confusion karena diberi susu formula dalam botol bergantian dengan menyusu pada ibu. 

Tanda-tanda bayi bingung puting antara lain:

  • Bayi mengisap puting seperti mengisap dot
  • Waktu menyusu, bayi mengisapnya terputus-putus atau tersendat-sendat
  • Bayi menolak menyusu ibu

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bingung puting adalah sebagai berikut:

  • Ibu harus mengusahakan agar bayi hanya menyusu ibu saja
  • Ibu harus menerapkan cara menyusui yang benar
  • Ibu sebaiknya menyusui bayi tanpa dijadwal (sesuka bayi)
  • Ibu perlu lebih sabar dan lebih telaten ketika menyusui bayi
  • Sebaiknya ibu melaksanakan perawatan payudara setelah melahirkan secara sistemik dan teratur

Tanya jawab

OSB-4 ibu EF  UH

Bayi sy skrg 4 bulan tp sy masih kesulitan dlm menyusui. Salah satu puting PD sy terpendam. Dulu waktu baru lahir, bayi tdk mau menyusu di PD tsb. Tp skrg sudah mau meskipun seringnya gak mau tp sy paksa. Selain itu bentuk PD sy membuat tiap kali menyusui harus dipegang PD nya kalau gak dipegang nutupin hidung dedek. Jd sy rempong bgt kalau menyusui. Apalagi jika di tempat umum. Tangan sy yg satunya skrg jd sakit dan njarem / lebam di pergelangan tangannya  Krn keseringan megang PD dan sering kram jg. Afwan jadi curhat, treatment apa ya um yg hrs sy lakukan utk masalah sy itu? 

Jawab :

Solusinya dengan sering menawarkan puting PD yang terpendam pada bayi, terutama ketika bayi sedang lapar2nya sehingga tidak punya pilihan lain dan biasanya bayi jadi rakus minum nya. Semakin sering dihisap maka ASI makin lancar. Untuk masalah posisi bisa disiasati dengan mengambil tempat yang nyaman, tangan yang menggendong bayi bisa disangga bantal sehingga tidak lelah. Kemudian diposisikan sehingga PD tidak menutup hidung bayi. Jadi sebenarnya bukan bentuk PD tapi karena usia bayi sehingga ukuran kepala dan wajahnya masih kecil dibanding PD. Seiring bertambahnya usia bayi, insyaallah akan menemukan posisi yang pas. 

OSB-18 ibu H

Usia bayi ana 1thn lebih. Seorang laki2. Pernah suatu hari, pd bagian kiri ana tidak keluar tp hanya bbrp menit saha. Padahal biasanya jika ana pencet putingnya keluar. Apa asi ana kurang ya? Biasa si anak minum pd kanan kiri. Tp kejadian ini hanya sekali & sebentar..

Jawab

PD yang kosong justru merupakan pemicu diproduksinya ASI. Jd tidak perlu khawatir jk merasa PD kosong, karena bukan berarti ASI nya kurang. Ketika PD kosong, otak akan mengirim sinyal sehingga kelenjar PD akan memproduksi ASI. Yang penting tetap percaya diri, insyaallah kita bisa menyusui^^

OSB-22 ibu Y

bayi ana sekarang 19bulan , dulu waktu lahir kakaknya masih setahun setengah jadi ana menyusui tandem, karna si kakak sering pilik batuk pada waktu itu dan ana kerepotan klw harus nyuci pd sebelum si adek nyusu khawatir nular, jadi ana bagi si kakak pd kanan adek pd kiri , tp setelah si kakak di sapih kok adek sampe sekarang ga mau nyusu di pd kiri klw ana paksa malah nangis dan ga mau nyusu, ahirnya pd ana besar sebelah, solusinya gmn ya mba? Pernah ana paksa banget ahirnya ana yg troma karna di gigit kenceng sama adek#hadeeeh giginya banyak dan tajam banget. 

Jawab

solusi nya dengan relaktasi atau menyusui kembali, artinya selama ini sdh tdk menyusu ke sebelah kiri ya dikembalikan ke fungsi nya semula. Tidak ada cara lain selain dicoba terus ditawarkan, terutama ketika anak lapar atau ngantuk atau masih setengah tidur (misal ketika terbangun malam minta nenen). Pake cara lembut, jangan dipaksa. Kalau belum mau ya bersabar dan terus dicoba. Kalau PD kiri terlalu penuh sebaiknya dikeluarkan dulu sedikit, kalo terlalu deras juga sering kali anak jadi menolak. 

OSB 44  ibu Ub

Bagaimana cara utk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI?

Adakah pantangan baik makanan/minuman utk ibu menyusui?

Apakah konsumsi obat penurun tensi dn penghilang rasa sakit yang rutin di minum ibu menyusui bisa berpengaruh terhadap bayi ?

Jazakillah khairan

Jawab :

Pada asalnya Allah menciptakan ASI sudah sangat sempurna kualitasnya, jadi masalah makanan atau minuman jangan terlalu memberatkan harus mengonsumsi ini dan itu. Selama makanannya baik, bergizi , dengan porsi yang cukup insyaallah sudah menunjang produksi ASI. Silakan jika ingin ditambah sayuran hijau yang terbukti memperlancar ASI seperti daun katuk misalnya. Sedangkan untuk kuantitas yang penting busui tidak stres/banyak pikiran karena pusat pengatur produksi ASI ada di otak. Tidak ada pantangan makanan atau minuman khusus selama ibu dan bayi tidak alergi. 

Obat yang aman untuk ibu menyusui jika diminum sesuai dosis dan atas petunjuk dokter seperti :

  • Obat analgesik atau penghilang nyeri : paracetamol, ibuprofen, Asam Mefenamat.
  • Obat anti hipertensi : captopril, nifedipin, metildopa, verapamil. 

Obat yang tidak aman :

  • Obat analgesik : antalgin, asetosal atau aspirin. 
  • Obat anti hipertensi  : Obat golongan diuretik seperti furosemid, atenolol, Klonidin. 

Prinsip dasar untuk dapat meminum obat pada saat menyusui dengan aman adalah meminum obat hanya apabila benar-benar diperlukan, hal ini juga berlaku untuk konsumsi suplemen makanan atau konsumsi jamu-jamuan. Minum obat hanya yang dianjurkan dan direkomendasikan oleh dokter dengan sebelumnya menginformasikan dulu kepada dokter bahwa sedang menyusui, agar dokter dapat memberikan resep obat yang aman untuk dikosumsi pada saat menyusui.

Selain itu perhatikan juga kondisi bayi selama mengonsumsi obat tersebut, meskipun obat tersebut telah dinyatakan aman apabila terdapat perubahan atau reaksi yang aneh pada bayi harap segera menghentikan obat yang dikonsumsi tersebut dan segera memeriksakan bayi ke dokter.


Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel