Muslimah dan Kesehatan

Arsip Penulis

Menjelang puasa tahun ini, sekolahnya anak-anak ngadain market day. Berhubung tiga anak sekolah di sekolah yang sama dan semua pengen jualan, jadilah kita memutar otak mau jualan apa. Market Day tahun lalu cuma dua anak yang jualan karena yang nomor 3 waktu itu masih TK. Jualannya lumayan simple yaitu jasuke (jagung susu keju) dan pisang penyet yang dihargai 2000 rupiah. Alhamdulillah laku semua dan tentunya anak jadi ketagihan pengen dagang lagi he he..

Nah, kali ini masing-masing anak request pengen jualan apa. Sebenernya ga harus makanan sih, bisa hasil karya kerajinan tangan tapi aku ga ada waktu buat bikinnya apalagi dalam jumlah banyak. Mereka ga mau jualan jasuke dan pisang penyet lagi, minta ganti biar variasi. Akhirnya si sulung minta bikin Oreo lollipop, anak nomor 2 minta bikin puding buah dan anak nomor tiga minta bikin puding polkadot. Awalnya pesimis pas liat video cara pembuatan Oreo Lollipop dan puding polkadot tapi berhubung anaknya maunya itu akhirnya mulai deh belanja keperluan untuk bikinnya. Bahan yang dibeli seperti oreo, oreo mini, coklat batang, sprinkle warna warni, nutrijell, buah-buahan. Sedang pelengkapnya seperti stick permen lollipop, plastik transparan pembungkus permen, cup plastik plus tutupnya.

Beberapa hari sebelum acara market day, aku nyoba dulu bikin puding polkadot dan ternyata gagal he he.. akhirnya diputuskan bikin puding buah aja untuk anak kedua dan ketiga. Kalo anak pertama sih tetep pengennya lollipop oreo. Ternyata bikin lollipop oreo gampang banget lho. Begini step-stepnya :

  1. Lelehkan sedikit coklat batangan
  2. Buka keping oreo besar, tempelkan stick (pake coklat leleh sebagai “lem”nya) dan pasang Oreo kecil di sebelah kanan dan kiri atas (bentuk telinga mickey mouse), lalu tutup kembali.
  3. Masukkan dalam kulkas (aku semaleman)
  4. Lelehkan lagi coklat batangan (kali ini dalam jumlah banyak).
  5. Celupkan Oreo yang sekarang sudah dalam bentuk lollipop ke dalam coklat leleh sampai tercover semuanya, lalu taburi sprinkle warna-warni di atasnya.
  6. Aku berdiriinin lollipop oreonya supaya kering dan tidak nempel kemana-mana. Aku pake saringan panci pengukus yang bolong-bolong.
  7. Tunggu sampai coklatnya mengering. Setelah kering kemas dengan plastik transparan lalu ikat dengan pita.

Untuk step by step bikin puding buah sepertinya ga usah ditulis detail ya karena gampang banget cuma bikin jely (boleh juga pake agar), untuk warna terserah aja (boleh dimix/pelangi) trus atasnya dikasi toping irisan buah. Supaya menarik (eye catching) pilih buah yang berwarna cerah. Butuhnya ga banyak kok karena buahnya diiris tipis aja. Aku pake buah strawberry, nanas, anggur ungu, dan kiwi.

Ini foto-fotonya, tapi ga terlalu lengkap :

Masing-masing anak bawa 15pcs (jumlah maksimal yang ditentukan sekolah) dan alhamdulillah ludes terjual semua. Hasil jualannya juga utuh (ga ada salah hitung dan lain-lain). Yang paling cepet habis yang lollipop oreo karena ga ada saingannya. Alhamdulillah

Iklan

Alhamdulillah masih diberi kesempatan Allah subhanahu wa ta’ala mudik mengunjungi rumah orangtua di Solo waktu liburan semester ganjil kemarin. Pengalaman pertama buat si bungsu, karena memang kami sudah di Bogor sebelum si bungsu lahir. Alhamdulillah orangtua justru yang sering nengok cucu-cucunya di Bogor.

Berhubung sudah lama gak ke Solo, jadi bener-bener dimanfaatkan untuk melakukan banyak hal. Salah satu hal yang ngangenin dari Solo adalah kulinernya. Jadi kami gak melewatkan untuk menyantap nasi liwet, pecel ndeso, serabi, dan tentunya carang gesing. Khusus untuk carang gesing, oma yang bikinin buat kami. Sebenernya resepnya banyak kok di google, ada yang pake pisang aja, ada yang dicampur roti tawar. Langsung aja yuk kita simak resepnya :

Bahan :

  • 10 buah pisang kepok, potong kecil
  • 5 lembar roti tawar (boleh dengan kulitnya)
  • Santan dari 1 butir kelapa (200ml)
  • 2 sendok tepung terigu
  • Gula dan garam secukupnya
  • Pandan, potong kecil
  • Daun pisang dan lidi untuk membungkus

Cara membuat :

  • Campur semua bahan, aduk
  • Bungkus adonan masing-masing dua sendok makan dengan daun pisang, lalu sematkan lidi.
  • Kukus dengan api sedang
  • Siap dihidangkan (bisa dimasukkan lemari es jika suka disantap dingin)

Ini gambar step by stepnya :

Selamat mencoba ya..

Permainan memasangkan ini bisa mengasah otak anak untuk mengenali mana benda yang sama. Ibu-ibu bisa pilih mainan apa saja secara random masing-masing ada dua yang berpasangan (sama persis). Sebagai gambaran biar lebih jelas liat gambar ini ya :

Nah..  sudah faham maksudnya kan? 

Taruh saja dalam kondisi bercampur, biarkan anak mencari dan memasangkan mana benda yang sama. Selamat bermain.. 

Punya mainan yang bertutup? 

Bisa dimanfaatkan jadi mainan edukatif lho, bisa buat ngajari si kecil memasangkan wadah dan tutupnya. Sebaiknya pilih barang yang sama warna wadah dan tutupnya. Bisa membantu belajar warna juga lho.. 

Seperti ini contohnya :

Selamat bermain bersama si kecil ya.. 

Kali ini mau ngeshare sedikit tentang mainan yang dibeli pas awal-awal punya anak pertama. Entah kenapa, rata-rata mainannya sama setiap adek-adeknya lahir. Beberapa diantaranya  masih awet dan bisa dipakai untuk adiknya. Mainan “standar” yang biasanya dibeli untuk anak. Apa aja sih? 

1. Krincingan 

2. Bebek-bebekan buat main di bak mandi

3. Bola kecil warna-warni 

4. Donat-donatan warna-warni

5. Mengenal bentuk

6. Pasang-pasang

7. Balok kayu

Selain murah meriah, beberapa diantaranya mudah ditemukan bahkan di penjual mainan keliling. Saranku sih kalo beli untuk yang pertama kali (anak pertama), usahakan beli yang kualitasnya lumayan bagus. Biasanya harga menunjukkan kualitas dan keawetan suatu mainan. Gak rugi kok mbeliin mainan anak. Bisa dipakai untuk stimulasi mereka dan kalau awet bisa dipakai lagi untuk adik-adiknya. Selamat berburu mainan untuk si buah hati ya.. 

Kalo denger kata “bika ambon” biasanya akan terbayang kue berwarna kuning yang berminyak dan butuh banyak telur untuk membuatnya. Ternyata banyak kok resep bika Ambon versi anak kos (hemat) di google. Salah satu resep yang kumodifikasi sesuai bahan yang ada alhamdulillah sukses. Hasilnya sesuai harapan, yaitu tekstur bersarang yang jadi ciri khas bika Ambon. 

Langsung aja, ini resepnya.. 

Bahan :

Bahan A :

  • 50ml air hangat
  • Setengah bungkus fermipan
  • 1 sendok teh gula pasir

Bahan B :

  • 100 gram tepung sagu tani
  • 50 gram terigu
  • 2 butir telur
  • 100 gram gula pasir
  • 1 sendok makan margarin, lelehkan

Bahan C :

  • Santan 200 ml (me : kara 60ml ditambah air sampai 200 ml) 
  • 1 buah sereh
  • 8 lembar daun jeruk
  • 1 sendok bubuk kunir  

Cara membuat :

  • Buat dulu bahan biang dengan mencampur semua bahan A. Diamkan selama kurang lebih 15 menit hingga berbusa. 
  • Sambil menunggu bahan biang berbusa, masak bahan C hingga mendidih, lalu saring dan ambil airnya. Diamkan sampai agak dingin. 
  • Campur semua bahan B lalu masukkan bahan C dan A. Aduk sampai tercampur rata. 
  • Masukkan adonan ke wajan cetakan kue yang sudah dipanaskan. Masak dengan api kecil (api lilin), jangan lupa tutup wajan. 
  • Tunggu hingga keliatan bersarang. Angkat dan siap dinikmati. 

Mencocokkan sayur dan buah (asli) dengan gambarnya.. (Boleh juga pake mainan sayur dan buah dari bahan plastik). 

