Muslimah dan Kesehatan

Sariawan

Posted on: 18/04/2013

ImageSariawan merupakan salah satu gangguan kesehatan di mulut yang bisa terjadi tidak hanya pada orang dewasa tapi juga pada anak-anak dan bahkan pada bayi. Sariawan terasa menyakitkan dan sangat mengganggu karena berupa luka terbuka pada bagian dalam mulut yang selalu bersinggungan dengan makanan dan minuman setiap hari. Sariawan bisa terjadi di bibir, lidah, langit-langit, dan pipi bagian dalam.

Apa saja Penyebab Terjadinya Sariawan?

  1. Trauma, seperti gigitan, goresan bulu sikat gigi, atau terbentur benda keras sehingga terjadi luka terbuka pada mulut. Ketika daya tahan tubuh anak sedang kurang baik, kuman masuk dan tumbuh pada luka tersebut sehingga terjadilah sariawan. Sariawan akibat trauma ini disebut “Stomatitis aphtosa”.
  2. Jamur Candida albicans, paling banyak menyerang lidah anak dengan kebersihan mulut yang kurang atau sedang mendapatkan pengobatan antibiotic. Sariawana akibat infeksi jamur ini sering juga disebut “Candidiasis” atau “Moniliasis” atau “Oral Thrush”
  3. Virus Herpes Simpleks, biasanya menyerang ketika virus sedang mewabah dan daya tahan tubuh anak sedang turun. Sariawan jenis ini biasanya menyerang daerah tenggorokan sehingga anak mengalami sakit ketika menelan. Sariawan akibat virus ini disebut “Stomatitis Herpetic”.

 

Bagimana Gejala Sariawan?

  • Nampak luka di bagian mulut seperti di lidah, pipi bagian dalam, bibir, atau langit-langit mulut.
  • Terkadang disertai demam yang tinggi terutama pada bayi.
  • Anak biasanya akan rewel dan sering menangis. Anak yang sudah bisa mengungkapkan rasa sakit mungkin akan menunjukkan letak sumber rasa sakitnya.
  • Bayi yang masih minum ASI mungkin akan menolak ketika disusui atau sesekali melepaskan puting ibunya karena kesakitan.
  • Nafsu makan anak biasanya akan berkurang.
  • Terkadang anak mengelurkan air liur yang berlebihan.
  • Tercium bau mulut yang tidak sedap.

Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua ketika Anak Mengalami Sariawan?

  • Berikan makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin C, biasanya banyak terdapat sayuran dan buah berwarna cerah, seperti jambu biji merah, jeruk, tomat, dan lain-lain. Jika anak kesulitan memakannya, maka bisa disajikan dalam bentuk jus atau puree (bubur buah yang dihaluskan).
  • Jaga kebersihan gigi dan mulut. Anak yang sedang mengalami sariawan biasanya akan malas sikat gigi karena takut dengan rasa sakit yang ditimbulkan oleh sariawan. Sebagai salah satu solusinya, bisa dengan menggunakan kassa atau kain lembut yang dibasahi air hangat untuk membersihkan lidah, gigi,  dan bagian dalam mulut anak.
  • Jangan paksa ketika anak menolak makan karena paksaan justru akan memperparah traumanya. Bujuk dengan sabar dan motivasi anak agar mau makan supaya cepat sembuh. Berikan makanan yang lembut seperti bubur dan sari buah. Selain itu, jangan berikan makanan atau minuman ketika masih dalam kondisi panas supaya tidak menambah luka sariawan..
  • Gunakan sendok kecil yang biasa digunakan untuk menyuapi bayi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir rasa sakit ketika bersinggungan dengan sariawan.
  • Berikan minum dengan menggunakan gelas dan sedotan pada anak yang sudah bisa menggunakannya.
  • Pada bayi yang masih minum ASI, jangan lupa untuk membersihkan mulutnya dari sisa-sisa ASI supaya tidak mudah ditumbuhi jamur.
  • Segera bawa ke dokter jika sariawan makin parah sehingga anak tidak bisa mendapat asupan makanan dan minuman sama sekali. Dokter biasanya akan memberikan obat yang ditetes atau dioleskan ke sariawan. Dokter biasanya akan memberikan tambahan obat kumur untuk anak yang sudah agak besar dan bisa berkumur.

Bagaimana Pencegahannya?

  • Pastikan anak mendapat asupan vitamin C yang cukup, yaitu dengan memberikan sayur dan buah setiap hari atau dengan tambahan suplemen jika dianggap perlu.
  • Ajarkan anak supaya mengunyah makanan secara perlahan dan tidak terburu-buru. Hal ini untuk menghindari tergigit bagian lidah atau bibirnya.
  • Pilihkan sikat gigi berukuran mungil dengan bulu sikat yang lembut. Ajarkan cara menyikat gigi yang benar supaya tidak terjadi trauma dalam mulut.
  • Selalu jaga kebersihan mulut bayi dan anak. Bersihkan mulut bayi sesudah disusui dan ajarkan anak yang lebih besar untuk menyikat gigi secara teratur, terutama sesudah makan dan menjelang tidur.

    Semoga bermanfaat.. 

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Buku Karyaku yang Pertama

    Panduan Kesehatan Wanita
    Flower_book

    Wahai para ibu, berikanlah hak asASI bayimu!! 0 s.d 6 bln = ASI Eksklusif, setelah itu ASI + MPASI hingga 2 tahun

    Ikon ASI

    Daftar Artikel

    %d blogger menyukai ini: