Muslimah dan Kesehatan

Pilihan “bikin sendiri aja deh”, entah itu camilan atau masakan tertentu selalu pake pertimbangan “ribet gak sih?”. Jadi ga semata2 karena lebih irit. Kalau lebih irit tapi ribetnya pake banget ya ga bakal dikerjakan lagi. Kalau nyoba sih sekali-sekali gpp, karena kadang penasaran pengen bisa bikin. 

Berhubung aku suka selai kacang dan untuk merk tertentu itu harganya lumayan mahal, jadi tergoda untuk bikin sendiri. Ditambah lagi seleraku ternyata “menular” ke anak-anak, jadi selai kacangnya makin cepat habis. Akhirnya cari resep selai kacang home made dan dimodif sendiri. 

Bahan :

  • Kacang kupas 400 gram,  goreng sampai kecoklatan
  • Gula pasir 7 sendok makan
  • Minyak zaitun extra Virgin 3 sendok makan (bisa diganti minyak goreng biasa) 

Cara membuat :

Blender semuanya. Aku pake blender yang biasa buat ngejus, bukan yang buat bumbu. Karena ga pake air jadi harus sabar ngaduk-aduk sesekali karena suka macet. 

Kalau suka tekstur “creamy” diblendernya agak dilamain. Kalau suka tekstur “crunchy” ya gak usah terlalu halus. 

Estimasi biaya :

Kacang kupas 400gram : 13ribu

Gula pasir n Minyak : 2ribu

Total : 15ribu

Ini hasilnya :

Bisa jadi dua wadah selai (ukuran 340 dan 170 gram)  yang harganya 50ribu sama 25ribu (berarti total 75ribu).

Berhubung bikinnya gampang banget, jauh lebih hemat (selisih 60ribu), dan rasanya miriiiiip sama yang asli/bikinan pabrik, kayaknya pengen bikin lagi kalau udah habis ^^

Bisa dioles ke roti tawar ditambah irisan  pisang… Yummy 

Selamat mencoba.. 

Beberapa kali dapet oleh-oleh umrah atau haji berupa siwak tapi masih disimpen dan belum sempet ngajarin cara makenya ke anak-anak. Kebetulan anak pertama udah dapet pelajaran hadits kisah tentang orang yang mengejek siwak jadi makin pengen tau tentang siwak. 

Awalnya anak-anak bingung pas buka kemasan siwak karena tekstur siwak yang bener-bener “kayu”  dan lumayan keras. Lalu kita sama-sama rendam dulu siwak ini di air semalaman. Keesokan hari siwaknya sudah lunak dan siap dipakai. 
Ini penampakan siwak sebelum dan sesudah di rendam air semalaman :

Sebelum dipake, kulit ujung  siwak yang sudah lunak dikupas dulu pake cutter atau pisau  baru kemudian ujungnya digigit-gigit sampe bentuknya mirip bulu sikat gigi. Kalau diperhatikan, siwak yang dikemas itu sebenarnya sudah ada tanda garis-garis gitu seperti dikerat pake pisau. Mungkin untuk memudahkan kita mengupas kulitnya. Hanya  saja setelah direndam kok garis-garisnya jadi ga kentara lagi. 
Ini penampakan garis-garis keratan di siwak :

Dan ini gambar ujung siwak setelah digigit-gigit. Mirip bulu sikat gigi :

Cara pakainya biasa aja sih seperti sikat gigi pada umumnya. Langsung digosokin ke gigi dan lidah tanpa pasta gigi karena kandungannya insyaAllah gak kalah dengan yang terkandung di pasta gigi. 

Siwak bisa dipake sampe bulunya rusak trus nanti dipotong aja dan pake bagian bawahnya. Begitu seterusnya sampe habis. 

Selamat bersiwak ^^

Pulang sekolah, anak nomor 3 yang TK cerita kalau cooking class di sekolahnya tadi bikin kebab. Sudah bisa ditebak kalo bakalan minta dibikinin  di rumah^^.

Sore-sore akhirnya nyari resep di internet dan dimodif  dikit  sesuai bahan yang tersedia  di rumah. Alhamdulillah ternyata simple bikinnya. Semuanya dadakan dan ga ada bahan yang dibeli khusus  untuk bikin kebab. Murni apa adanya yang di rumah aja. 

Bahan kulit :

  • Tepung terigu seperempat kg (atau sekitar 25 sendok makan) 
  • Susu UHT hangat 100 ml atau setengah gelas (boleh diganti dengan air hangat biasa, tinggal takaran gula pasirnya ditambahin aja) 
  • Minyak 3 sendok makan (boleh pake minyak  goreng biasa, tapi aku pake zaitun  extra virgin karena masih ada persediaan) 
  • Gula pasir setengah sendok makan
  • Garam setengah sendok teh

Bahan isian :

Bebas boleh diisi apa aja.  Bisa daging sapi  asap, suwiran ayam, kornet, sayur, keju, dan lain-lain.  Berhubung  di rumah adanya nugget ayam jadinya pake nugget aja. Plus masih ada sisa lalapan di kulkas  jadi bisa pakai daun selada dan irisan timun. Tinggal dikasi saos dan mayonaise trus ditaburi keju. 

Cara bikinnya :

  • Semua bahan kulit dicampur jadi satu sambil diuleni  bentar. Kalo udah kalis dibagi jadi 8 bagian dibulet-buletin trus ditutup pake serbet dan didiamkan sekitar setengah jam. 
  • Selanjutnya dipipihkan pake rolling/botol/gelas.
  • Panggang di atas wajan  teflon tanpa tambahan minyak atau margarin. 
  • Kalo sudah muncul gelembung dan warnanya kecoklatan  segera dibalik aja supaya ga terlalu garing. 
  • Isi dengan bahan isian lalu lipat atau gulung sesuai selera. 

Alhamdulillah anak-anak sampe nambah kebabnya^^

* Yang bikin semakin seru karena anak-anak pada nyobain pake gelas buat memipihkan adonan kulit kebabnya. Trus mereka  juga ngasih isian kebab sesuai selera masing-masing. 

Selamat mencoba.. 

Berhubung anak-anak mulai minta diajari  menjahit, maka mulailah kami belajar menjahit  bersama^^

Anak-anak pengen bikin boneka. Terinspirasi dari boneka edukasi berbentuk  gigi, maka mulailah anak-anak membuat pola, menggunting, dan menjahit. Jahitan anak-anak masih belum rapi tapi udah lumayan banget. 

Jahitannya jelujur aja dulu di pinggiran untuk menyatukan 2 pola bentuk gigi dari kain flanel. 

Trus dibalik supaya jahitannya ga keliatan, kemudian diisi kapas (harus nya dacron,  tapi sementara pake apa yang ada di rumah dulu). 

Terakhir dikasi mulut senyum dan dua buah alis. Sengaja ga dikasi mata^^

Mohon maaf giginya warna ijo ^^ soalnya lagi ga ada flanel warna putih

Percobaan kedua pake oven kompor.. 

Alhamdulillah hasilnya sukses mengembang, baunya harum khas butter, dan rasanya enak^^

Percobaan pertama bikin brownies pake tepung premix qadarullah gosong bagian bawahnya karena api kompornya terlalu besar dan manggangnya terlalu lama (terlalu ngikuti petunjuk di resep kemasannya).  Alhamdulillah setelah bagian yang gosong dibuang,  anak-anak tetep doyan  dan habisss tak bersisa ^^

Nah,  percobaan kedua ini dibantuin para krucil. Semua mau nyoba mixer, ngaduk, nuang ke loyang sampe motongnya pada bergantian. 

Bahan-bahannya :

  • 10 sendok makan tepung terigu
  • 2 butir telur utuh
  • 4 sendok makan Gula pasir
  • 100 gram butter (aku pake setengah kemasan blue band cake and cookies) 
  • 1 sendok teh baking powder
  • 1 sendok makan coklat  bubuk dicampur sama 1 sendok makan Gula pasir dan 1 sendok makan air hangat (untuk efek marmer coklatnya) 

Cara membuat :

  • Panaskan  oven kompor kurleb 15 menit
  • Mixer butter dan Gula pasir sekitar  5 menit
  • Masukkan telur,  tiap 1 telur dimixer sekitar 1 menit 
  • Masukkan tepung Terigu dan baking powder, dimixer kurleb 1 menit aja, sekedar meratakan aja
  • Ambil semangkuk kecil adonannya, campur dengan coklat utk efek marmer
  • Masukkan adonan  putih ke dalam loyang yang sudah dioles margarine. 
  • Masukkan adonan coklat lalu buat efek marmernya  dengan menggunakan sumpit 
  • Panggang dalam oven kurleb 15 menit (tergantung oven). Yang penting dicek apakah sudah mateng. Jangan terlalu lama supaya tidak gosong ^^

Selamat mencoba, semoga sukses.. 

Puding dan buah menjadi salah satu menu favorit anak-anak. Biar lebih mantap, sekali-sekali bikin puding nya pake cetakan buah. Buah yang bisa dipake sebagai “cetakan” misalnya pepaya, melon atau blewah. 

Bikinnya gampang banget, cukup belah buahnya, bersihin bijinya, kemudian tuang agar ke dalamnya. Dinginkan lalu potong-potong dan siap dinikmati. Biasanya anak-anak tertarik dengan bentuknya yang tak biasa. Selamat mencoba  ^^


Tidur merupakan salah satu kebutuhan vital bagi makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Kebutuhan tidur seseorang per hari rata-rata 7-8 jam atau sepertiga waktu manusia dipergunakan untuk tidur. Seperti halnya kebutuhan makan, kurang tidur juga bisa berdampak buruk pada kesehatan. Dalam dunia medis, dikenal bermacam-macam gangguan tidur, mulai dari insomnia (kurang tidur) hingga hipersomnia (tidur yang berlebihan). 

Mengapa Harus Cukup Tidur?

Tidur memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah untuk beristirahat dan mengembalikan kebugaran tubuh setelah beraktivitas. Bagi seorang muslim, tidur juga sangat penting untuk mendukung kelancaran dalam beribadah. Seseorang yang kecapekan dan kurang tidur tidak akan maksimal dalam menuntut ilmu atau melakukan kegiatan ibadah fisik seperti sholat dan lainnya. 

Mengenal Gangguan Tidur dan Dampaknya

Gangguan tidur termasuk salah satu permasalahan medis yang paling sering dijumpai. Seseorang yang mengalami gangguan tidur biasanya akan bangun dalam kondisi yang tidak segar. Tidak tercukupinya kebutuhan tidur akan menimbulkan permasalahan kesehatan yang serius karena akan mempengaruhi kondisi fisik, mental, dan emosi. Jika berkepanjangan, akibat lebih lanjutnya adalah terjadi gangguan fisik dan mental yang parah, dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Insomnia kronis berkaitan dengan peningkatan risiko kecemasan, peningkatan disabilitas (ketidakmampuan) yang berat, penurunan kualitas hidup, depresi, bunuh diri, dan lain-lain.

Tidur yang tidak cukup sering menyebabkan kecelakaan dalam industri dan kecelakaan kendaraan, penurunan fungsi berpikir, dan pengurangan kinerja kerja pada siang hari karena kelelahan atau mengantuk. Insomnia lebih banyak dialami oleh wanita dibanding kaum pria, karena variasi hormonal selama siklus menstruasi (haid/datang bulan) dan selama menopause (berhentinya haid). Bertambahnya usia juga makin meningkatkan risiko terjadinya gangguan tidur. Pada kesempatan kali ini, kita akan memfokuskan pembahasan pada insomnia primer yang merupakan salah satu jenis gangguan tidur primer, yaitu gangguan tidur yang tidak disebabkan oleh gangguan jiwa, kondisi fisik, atau pengaruh zat (obat), tapi disebabkan oleh mekanisme tidur-bangun yang tidak normal atau karena terkondisi.

Kenali Gejalanya

Insomnia adalah keadaan dimana waktu yang dibutuhkan untuk jatuh tertidur lebih dari 30 menit, efisiensi tidur (waktu tidur/ waktu di tempat tidur) kurang dari 85%, atau gangguan tidur lebih dari 3 kali per pekan. Seseorang dikatakan mengalami gangguan tidur jenis insomnia primer jika keluhan utama berupa tidur nonrestorative atau kesulitan dalam memulai atau mempertahankan tidur, serta gangguan ini sudah berlangsung setidaknya 3 kali dalam sepekan selama 1 bulan. Istilah “primer” menunjukkan bahwa insomnia yang terjadi disini bukan disebabkan oleh kondisi fisik atau mental tertentu. Seseorang yang mengalami insomnia primer, biasanya berkeinginan untuk bisa cukup tidur. Namun demikian, semakin mereka mencoba untuk tidur, maka mereka justru merasa frustasi dan tertekan sehingga semakin susah tidur. 

Bagaimana penanganannya?

Untuk mengatasi gangguan tidur, ada 2 macam terapi, yaitu terapi farmakologis (dengan obat-obatan) dan non farmakologis (non obat). Terapi tanpa obat menjadi pilihan utama karena efek sampingnya lebih kecil dan biayanya juga lebih murah. Namun demikian, karena terapi tanpa obat membutuhkan waktu yang relatif  lama, maka terkadang diberikan obat-obatan juga (dikombinasi) sambil menunggu efek terapi non obat. 

Beberapa contoh terapi non obat, antara lain :

  • Stimulus control therapy, yaitu terapi dengan meninggalkan tempat tidur jika tidak bisa tidur dalam waktu 20 menit, selanjutnya boleh kembali lagi ke tempat tidur hanya jika sudah mengantuk sekali. Selain itu, tidak diperkenankan melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan tidur ketika berada di tempat tidur, seperti membaca buku atau menonton acara televisi.
  • Paradoxical intention therapy. Pada terapi ini dilakukan latihan untuk mengatasi kecemasan tidak bisa tidurnya dengan tetap berjaga. Cara ini akan menurunkan perhatian tentang akibat kurang tidur sehingga bisa menurunkan kecemasan.
  • Relaxation therapy, yaitu dengan merilekskan otot-otot dengan tujuan menurunkan ketegangan.
  • Sleep restriction therapy. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas tidur, yaitu dengan cara mengurangi waktu di atas tempat tidur untuk waktu tidur total rata-rata (jumlah waktu tidur yang benar-benar digunakan untuk tidur). Pada dasarnya, seseorang yang mengalami insomnia menghabiskan lebih banyak waktu di atas tempat tidur dalam upaya untuk tidur lebih lama, padahal kondisi semacam ini justru akan menimbulkan frustasi.
  • Temporal control therapy. Terapi ini mengharuskan untuk bangun pada waktu yang sama setiap harinya, dengan mengabaikan berapa lama waktu tidurnya. Selama menjalani terapi ini, pasien diminta tidak tidur siang untuk sementara waktu.
  • Sleep hygiene. Yaitu dengan melakukan relaksasi, hanya ke tempat tidur jika benar-benar lelah/ mengantuk, menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan aktivitas seksual, hindari tidur siang kecuali jika tidur siang bisa memperbaiki tidur malam, hindari kafein (kopi) 4-6 jam sebelum tidur, tidak merokok dan minum alkohol, hindari lingkungan tidur yang tidak kondusif (kotor, cahaya yang terlalu terang, bising), kurangi minum sebelum tidur, hindari makan berat, hindari latihan fisik atau aktivitas berat sampai larut malam, mandi air hangat 20 menit sebelum tidur, dan jangan melihat jam terlampau sering.

Jangan Lupakan Adab Tidur Sesuai Sunnah

Selain berikhtiar dengan metode terapi di atas, sebagai seorang muslim hendaknya tidak melupakan adab tidur sesuai sunnah, seperti berwudhu sebelum tidur, miring ke kanan, tidak tengkurap, dan mengamalkan dzikir menjelang tidur. Hindari tidur larut malam kecuali jika ada keperluan seperti belajar atau mengerjakan hal-hal yang bermanfaat. Dengan begitu, tidur tidak sekedar rutinitas tanpa makna, namun kita niatkan untuk memulihkan tenaga, sebagai sarana penunjang ibadah kita. Semoga bermanfaat. (dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah)

Permintaan khusus dari anak nomor 2 yang pengen dimasakin macaroni schotel kayak bekal temen sekelasnya. Langsung aja ya.. 

Bahan dan bumbunya :

  • Macaroni secukupnya, direbus  sampe empuk
  • Kornet atau sosis atau isian lain sesuai  selera
  • Santan atau susu
  • Telur 3 butir
  • Bawang bombay 
  • Merica bubuk 
  • Garam

Cara masaknya :

  • Tumis bawang bombay dengan margarine, lalu masukin macaroni, Kornet, merica  bubuk, Garam, Santan. Aduk-aduk sebentar dengan api kecil. 
  • Angkat dari kompor lalu masukkan telur kocok. Aduk-aduk sampe tercampur semua. 

  • Masukkan ke dalam loyang lalu panggang dengan oven atau bisa juga pakai magic com (aku pakai magic com di cook 3 x) 

Hasilnya :

Potong-potong dan sajikan  selagi  hangat . Tambahkan saos sambal  jika ingin pedas. 

Hasilnya tidak mengecewakan dan sangat  mengenyangkan ^^

Selamat mencoba .. 


Sebenarnya buku kedua  ini sudah lama terbit , tapi baru sempet posting di blog sekarang. Buat yang berminat bisa langsung  meluncur ke toko buku terdekat atau ke ol shop atau boleh  juga langsung pesen di sini. Bisa buat baca-baca para ibu, calon ibu, calon pengantin,  atau buat kado pernikahan atau kelahiran anak juga oke. Buruan pesen sebelum keabisan. Kalo buku yang pertama (Panduan Kesehatan Wanita) udah habis stoknya alhamdulillah. Mudah-mudahan bisa segera keluar cetakan ke-3 nya. 

Yuk intip sedikit deskripsi buku keduaku.. 

Anda seorang ibu muda yang baru saja melahirkan anak dan membutuhkan referensi dalam mengasuh dan menjaga kesehatan anak? 

Atau Anda sedang mencari hadiah untuk teman / orang terdekat yang baru saja menikah dan melahirkan anak?

Buku yang satu ini bisa menjadi pilihan bagi Anda …

Buku “PANDUAN KESEHATAN UNTUK SANG BUAH HATI”

Penulis : dr. Avie Andriyani

Penerbit : As-Salam Publishing

Spesifikasi : Hard cover, tebal 222 halaman. kertas art paper, full colour, ukuran 16 x 20,5 cm

HET : Rp. 62.500,-

Full colour lho isinyaaaa :

Resensi :
Setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya tumbuh sehat, cerdas, shalih dan shalihah. Tidak bisa dipungkiri, bahwa kesehatan jasmani sangat diperlukan untuk menunjang berbagai aktivitas anak-anak kita. Belajar, mengaji, bermain, dan berbagai kegiatan sehari-hari akan terganggu ketika sakit melanda. Untuk itulah, perlu kiranya orangtua memiliki ilmu mengenai kesehatan anak. Tidak semua penyakit membutuhkan penanganan dokter atau ahli medis. Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi masalah kesehatan dan merawat anak ketika sakit.
Dalam buku ini, Anda akan mendapatkan penjelasan mengenai tumbuh kembang anak, penyebab dan cara mengatasi beberapa gangguan tumbuh kembang (terlambat bicara, terlambat berjalan, autis, dan disleksia). Selain itu, ada juga pembahasan mengenai berbagai penyakit yang biasa terjadi pada anak beserta penatalaksanaannya, kebiasaan buruk anak yang berdampak pada kesehatan, nutrisi terbaik bagi anak, dan pertolongan pertama pada kondisi darurat. 
Kolom konsultasi akan menjadi selingan yang diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan seputar kesehatan anak yang sering ditanyakan para orangtua kepada dokter. 

Disamping itu, suplemen berisi panduan kesehatan untuk pendidik di sekolah, pengetahuan tentang antibiotik dan herbal, serta aneka tips kesehatan anak juga akan melengkapi khasanah keilmuan Anda.
Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kalangan umum (non medis) dan sangat mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu,  buku ini sangat cocok untuk dimiliki para orangtua, calon orangtua, dan para guru di sekolah. 