Permainan ini banyak manfaatnya insyaallah, seperti :

  • Belajar mengenal nama-nama buah dan sayur
  • Belajar mencocokkan gambar dan bentuk 3 dimensinya

Bukan infus buat pasien kok.. Tapi infus water.. 

Prinsipnya sih cemplang cemplung buah dan rempah kesukaan kita aja. Kali ini aku nyoba bikin pake bahan :

  • Air dingin
  • Buah strawberry,  iris
  • Timun, iris
  • Buah lemon plus kulitnya, iris
  • Jahe, iris atau geprek
  • Kayu manis 

Sengaja ga ditulis berapa banyaknya, karena memang ga mengikat banget, sesuai selera aja ya.. 

Diamkan selama 1 jam atau lebih di dalam kulkas. Minum dalam kondisi dingin lebih enak.. 

Begini penampakan hasilnya.. Segarrrr.. 

Masih punya sisa nasi kemaren? Bosen dibikin nasi goreng melulu? 

Saatnya mencoba kreasi baruuu.. Ada dua kreasi :

1. “Kue lumpur nasi

Kue lumpur yang biasanya berbahan dasar kentang kini bisa diganti dengan nasi dan rasanya ternyata ga kalah enak. Alhamdulillah anak2 suka banget kue lumpur nasinya. Ludes dalam waktu singkat.. 

Ini resepnya :

Bahan :

  • 1 piring nasi (porsi orang dewasa) 
  • 10 sendok makan (munjung)  tepung terigu 
  • 1 sendok makan (munjung) tepung tapioka
  • 7 sendok makan gula pasir
  • 1 butir telur
  • Seperempat sendok vanili (boleh diskip) 
  • 200 ml Santan (kalo pake kara kecil 65ml diencerin sampe 200ml)
  • 1 sendok margarin, lelehkan

Cara membuat :

  • Blender nasi, telur, gula pasir, dan santan sampe jadi seperti bubur
  • Masukkan adonan yg diblender ke dalam baskom, masukkan terigu, tapioka, vanili, dan margarin. 
  • Panaskan cetakan, masukkan adonan lalu taburi dengan keju, meises, kismis, atau kurma. 
  • Masak dengan api kecil. 
  • Tutup wajan dan tunggu sampai matang. 

Ini penampakannya :

2. Cireng nasi

Bahan :

  • 1 piring nasi (200gram)
  • 1 bungkus (75gram) tepung bumbu (me : kobe) 
  • 1 batang daun bawang iris tipis
  • Setengah gelas air (100ml)

Cara membuat : 

  • Campur semua bahan
  • Sendokin adonan dan goreng hingga matang
  • Sajikan dengan bumbu rujak atau pempek 

Ini pic nya :

Setelah beberapa kali bikin roti dan kue pake oven, akhir-akhir ini lg seneng bikin camilan n lauk pake teflon cetakan pancake. Nah, kali ini pengen bikin roti yang ngehits di kalangan para “praktisi”  perbakingan alias orang-orang yang pengen baking serba praktis. Aslinya sih pake resep roti manis atau roti sobek (tanpa susu) tapi karena dibikin pake teflon dengan cara sedikit ditekan, hasilnya jadi mirip bakpia yang gepeng. Untuk isiannya ga pake kacang hijau seperti bakpia pada umumnya, cukup pake bahan yang ada di rumah aja. 

Simak yuk.. 

Bahan :

  • 200 gram tepung terigu 
  • 4 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok teh fermipan
  • 150 ml air hangat
  • 1 butir kuning telur
  • 1 sendok makan margarin
  • Sejumput garam

Cara membuat :

  • Masukkan 2 sendok makan gula pasir dan 1 sendok teh fermipan ke dalam 150ml air hangat. Tunggu hingga berbusa (kurang lebih 15-30 menit). 
  • Campurkan tepung terigu, 2 sendok makan gula pasir, dan 1 butir kuning telur. 
  • Kemudian masukkan air berisi fermipan yang sudah berbusa sedikit demi sedikit ke dalam adonan tepung. 
  • Tambahkan margarin dan sedikit garam lalu uleni hingga kalis.  
  • Diamkan 1 jam dalam wadah yang ditutup lap /serbet basah. 
  • Setelah mengembang, bagi menjadi 7 bagian lalu isi dengan selai, coklat, keju, atau isian lain sesuai selera. Bulatkan dan tekan sedikit sehingga agak gepeng, kemudian tata di atas teflon. 
  • Panggang di atas teflon dengan api kecil. Balik jika bagian bawahnya sudah kecoklatan. 
  • Angkat jika kedua permukaannya sudah kecokelatan semua. 

Selamat mencoba.. 


Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel

Iklan