Bagaimana pendapat mereka setelah membaca buku ini ?



Selesai membaca, saya sadar betapa berharganya buku ini. Bawalah buku ini pulang dan ‎bacalah! Bersiaplah menjadi “dokter” yang sesungguhnya bagi buah hati Anda. 

(Azizah Ummu Yasir – Inspirator Muslimah; Pengasuh MutiaraHikmah.com)

Alhamdulillah, hadirnya buku ini memenuhi kebutuhan para ibu dan pendidik akan ilmu kesehatan anak sehari-hari. Bahasan nan apik dan gamblang membuat buku ini pantas dijadikan referensi tiap ibu dan pendidik. Bagi Anda yang peduli akan keluarga, utamanya anak-anak, WAJIB memiliki buku ini! 

(Zainab Ummu Raihan, AMd.Keb – Bidan; Pendidik; Penulis buku Game Islami dan buku Mencetak Hafiz Cilik)

Bagi saya, buku ini seperti “kuliah kedokteran” yang disesuaikan untuk orang awam. Ilmiah, berbobot, tetapi disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna setiap pembaca dari berbagai kalangan. Insya Allah, buku ini sangat bermanfaat bagi semua yang ingin mencetak generasi yang sehat jasmani dan rohani. 

(dr. Liz Marisa – Dokter Umum,  Pengajar di Madinatul Qur’an )

Telah terbit buku yang sangat bagus, isinya lengkap dan praktis. Cocok sebagai panduan bagi orangtua dalam merawat kesehatan putra-putrinya. InsyaAllah dengan buku ini, orangtua dapat menjadi “dokter pribadi” bagi buah hatinya.

(drg. Saptiari Utami, Sp.KGA – Dokter gigi spesialis anak; Kepala TKIT Imam Syafi’i & SDIT Yaa Bunayya Yogyakarta)

“Menarik dan mudah dipraktekkan” menjadi kesan pertama saya ketika membaca buku ini. Bacalah buku ini dan Anda akan menyadari bahwa tidak semua penyakit membutuhkan penanganan dokter dan tidak setiap gejala harus diantisipasi dengan pemberian obat. Buku ini bisa menjadi pegangan bagi orangtua, calon orangtua, dan guru dalam mengenali dan mencegah berbagai permasalahan kesehatan. 

(Zaimah, S.Si, Apt – Apoteker; Pendidik; Wirausahawati)

Menyiapkan makanan untuk keluarga tentu menyita waktu yang tidak sedikit. Meracik sayurnya lama, belum bikin bumbunya, apalagi masih harus mikirin masak lauknya. Adakalanya kita harus kreatif mencari menu yang tepat ketika waktu mepet. Sore ini berhubung anak-anak udah bilang laper sementara kerjaan rumah masih banyak, akhirnya kepikiran masak yang praktis aja. Mau masak sayur bening bayam tapi kepikiran harus nggoreng lauknya. Akhirnya pilih masak sayur sekaligus lauk aja yaitu menu orak arik dengan bahan utama telur ayam dan sayuran.

Nama “orak arik” berasal dari bahasa jawa yang artinya membuat berantakan atau mengacau. Pada proses memasaknya memang telur yang sudah didadar setengah matang segera diaduk-aduk sehingga menjadi kecil-kecil, baru kemudian dimasukkan sayurannya. 

Bumbunya relatif simpel, cuma bawang putih sama merica bubuk aja. Boleh ditambah kecap biasa atau kecap saos tiram sesuai selera. Sayurannya juga sepunyanya aja. Bisa dimasuki wortel, buncis, kol, pipilan jagung, atau yang lain. Ditambah  bakso juga makin mantap. Semua bahan diiris kecil-kecil supaya cepat layu atau matang.

Alhamdulillah anak-anak doyan dan langsung ludes. Selamat mencoba..

Buku Karyaku yang Pertama

Panduan Kesehatan Wanita
Flower_book

Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

Ikon ASI

Daftar Artikel